APAR Mobil Punya Masa Kedaluwarsa, Ini Masa Berlakunya

Keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dalam kabin mobil telah menjadi standar keselamatan wajib yang ditetapkan oleh regulator transportasi. Banyak pemilik kendaraan merasa sudah cukup aman hanya dengan meletakkan tabung pemadam tersebut di bawah kursi atau di dalam bagasi tanpa pernah memeriksa kondisinya secara berkala selama bertahun-tahun.
Padahal, layaknya komponen kendaraan lainnya, perangkat pemadam ini memiliki batas usia operasional yang sangat menentukan tingkat keberhasilan saat menghadapi keadaan darurat. Memahami bahwa APAR bisa kehilangan fungsinya seiring berjalannya waktu merupakan pengetahuan krusial guna memastikan perlindungan nyawa dan aset tetap terjaga secara optimal.
1. Batas usia efektif media pemadam dan gas pendorong

Secara teknis, setiap unit APAR memiliki masa kedaluwarsa yang bergantung pada jenis media pemadam yang digunakan di dalamnya. Untuk jenis bubuk kimia kering (dry chemical powder) yang paling umum digunakan pada mobil, masa berlakunya biasanya berkisar antara lima hingga sepuluh tahun. Seiring berjalannya waktu, partikel bubuk di dalam tabung bisa mengalami penggumpalan akibat kelembapan atau paparan suhu kabin yang naik-turun secara ekstrem, sehingga tidak bisa keluar dengan lancar saat tuas ditekan.
Selain media pemadam, gas pendorong berupa nitrogen yang berfungsi menekan isi tabung juga bisa mengalami kebocoran halus melalui segel atau katup. Jika tekanan gas ini hilang, maka bubuk pemadam tidak akan memiliki kekuatan untuk menyembur keluar, meskipun tabung masih terasa berat dan berisi penuh. Oleh karena itu, masa kedaluwarsa bukan hanya soal tanggal yang tertera di label, melainkan juga mengenai integritas tekanan gas yang harus selalu berada pada zona hijau di jarum indikator.
2. Pengaruh lingkungan kabin terhadap integritas fisik tabung

Kondisi penyimpanan di dalam mobil jauh lebih berat dibandingkan penyimpanan di dalam ruangan kantor atau rumah. Getaran mesin yang terus-menerus dan guncangan saat kendaraan melewati jalan rusak dapat menyebabkan media bubuk di dalam tabung menjadi semakin padat di bagian bawah. Jika tidak pernah diperiksa atau "dikocok" secara rutin, bubuk tersebut akan mengeras dan menyumbat saluran keluar saat dibutuhkan dalam situasi kebakaran yang mendesak.
Paparan sinar matahari langsung dan panas yang terperangkap di dalam mobil juga dapat mempercepat kerusakan pada segel karet dan selang APAR. Material karet yang getas akibat suhu tinggi berisiko retak dan menyebabkan kebocoran gas pendorong secara perlahan. Inilah alasan mengapa pemeriksaan fisik secara visual terhadap karat pada tabung dan kelenturan selang menjadi sangat penting untuk dilakukan setidaknya setiap enam bulan sekali, guna menjamin alat tetap dalam kondisi siap pakai.
3. Prosedur pemeliharaan dan pengisian ulang secara berkala

Meskipun belum pernah digunakan sama sekali, APAR yang telah melewati masa berlaku atau menunjukkan penurunan tekanan wajib segera dibawa ke penyedia jasa pengisian ulang profesional. Proses pengisian ulang ini biasanya melibatkan penggantian media pemadam dengan yang baru serta pengisian kembali gas pendorong agar tekanannya kembali stabil. Mengabaikan tanggal kedaluwarsa hanya akan memberikan rasa aman palsu yang justru membahayakan keselamatan penumpang saat api benar-benar muncul.
Penting bagi setiap pemilik mobil untuk mencatat jadwal servis berkala khusus untuk perangkat keselamatan ini. Selain melihat label tanggal, tindakan membolak-balikkan tabung secara rutin dapat membantu mencegah penggumpalan bubuk kimia di dalamnya. Dengan memastikan APAR selalu dalam kondisi prima dan belum melewati masa aktifnya, risiko kerugian besar akibat kebakaran kecil yang merembat dapat ditekan seminimal mungkin. Perlindungan sejati hanya bisa didapatkan dari alat pemadam yang dirawat, bukan hanya sekadar dipajang sebagai pelengkap interior.
Apakah ingin dibuatkan panduan mengenai cara membaca kode produksi dan tanggal kedaluwarsa pada berbagai merek APAR mobil yang beredar di pasaran?

















