Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Simpang Barang-barang Ini di Dalam Mobil, Bisa Meledak!

ilustrasi setir mobil (freepik.com/senivpetro)
ilustrasi setir mobil (freepik.com/senivpetro)

Menjadikan kabin mobil sebagai ruang penyimpanan sementara sering kali dianggap praktis untuk menunjang mobilitas harian. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa suhu di dalam kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari dapat melonjak drastis hingga dua kali lipat dari suhu lingkungan luar dalam waktu singkat.

Kondisi ekstrem tersebut mengubah barang-barang rumah tangga yang tampak tidak berbahaya menjadi ancaman nyata bagi keselamatan kendaraan. Memahami risiko fisik dan kimia dari benda-benda bertekanan adalah langkah krusial untuk mencegah insiden kebakaran atau ledakan yang dapat menghanguskan seluruh interior mobil secara tiba-tiba.

1. Risiko ledakan baterai lithium dan pemuaian bahan bakar korek api

ilustrasi power bank (freepik.com/pvproductions)
ilustrasi power bank (freepik.com/pvproductions)

Peralatan elektronik seperti ponsel pintar, komputer jinjing, hingga pengisi daya cadangan (powerbank) sangat bergantung pada baterai lithium-ion yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap panas. Ketika suhu kabin mencapai titik ekstrem, sel-sel di dalam baterai dapat mengalami kegagalan termal yang memicu pembengkakan hingga ledakan. Proses ini sering kali sulit dipadamkan karena baterai yang terbakar menghasilkan oksigen sendiri, sehingga api dengan cepat dapat merambat ke jok atau material plafon mobil.

Selain perangkat elektronik, korek api gas menjadi benda yang paling sering memicu kebakaran akibat kelalaian. Cairan bahan bakar di dalam korek api akan memuai saat terkena panas matahari yang menembus kaca depan. Jika tekanan di dalam wadah plastik korek api sudah melampaui batas ketahanannya, tabung tersebut akan pecah dan melepaskan gas yang sangat mudah terbakar. Percikan kecil dari sisa mekanisme pemantik atau suhu panas yang menyentuh material kain sudah cukup untuk mengubah ruang kabin menjadi bola api.

2. Tekanan tinggi pada tabung aerosol yang rentan pecah

Parfum spray aerosol. (Pexels.com/rehman yousaf)
Parfum spray aerosol. (Pexels.com/rehman yousaf)

Banyak pengendara menyimpan pengharum ruangan semprot, pembersih kaca, hingga semprotan pelindung debu di dalam mobil tanpa membaca label peringatan suhu. Tabung aerosol bekerja dengan menyimpan cairan di bawah tekanan tinggi menggunakan gas pendorong. Kebanyakan produk aerosol memiliki batas suhu aman penyimpanan maksimal di bawah 50 derajat Celsius, sedangkan suhu dasbor mobil saat siang hari bisa dengan mudah menyentuh angka 60 hingga 70 derajat Celsius.

Paparan panas yang terus-menerus menyebabkan molekul gas di dalam tabung bergerak lebih cepat dan menekan dinding kaleng secara agresif. Dalam kondisi ini, tabung aerosol bisa meledak layaknya bom kecil yang mampu memecahkan kaca jendela atau merusak panel interior. Jika cairan di dalam tabung tersebut mengandung alkohol atau bahan kimia yang mudah terbakar, ledakan tersebut akan disertai dengan semburan api yang sangat destruktif bagi sistem kelistrikan dan komponen plastik kendaraan.

3. Ancaman minuman kaleng berkarbonasi terhadap integritas kabin

ilustrasi minuman kaleng (pexels.com/Breakingpic)
ilustrasi minuman kaleng (pexels.com/Breakingpic)

Minuman kaleng berkarbonasi mungkin tidak terlihat sebagai pemicu api secara langsung, namun potensi kerusakannya tidak bisa diremehkan. Gas karbon dioksida yang terlarut di dalam minuman akan bereaksi terhadap suhu tinggi dengan cara memisahkan diri dari cairan, sehingga menciptakan tekanan udara yang sangat besar di dalam kaleng aluminium yang tipis. Jika segel kaleng tidak kuat menahan tekanan tersebut, minuman akan meledak dan menyemburkan isinya ke seluruh sudut kabin.

Ledakan minuman kaleng ini memang jarang memicu api, tetapi cairan manis yang menyemprot dapat menyebabkan korsleting pada sistem audio atau tombol-tombol elektronik di konsol tengah. Kerusakan pada jalur kabel akibat cairan yang masuk ke sela-sela komponen elektrikal dapat memicu hubungan arus pendek yang merupakan salah satu penyebab utama kebakaran mobil saat dikendarai kemudian hari. Oleh karena itu, memastikan kabin bebas dari segala bentuk wadah bertekanan adalah kewajiban mutlak demi menjaga integritas fisik dan fungsi kendaraan dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Melihat Asap Keluar dari Kap Mobil? Segera Lakukan Ini

10 Feb 2026, 14:05 WIBAutomotive