Astra Peugeot Beberkan Risiko Besar Penggunaan Oli Palsu di Mobil

- Astra Peugeot memperingatkan bahwa penggunaan oli palsu dapat menurunkan performa mesin, memicu overheating, dan menyebabkan keausan dini pada komponen kendaraan.
- Oli palsu berpotensi membentuk sludge yang menyumbat jalur pelumasan, sehingga komponen vital seperti piston dan camshaft cepat rusak akibat kurangnya pelumasan optimal.
- Konsumen disarankan memeriksa keaslian oli melalui QR Code atau segel utuh serta melakukan penggantian di bengkel resmi dengan spesifikasi SAE 5W-30 untuk SUV Peugeot.
Jakarta, IDN Times – Kenaikan harga pelumas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat sebagian pemilik kendaraan mulai mencari alternatif yang lebih murah. Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang semakin maraknya peredaran oli palsu, oli ilegal, hingga oli rekondisi di pasaran.
Astra Peugeot mengingatkan bahwa penggunaan oli yang tidak asli bukan hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada mesin. Biaya yang awalnya ingin dihemat justru dapat berubah menjadi pengeluaran besar akibat perbaikan komponen yang rusak.
1. Oli palsu berisiko memicu overheating dan keausan mesin

Astra Peugeot menjelaskan bahwa kualitas oli memiliki peran penting dalam menjaga kinerja komponen internal mesin. Oli berfungsi melumasi sekaligus membantu meredam panas dan gesekan yang terjadi saat mesin bekerja.
Head of After Sales Astra Peugeot, Rafii Sinurat, mengatakan oli palsu umumnya memiliki kualitas pelumasan yang jauh di bawah standar sehingga perlindungan terhadap mesin menjadi tidak optimal.
“Kualitas oli sangat menentukan perlindungan komponen internal mesin. Oli palsu umumnya memiliki daya lumas yang rendah sehingga tidak mampu meredam panas dan gesekan secara optimal. Akibatnya, mesin berisiko mengalami overheating hingga keausan dini,” jelasnya beberapa waktu lalu.
2. Bisa menimbulkan sludge dan mempercepat kerusakan komponen vital

Selain meningkatkan suhu kerja mesin, penggunaan oli palsu juga dapat memicu terbentuknya sludge atau lumpur oli. Endapan tersebut muncul akibat kandungan kimia yang tidak stabil dan berpotensi menyumbat jalur pelumasan mesin.
Ketika saluran pelumas terganggu, komponen penting seperti piston, silinder, hingga camshaft atau noken as tidak mendapatkan pelumasan yang cukup. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan komponen dan meningkatkan risiko kerusakan mesin yang lebih parah.
3. Perhatikan ciri oli asli dan lakukan pengecekan rutin

Untuk menghindari penggunaan oli palsu, Astra Peugeot menyarankan konsumen memeriksa keaslian produk sebelum membeli. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain keberadaan QR Code atau fitur verifikasi keaslian, kondisi segel yang masih utuh, serta tidak adanya tanda bekas pembukaan pada tutup kemasan.
Pabrikan juga mengimbau pemilik kendaraan melakukan penggantian oli melalui jaringan resmi serta rutin memeriksa volume pelumas menggunakan dipstick.
Khusus SUV Peugeot seperti Peugeot 2008, Peugeot 3008, dan Peugeot 5008, penggunaan oli spesifikasi SAE 5W-30 direkomendasikan dengan interval penggantian sekitar 10.000 km atau 10–12 bulan, tergantung kondisi pemakaian kendaraan.



















