ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
Setelah motor jatuh, periksa bagian bawah mesin dan area di sekitar tangki untuk memastikan tidak ada cairan yang menetes. Cairan tersebut bisa berasal dari bahan bakar, oli mesin, cairan pendingin pada motor tertentu, atau komponen lainnya.
Jika tercium bau bensin yang kuat atau terlihat adanya kebocoran, jangan langsung menyalakan mesin. Jauhkan motor dari sumber api dan lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menemukan sumber masalah.
Perhatikan juga komponen yang mungkin bergeser atau longgar akibat benturan. Spion, footstep, knalpot, lampu, bodi, hingga standar samping perlu dicek agar tidak ada bagian yang berisiko lepas ketika motor digunakan.
Setelah semua pemeriksaan awal dilakukan, nyalakan mesin dan dengarkan apakah muncul suara yang tidak biasa. Jika mesin, lampu, panel instrumen, dan komponen utama terlihat bekerja normal, lakukan uji jalan secara perlahan di area yang aman.
Pada akhirnya, motor yang terlihat hanya mengalami lecet belum tentu benar-benar bebas dari masalah. Kerusakan pada setang, tuas, roda, rem, atau munculnya kebocoran bisa saja baru terasa setelah motor kembali digunakan.
Karena itu, jangan terburu-buru melanjutkan perjalanan setelah motor terjatuh. Luangkan beberapa menit untuk memeriksa komponen penting agar masalah dapat ditemukan lebih awal dan risiko gangguan saat berkendara bisa diminimalkan.