Alasan Mobil Listrik Lebih Tenang Dikendarai, Bikin Perjalanan Jadi Nyaman

- Mobil listrik lebih senyap karena motor memakai energi baterai tanpa pembakaran bahan bakar, sehingga tidak ada ledakan di silinder yang memicu suara dan getaran mesin.
- Motor listrik memiliki mekanisme lebih sederhana dengan komponen bergerak lebih sedikit, sehingga gesekan, getaran, dan kebisingan mekanis yang merambat ke kabin berkurang.
- Ketiadaan sistem pembuangan membuat suara knalpot hilang; suara ban dan angin tetap terdengar, terutama pada kecepatan tinggi ketika suara motor tetap rendah.
Mobil listrik sering memberi pengalaman berkendara yang terasa jauh lebih tenang dibanding mobil dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Saat pedal akselerator ditekan, gak terdengar suara raungan mesin yang biasanya menjadi ciri khas mobil berbahan bakar bensin atau diesel. Perbedaan tersebut membuat kabin terasa lebih rileks, terutama saat mobil melaju pada kecepatan rendah di tengah lalu lintas kota.
Kesan senyap tersebut bukan sekadar karena mobil listrik gak memiliki mesin pembakaran seperti mobil konvensional. Ada beberapa komponen dan karakteristik sistem penggerak yang membuat sumber suara pada mobil listrik jauh lebih sedikit, meski suara ban dan angin tetap dapat terdengar. Karena itu, menarik untuk memahami faktor yang membuat mobil listrik terasa begitu senyap saat dikendarai, yuk simak penjelasannya.
1. Gak ada ledakan pembakaran di dalam mesin

ilustrasi mesin mobil listrik (unsplash.com/igor constantino) Faktor paling utama yang membuat mobil listrik terasa senyap berasal dari cara kerjanya yang gak melibatkan proses pembakaran bahan bakar. Mobil ICE harus mencampurkan udara dan bahan bakar, lalu membakarnya di dalam ruang silinder untuk menghasilkan tenaga. Proses tersebut menciptakan tekanan, getaran, dan suara yang kemudian menjadi salah satu sumber kebisingan utama dari kendaraan.
Mobil listrik menghasilkan tenaga dengan memanfaatkan motor listrik yang bekerja berdasarkan aliran energi listrik dari baterai. Motor tersebut gak membutuhkan ledakan kecil berulang di dalam silinder untuk menghasilkan gerakan pada roda. Karena gak ada proses pembakaran yang berlangsung secara terus-menerus, sumber suara mekanis yang biasanya muncul dari mesin juga jauh lebih minim.
2. Motor listrik punya getaran yang lebih rendah

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/David Viorel) Motor listrik memiliki mekanisme kerja yang lebih sederhana dibandingkan mesin pembakaran internal. Gak ada piston yang bergerak naik turun, katup yang membuka dan menutup, atau proses pembakaran berulang yang menghasilkan getaran besar. Karakter tersebut membuat kerja motor listrik terasa lebih halus ketika kendaraan mulai bergerak maupun saat kecepatannya bertambah.
Minimnya getaran juga berpengaruh terhadap suasana di dalam kabin. Pada mobil ICE, getaran dari mesin dapat merambat melalui berbagai komponen kendaraan dan menghasilkan suara tambahan. Sementara itu, motor listrik mampu menghasilkan putaran secara lebih halus sehingga pengemudi dan penumpang dapat merasakan perjalanan yang lebih tenang.
3. Sistem penggeraknya lebih sederhana

ilustrasi mobil listrik di jalan (pexels.com/I'm Zion) Mobil listrik umumnya memiliki sistem penggerak yang lebih sederhana karena gak membutuhkan banyak komponen mekanis seperti mobil ICE. Kendaraan konvensional biasanya menggunakan berbagai komponen seperti piston, poros engkol, transmisi, sistem pembuangan, dan komponen pendukung lainnya. Pergerakan banyak komponen tersebut dapat menghasilkan gesekan, getaran, serta suara mekanis selama kendaraan berjalan.
Pada mobil listrik, tenaga dari baterai dialirkan menuju motor listrik untuk menggerakkan roda melalui sistem yang relatif lebih sederhana. Jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit membuat potensi suara mekanis juga berkurang. Itulah sebabnya sensasi berkendara mobil listrik sering terasa lebih halus, terutama ketika kendaraan bergerak perlahan.
4. Gak ada suara dari sistem pembuangan

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group) Mobil ICE membutuhkan sistem pembuangan untuk mengalirkan gas hasil pembakaran keluar dari mesin. Gas tersebut bergerak melalui saluran pembuangan dan dapat menghasilkan suara yang cukup jelas ketika mesin bekerja. Suara tersebut bahkan bisa semakin terdengar saat pengemudi menekan pedal gas dan putaran mesin meningkat.
Mobil listrik gak menghasilkan gas buang dari proses pembakaran karena sumber tenaganya berasal dari energi listrik. Artinya, kendaraan gak membutuhkan sistem pembuangan seperti knalpot yang menjadi salah satu sumber suara pada mobil konvensional. Ketiadaan komponen tersebut membuat suasana di sekitar kendaraan terasa lebih tenang, terutama ketika mobil melaju pada kecepatan rendah.
5. Suara mesin gak lagi mendominasi kabin

ilustrasi mengemudi mobil listrik (unsplash.com/Michael Kahn) Pada mobil ICE, suara mesin biasanya menjadi salah satu suara paling dominan yang terdengar selama perjalanan. Ketika putaran mesin meningkat, suara tersebut dapat semakin jelas masuk ke dalam kabin meskipun kendaraan sudah memiliki material peredam suara. Kondisi tersebut membuat penumpang tetap dapat menyadari aktivitas mesin ketika kendaraan melakukan akselerasi.
Mobil listrik menawarkan karakter yang berbeda karena suara motor penggeraknya relatif kecil. Ketika suara tersebut gak lagi mendominasi, suara lain seperti gesekan ban dengan aspal dan aliran udara menjadi lebih mudah terdengar. Pada kecepatan tinggi, justru kedua sumber suara tersebut dapat menjadi lebih dominan karena suara motor listrik tetap relatif rendah.
Perbedaan tingkat kebisingan menjadi salah satu karakter paling mudah dirasakan ketika berpindah dari mobil ICE ke mobil listrik. Gak adanya pembakaran, getaran mesin yang lebih rendah, sistem penggerak sederhana, serta ketiadaan suara knalpot membuat perjalanan terasa lebih tenang. Meski begitu, mobil listrik tetap menghasilkan suara dari ban dan angin, sehingga pengalaman berkendara gak sepenuhnya tanpa suara.



















