ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Erik Mclean)
Cara paling efektif mengurangi risiko aquaplaning adalah menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Ketika hujan deras, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan sebelum memasuki genangan air. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar kemungkinan ban tidak mampu membuang air dengan baik melalui alur telapaknya. Selain itu, hindari melakukan manuver mendadak seperti membelokkan kemudi secara tajam atau mengerem keras ketika melewati genangan.
Kondisi ban juga memiliki pengaruh besar terhadap risiko aquaplaning. Ban yang sudah aus memiliki alur telapak lebih dangkal sehingga kemampuan membuang air menjadi berkurang. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan dan kedalaman alur ban masih memenuhi batas kelayakan. Jika kendaraan mulai terasa mengambang atau kehilangan kendali akibat genangan, lepaskan pedal gas secara perlahan, pertahankan arah kendaraan, dan hindari pengereman maupun gerakan kemudi mendadak. Setelah ban kembali mendapatkan traksi, pengendara bisa melanjutkan perjalanan dengan kecepatan yang lebih aman.
Kesimpulannya, mengocok rem bukan cara mencegah aquaplaning. Mengurangi kecepatan, menjaga kondisi ban, dan menghindari manuver mendadak jauh lebih penting untuk mempertahankan kendali kendaraan ketika melintasi jalan basah.