Benarkah Mengocok Rem di Jalan Basah Bisa Cegah Aquaplaning?

- Mengocok rem tidak menghilangkan lapisan air yang memisahkan ban dari aspal saat aquaplaning; pengereman mendadak justru dapat memperburuk hilangnya kendali.
- Pada kendaraan ber-ABS, menekan-melepas rem berulang bisa mengganggu kerja sistem; di jalan basah, gunakan pengereman halus dan progresif.
- Kurangi kecepatan sebelum genangan, hindari manuver mendadak, serta pastikan tekanan dan alur ban masih layak agar air dapat dibuang dengan baik.
Saat berkendara di tengah hujan, pengendara sering dihadapkan pada kondisi jalan yang licin dan genangan air. Situasi ini membuat risiko ban kehilangan daya cengkeram meningkat. Salah satu saran yang terkadang beredar adalah mengocok rem atau menekan tuas rem berulang kali agar kendaraan tidak tergelincir.
Namun, benarkah teknik tersebut efektif mencegah slip dan aquaplaning? Jawabannya tidak sesederhana itu. Mengocok rem bukan teknik pengereman yang direkomendasikan untuk menghadapi jalan basah, bahkan pada kondisi tertentu justru bisa membuat kendaraan semakin sulit dikendalikan.
1. Mengocok rem tidak menghilangkan lapisan air di bawah ban

ilustrasi mobil di jalan basah (unsplash.com/C Joyful) Aquaplaning atau hydroplaning merupakan kondisi ketika ban kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan karena terangkat oleh lapisan air. Akibatnya, ban tidak mampu mencengkeram aspal dengan optimal. Pengendara bisa kehilangan kemampuan mengendalikan arah kendaraan, bahkan ketika setir atau kemudi sudah diarahkan untuk menghindari sesuatu. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kendaraan melaju cukup kencang di atas genangan air, terutama jika aliran air tidak mampu dibuang melalui alur telapak ban.
Mengocok rem dengan menekan dan melepaskan tuas atau pedal berulang kali tidak dapat menghilangkan lapisan air tersebut. Bahkan, ketika kendaraan sedang mengalami aquaplaning, pengereman mendadak bisa memperburuk situasi karena ban belum memiliki daya cengkeram yang cukup untuk menghasilkan gaya pengereman secara optimal. Jadi, masalah utamanya bukan pada kurangnya tekanan rem, melainkan hilangnya kontak ban dengan permukaan jalan.
2. Teknik mengocok rem justru bisa berbahaya pada kendaraan modern

ilustrasi truk di jalan basah (pexels.com/dinkar edupuganti) Teknik mengocok rem sebenarnya memiliki kemiripan dengan metode cadence braking, yaitu teknik menekan dan melepaskan rem secara berulang untuk mengurangi risiko roda terkunci. Teknik ini dahulu digunakan pada kendaraan yang belum dilengkapi sistem pengereman anti-lock braking system (ABS). Tujuannya agar roda tetap berputar sehingga pengemudi masih memiliki kemampuan mengendalikan arah kendaraan ketika melakukan pengereman di permukaan licin.
Namun, kendaraan modern yang sudah menggunakan ABS tidak membutuhkan teknik tersebut. Sistem ABS secara otomatis mengatur tekanan pengereman ketika mendeteksi roda berpotensi terkunci. Jika pengemudi justru mengocok pedal rem, sistem tersebut bisa terganggu dalam menjalankan fungsi pengereman optimal. Pada sepeda motor, pengendara juga tidak disarankan menarik dan melepas tuas rem secara berulang ketika menghadapi jalan basah. Lebih baik menggunakan tekanan rem secara halus dan progresif sesuai kondisi jalan.
3. Kurangi kecepatan dan pastikan kondisi ban tetap prima

ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Erik Mclean) Cara paling efektif mengurangi risiko aquaplaning adalah menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Ketika hujan deras, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan sebelum memasuki genangan air. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar kemungkinan ban tidak mampu membuang air dengan baik melalui alur telapaknya. Selain itu, hindari melakukan manuver mendadak seperti membelokkan kemudi secara tajam atau mengerem keras ketika melewati genangan.
Kondisi ban juga memiliki pengaruh besar terhadap risiko aquaplaning. Ban yang sudah aus memiliki alur telapak lebih dangkal sehingga kemampuan membuang air menjadi berkurang. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan dan kedalaman alur ban masih memenuhi batas kelayakan. Jika kendaraan mulai terasa mengambang atau kehilangan kendali akibat genangan, lepaskan pedal gas secara perlahan, pertahankan arah kendaraan, dan hindari pengereman maupun gerakan kemudi mendadak. Setelah ban kembali mendapatkan traksi, pengendara bisa melanjutkan perjalanan dengan kecepatan yang lebih aman.
Kesimpulannya, mengocok rem bukan cara mencegah aquaplaning. Mengurangi kecepatan, menjaga kondisi ban, dan menghindari manuver mendadak jauh lebih penting untuk mempertahankan kendali kendaraan ketika melintasi jalan basah.




















