Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Mengunyah Permen Karet Bisa Mengurangi Mual di Perjalanan?
ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)
  • Mengunyah permen karet dapat mengurangi mual perjalanan dengan mengalihkan fokus otak dari konflik sinyal antara penglihatan dan sistem keseimbangan telinga dalam.
  • Gerakan mengunyah dan menelan membantu membuka saluran eustachius, menyetarakan tekanan udara di telinga tengah, serta meredakan pusing dan mual saat melewati jalur berkontur.
  • Permen karet rasa peppermint atau jahe dapat membantu menenangkan pencernaan; mentol merelaksasi saluran cerna, sementara jahe menekan kontraksi lambung berlebih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mengunyah permen karet bisa membantu saat mual di mobil. Rahang yang bergerak membuat otak tidak terlalu fokus pada rasa pusing. Menelan ludah juga membantu telinga saat jalan naik turun. Permen rasa mint atau jahe dapat membuat perut terasa lebih enak dan segar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mabuk perjalanan yang ditandai dengan rasa mual dan pusing merupakan masalah klasik yang kerap mengganggu kenyamanan berkendara. Berbagai cara dilakukan untuk meredakan rasa tidak nyaman di perut tersebut, mulai dari memejamkan mata hingga mengonsumsi obat-obatan anti-mual.

Di antara sekian banyak metode sederhana, mengunyah permen karet menjadi salah satu trik populer yang sering diandalkan. Pertanyaannya, apakah metode ini benar-benar terbukti secara ilmiah atau hanya sekadar efek psikologis semata?

1. Mekanisme pengalihan fokus dan stimulasi saraf otak

ilustrasi sopir yang hilang fokus (freepik.com/pch.vector)

Aktivitas mengunyah permen karet terbukti secara ilmiah dapat membantu mengurangi intensitas mual akibat gerakan kendaraan. Gerakan motorik otot rahang saat mengunyah bekerja memberikan distraksi sensorik yang efektif bagi sistem saraf pusat.

Stimulasi gerakan berulang ini mengalihkan perhatian otak dari konflik sinyal antara indra penglihatan dan sistem keseimbangan telinga dalam. Ketika fokus otak terbagi oleh aktivitas motorik mengunyah, sinyal pemicu mual yang dikirimkan ke perut dapat teredam secara signifikan.

2. Penyetaraan tekanan udara pada organ telinga bagian dalam

ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

Mual saat berkendara sering kali diperparah oleh perubahan tekanan udara, terutama saat melintasi jalur pegunungan atau jalan tol dengan kontur naik turun. Telinga bagian dalam memegang peranan kunci dalam mengatur keseimbangan tubuh dan persepsi gerakan.

Proses mengunyah dan menelan air liur secara berkala membantu membuka saluran eustachius di dalam telinga. Terbukanya saluran ini membuat tekanan udara di dalam telinga tengah menjadi setara dengan lingkungan luar, sehingga gejala pusing dan mual dapat berkurang.

3. Peran aroma mint dan jahe dalam menenangkan pencernaan

Potret es lemon madu mint (pixabay.com/PangPohto)

Pemilihan varian rasa permen karet juga menentukan tingkat efektivitasnya dalam meredakan rasa enek di perut. Permen karet dengan rasa peppermint atau jahe memiliki kandungan bahan aktif alami yang bekerja sebagai antiemetik.

Aroma mentol dari mint mampu merelaksasi otot saluran pencernaan serta memberikan rasa segar pada tenggorokan. Sementara itu, kandungan senyawa alami dalam rasa jahe efektif menekan kontraksi lambung berlebih yang menjadi pemicu utama timbulnya rasa ingin muntah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article