Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BYD Patenkan Baterai Solid-State Berteknologi Katode Ganda

BYD Patenkan Baterai Solid-State Berteknologi Katode Ganda
Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BYD mempublikasikan paten CN202510126712.6 untuk struktur katoda baterai padat yang menggabungkan elektrolit halida berpartikel kecil dan sulfida berpartikel lebih besar.
  • Desain komposit tersebut ditujukan menjaga stabilitas kontak antarmuka bahan padat saat pengisian dan pengosongan, salah satu hambatan utama industrialisasi baterai padat.
  • Paten ini melanjutkan riset baterai padat BYD, tetapi belum memastikan produksi massal atau penerapan kendaraan karena komersialisasi skala besar masih menghadapi tantangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pabrikan kendaraan listrik ternama asal China, BYD, kembali menarik perhatian industri otomotif global melalui pengajuan paten terbarunya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari carnewschina.com, paten struktur komposit katoda untuk teknologi baterai padat ini resmi dipublikasikan oleh Badan Kekayaan Intelektual China.

Paten dengan nomor pendaftaran CN202510126712.6 ini menjelaskan pendekatan inovatif yang menggabungkan dua jenis bahan elektrolit padat sekaligus. Inovasi tersebut dirancang guna mengatasi tantangan teknis utama pada stabilitas baterai padat generasi mendatang.

1. Penggabungan bahan elektrolit halida dan sulfida

ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/chuttersnap)
ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/chuttersnap)

Desain material dalam paten BYD ini memadukan sistem partikel elektrolit halida berukuran kecil dengan partikel elektrolit sulfida yang berukuran lebih besar. Kedua bahan tersebut dicampurkan bersama material aktif katoda untuk membentuk struktur elektroda komposit yang lebih stabil.

Struktur baru ini berupaya menjawab salah satu hambatan terbesar baterai padat, yaitu menjaga kontak antarmuka antarbahan padat selama proses pengisian dan pengosongan daya. Kepala Ilmuwan BYD Group, Lian Yubo, sebelumnya menyatakan bahwa "solid-solid interface stability is one of the main technical obstacles to the industrialisation of solid-state batteries," menggambarkan bahwa teknologi tersebut masih dalam tahap penanganan intensif.

2. Rekam jejak riset dan pengembangan baterai BYD

ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)
ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)

Paten terbaru ini menambah deretan panjang pengungkapan riset BYD terkait pengembangan bahan baterai padat. Sebelumnya, BYD juga mendaftarkan paten membran elektrolit padat komposit yang menggabungkan partikel anorganik dengan jaringan serat elektrolit polimer.

Langkah strategis ini menunjukkan konsistensi BYD dalam meningkatkan kinerja dan kepadatan energi baterai. CTO BYD Lithium Battery, Sun Huajun, sempat mengungkapkan bahwa proporsi material aktif katoda pada arsitektur baterai padat perusahaan bahkan telah melampaui angka delapan puluh lima persen.

3. Tantangan komersialisasi massal di industri global

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)
ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)

Meskipun publikasi paten memberikan gambaran mengenai arah riset perusahaan, pendaftaran ini belum memvalidasi rencana produksi massal atau penerapannya pada kendaraan jalan raya. Industri baterai global secara umum masih menghadapi tantangan besar untuk membawa teknologi laboratorium menuju lini produksi berskala besar.

Petinggi industri seperti Pimpinan CATL, Robin Zeng, turut menegaskan bahwa adopsi baterai padat secara komersial dalam jumlah masif masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi. Kendati demikian, penerbitan paten ganda BYD ini menegaskan posisi perusahaan yang terus melangkah maju dalam peta persaingan teknologi energi masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More