Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Tanda Minyak Rem Motor Sudah Harus Segera Diganti

3 Tanda Minyak Rem Motor Sudah Harus Segera Diganti
ilustrasi master silinder rem depan (pexels.com/Magda Ehlers)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Minyak rem yang berubah gelap atau keruh menandakan kontaminasi kotoran dan kelembapan, sehingga kemampuan menyalurkan tekanan pengereman menurun.
  • Tuas atau pedal rem yang terasa lebih dalam serta kurang responsif menunjukkan tekanan hidrolik tidak tersalurkan optimal dan membutuhkan tenaga lebih besar untuk menghentikan motor.
  • Rem yang kurang pakem dan responsnya tidak konsisten dapat memperpanjang jarak berhenti, sehingga minyak rem perlu segera diperiksa dan diganti sesuai anjuran pabrikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kualitas minyak rem motor akan menurun seiring dengan pemakaian dan bertambahnya usia pakai. Jika tidak segera diganti, cairan tersebut bisa terkontaminasi air dan kotoran sehingga fungsinya tidak optimal. Akibatnya, sistem pengereman menjadi kurang responsif saat kamu gunakan.

Ada beberapa tanda yang bisa kamu jadikan patokan untuk mengganti minyak rem. Tanda-tanda ini perlu kamu perhatikan. Berikut tanda minyak rem motor harus segera diganti.

1. Warna gelap

ilustrasi master silinder rem depan
ilustrasi master silinder rem depan (pexels.com/Magda Ehlers)

Pada kondisi normal, minyak rem memiliki warna bening kekuningan yang bersih. Namun seiring waktu pemakaian, cairan tersebut dapat berubah menjadi lebih gelap dan keruh. Perubahan ini umumnya terjadi karena adanya kotoran atau karena minyak rem menyerap kelembapan dari udara.

Apabila kondisi tersebut dibiarkan terus-menerus, performa minyak rem akan ikut menurun. Cairan yang sudah terkontaminasi tidak mampu lagi menyalurkan tekanan dengan baik pada sistem pengereman. Supaya hal itu tidak terjadi, kamu disarankan untuk segera mengganti minyak rem sesuai jadwal perawatan.

2. Tarikan rem lebih dalam

ilustrasi meriksa kondisi rem motor
ilustrasi meriksa kondisi rem motor (freepik.com/peoplecreations)

Saat minyak rem sudah menurun kualitasnya, tuas atau pedal rem akan terasa lebih dalam dari biasanya. Respon pengereman juga tidak lagi sepeka sebelumnya ketika kamu tekan atau tarik. Hal ini terjadi karena tekanan hidrolik di dalam sistem tidak dapat disalurkan dengan optimal.

Kondisi tersebut membuat kamu harus memberi tenaga lebih besar untuk menghentikan laju motor. Jarak pengereman pun menjadi lebih panjang dan berisiko membahayakan. Oleh karena itu, segera periksa dan ganti minyak rem jika gejala ini mulai muncul.

3. Rem terasa kurang pakem

ilustrasi starter motor
ilustrasi starter motor (unsplash.com/Alexey Demidov)

Kinerja pengereman bisa menurun ketika kualitas minyak rem sudah tidak baik. Rem menjadi kurang pakem sehingga motor membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti sempurna. Kondisi ini tentu membuat kamu harus lebih waspada saat berkendara.

Respons rem juga bisa terasa tidak konsisten, apalagi ketika berada dalam situasi darurat. Tekanan pada tuas atau pedal kadang kuat, kadang lemah, sehingga sulit diprediksi. Untuk menghindari risiko tersebut, kamu sebaiknya segera mengganti minyak rem sesuai anjuran pabrikan.

Minyak rem yang keruh, tuas rem yang dalam, dan pengereman tidak pakem adalah tanda harus segera diganti. Kondisi ini membuat jarak berhenti lebih panjang dan berisiko saat darurat. Karena itu, kamu wajib rutin cek dan ganti minyak rem demi keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More