Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Mobil Listrik Mogok Tidak Boleh Didorong?
ilustrasi rel kereta (pexels.com/Constanza Lopez Romero)
  • Insiden di Stasiun Bekasi Timur melibatkan taksi listrik yang tertabrak KRL, menyebabkan korban jiwa dan luka, serta memunculkan pertanyaan soal keamanan mendorong mobil listrik mogok.
  • Mobil listrik tidak disarankan didorong karena motor penggeraknya bisa menghasilkan arus induksi berbahaya yang merusak sistem elektronik saat baterai atau manajemen daya mati.
  • Evakuasi aman mobil listrik dilakukan dengan truk derek gendong agar roda tidak berputar, menghindari risiko kerusakan mekanis maupun kelistrikan selama proses pemindahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Insiden memilukan terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026), ketika sebuah taksi daring berbasis listrik (EV) tertabrak KRL Commuter Line hingga terseret sejauh beberapa meter.

Benturan tersebut menyebabkan laju KRL Commuter Line terhenti. Upaya evakuasi darurat mengalami kendala karena taksi tak bisa didorong. Pada saat yang sama, melaju kereta api jarak jauh yang langsung menghantam KRL Commuter Line karena tak bisa mengerem secara mendadak. Akibat insiden ini, beberapa orang dilaporkan tewas dan berapa lainnya terluka.

Satu ertanyaan pun muncul: Benarkah mobil listrik yang mogok tidak bisa didorong?

1. Bahaya induksi elektromagnetik pada motor penggerak

ilustrasi rel kereta (pexels.com/Michael Morse)

Penyebab utama mengapa mobil listrik tidak disarankan untuk didorong dalam jarak jauh atau dengan kecepatan tinggi adalah karakteristik dari motor listrik itu sendiri. Berbeda dengan mobil mesin konvensional yang memiliki posisi gigi netral untuk memutuskan hubungan mesin dengan roda secara mekanis, banyak mobil listrik tetap memiliki hubungan permanen antara roda dan motor penggerak. Saat roda berputar karena didorong, motor listrik akan ikut berputar dan bertindak sebagai generator yang menghasilkan arus listrik.

Energi listrik yang dihasilkan melalui proses induksi ini kemudian mengalir kembali ke sistem kelistrikan kendaraan. Jika sistem manajemen baterai sedang dalam kondisi mati atau rusak karena mogok, arus tersebut tidak memiliki tempat tujuan yang aman untuk disalurkan. Akibatnya, energi listrik liar ini dapat memicu panas berlebih (overheat) pada inverter atau merusak komponen elektronik sensitif lainnya. Kerusakan pada bagian ini sering kali memerlukan biaya perbaikan yang sangat mahal, bahkan bisa mencapai setengah dari harga kendaraan itu sendiri.

2. Keterbatasan sistem pengereman dan kemudi tanpa daya listrik

ilustrasi rel kereta (pexels.com/Sonny Sixteen)

Masalah lain yang muncul saat mencoba mendorong mobil listrik yang mogok adalah hilangnya dukungan sistem bantuan kemudi dan pengereman. Sebagian besar mobil listrik mengandalkan pompa elektrik untuk sistem piringan rem dan motor elektrik untuk power steering. Ketika sistem utama mati total, pedal rem akan terasa sangat keras dan kemudi menjadi sangat berat untuk dikendalikan, sehingga mendorongnya di jalan raya menjadi tindakan yang sangat berisiko bagi keselamatan fisik.

Selain itu, sistem rem parkir elektronik pada banyak model mobil listrik secara otomatis akan terkunci saat daya hilang atau sistem mendeteksi kegagalan. Tanpa adanya aliran listrik untuk melepas kunci rem parkir tersebut, roda belakang akan terseret dan tidak dapat berputar sama sekali jika dipaksa didorong. Memaksakan pergerakan roda dalam kondisi rem terkunci hanya akan merusak sistem mekanis rem dan menghancurkan ban kendaraan dalam waktu singkat.

3. Prosedur evakuasi yang aman menggunakan truk derek gendong

mobil sedang diderek (unsplash.com/fr0ggy5)

Cara paling aman dan sangat direkomendasikan untuk mengevakuasi mobil listrik yang mogok adalah dengan menggunakan layanan truk derek gendong atau towing flatbed. Dengan metode ini, keempat roda mobil listrik diangkat sepenuhnya ke atas bak truk sehingga tidak ada putaran roda yang terjadi selama perjalanan menuju bengkel atau stasiun pengisian daya terdekat. Prosedur ini sepenuhnya menghilangkan risiko terjadinya induksi listrik liar dan melindungi komponen transmisi tunggal yang biasanya sangat sensitif terhadap tarikan paksa.

Jika dalam kondisi darurat mobil harus digeser beberapa meter untuk alasan keamanan, pastikan untuk memeriksa buku manual mengenai fitur transport mode atau neutral mode darurat jika tersedia. Namun, tindakan menggeser ini hanya boleh dilakukan pada kecepatan yang sangat rendah dan jarak yang sangat pendek. Menggunakan jasa profesional yang memahami karakteristik kendaraan listrik adalah investasi terbaik untuk memastikan unit tetap dalam kondisi prima tanpa menambah kerusakan teknis yang tidak perlu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team