ilustrasi pengendara motor mengecek mesin kendaraannya (pexels.com/Mick Haupt)
Sebelum membahas apakah kebiasaan "ngegas" bisa membuat headlamp cepat putus, perlu dipahami dulu hubungan antara putaran mesin dan sistem kelistrikan motor. Disebut demikian karena saat mesin berputar, komponen pembangkit listrik seperti alternator atau spul ikut bekerja menghasilkan energi listrik. Semakin tinggi putaran mesin, keluaran tegangan listrik yang dihasilkan juga cenderung meningkat. Alternator, atau yang biasa disebut sebagai spul sendiri umumnya terpasang pada blok mesin. Sebagaimana dikutip dari situs resmi Yamaha Motor Indonesia, komponen ini punya peran penting untuk pengisian aki serta menjaga kestabilan tegangan listrik pada kendaraan.
Keluaran tegangan listrik dari alternator bergantung pada putaran mesin. Dalam pemeriksaan sistem pengisian (charging), seperti dikutip dari HELLA, perusahaan pemasok teknologi otomotif yang juga bergerak di bidang sistem pencahayaan dan elektronik kendaraan, tegangan alternator diukur pada kondisi mesin langsam, serta saat putaran mesin dinaikkan. Dengan demikian, artinya perubahan putaran mesin memang bisa mempengaruhi kerja sistem pembangkit listrik kendaraan.
Namun, bukan berarti setiap kali tuas gas ditarik lebih dalam, tegangan yang masuk ke headlamp akan terus naik tanpa batas. Sistem kelistrikan kendaraan punya komponen pengatur tegangan yang bertugas menjaga suplai listrik tetap berada pada tingkat yang sesuai. Pada titik inilah kiprok menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.