Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bukan Mesin, Ini Komponen Mobil yang Bekerja Paling Keras Saat Macet
ilustrasi kemacetan (pexels.com/Stan)
  • Kemacetan membuat beberapa komponen mobil bekerja lebih keras, terutama saat kendaraan sering berhenti lama di lalu lintas padat.
  • Sistem pendingin dan transmisi otomatis menerima beban berat karena harus menjaga suhu mesin serta melakukan perpindahan tenaga berulang dalam kondisi stop and go.
  • AC dan sistem pengereman juga bekerja ekstra di kemacetan, menyebabkan kompresor AC dan kampas rem lebih cepat aus meski jarak tempuh harian tidak jauh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kemacetan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas berkendara di kota-kota besar Indonesia. Banyak orang menganggap mesin menjadi komponen yang paling menderita ketika kendaraan terjebak dalam antrean panjang.

Padahal, ada sejumlah komponen lain yang justru menerima beban kerja lebih berat saat mobil bergerak lambat atau bahkan berhenti dalam waktu lama.

Dilansir dari beberapa sumber, jika kondisi ini terjadi setiap hari, umur pakai beberapa komponen bisa lebih pendek dibanding kendaraan yang sering melaju di jalan bebas hambatan.

1. Sistem pendingin bekerja tanpa henti

ilustrasi tutup radiator (freepik.com/jcomp)

Saat mobil melaju kencang, aliran udara dari depan kendaraan membantu proses pelepasan panas pada radiator. Kondisi ini berbeda ketika kendaraan terjebak macet.

Dalam situasi tersebut, kipas radiator harus bekerja lebih sering untuk menjaga suhu mesin tetap ideal. Semakin padat lalu lintas dan semakin tinggi suhu lingkungan, semakin berat pula tugas sistem pendingin.

Karena itu, kondisi radiator, kipas pendingin, coolant, dan thermostat harus selalu dijaga agar mesin tidak mengalami overheat saat menghadapi kemacetan panjang.

2. Transmisi otomatis menerima beban lebih besar

ilustrasi transmisi mobil (pexels.com/zhang guoxin)

Mobil bertransmisi otomatis sangat mengandalkan oli transmisi untuk menjaga kinerja komponen di dalamnya. Ketika menghadapi kondisi stop and go secara terus-menerus, transmisi bekerja lebih keras karena harus berulang kali melakukan perpindahan tenaga.

Panas yang dihasilkan pun meningkat dibanding saat mobil melaju konstan di jalan tol. Jika oli transmisi sudah menurun kualitasnya, performa perpindahan gigi dapat terasa kurang halus dan risiko keausan komponen meningkat.

Karena itu, pemilik mobil otomatis yang sehari-hari berkendara di area padat sebaiknya lebih disiplin dalam melakukan perawatan transmisi.

3. AC dan sistem pengereman ikut bekerja ekstra

Ilustrasi perbaikan rem mobil (pixabay/geraldoswald62)

Kemacetan sering terjadi di bawah terik matahari, membuat sistem AC harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu kabin tetap nyaman. Kompresor AC dan kipas pendingin kondensor menjadi komponen yang paling banyak menerima beban tambahan.

Di saat yang sama, sistem pengereman juga terus digunakan karena pengemudi harus berulang kali mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan. Kondisi stop and go membuat kampas rem lebih cepat aus dibanding penggunaan di jalan yang lancar.

Itulah sebabnya mobil yang sehari-hari digunakan di area perkotaan padat umumnya membutuhkan perhatian lebih terhadap sistem AC dan rem, meskipun jarak tempuh hariannya tidak terlalu tinggi.

Editorial Team

Related Article