Pabrik BYD diresmikan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (IDN Times/Fadhliansyah)
Sementara rencana lokalisasi baterai masih dikaji, BYD belum mengubah teknologi baterai yang digunakan pada kendaraan listriknya. Perusahaan saat ini tetap mengandalkan lithium iron phosphate atau LFP.
Teknologi tersebut dipilih karena telah dikuasai dan dinilai sudah terbukti dalam penggunaan kendaraan listrik BYD.
“Sementara ini BYD masih berfokus pada teknologi yang kita sudah kuasai dan proven yaitu menggunakan LFP,” tutur Luther.
Hal itu juga berarti penggunaan nikel belum menjadi fokus BYD untuk saat ini. Luther tidak menutup kemungkinan terhadap teknologi tersebut, tetapi menegaskan perusahaan masih berkonsentrasi pada teknologi yang sudah dikuasai.
“Kita bukan bilang nggak mungkin atau tidak, tapi sementara ini kita masih berfokus,” ujarnya.
Menurut Luther, pembahasan mengenai teknologi tersebut juga masih berada cukup jauh karena BYD sendiri belum masuk ke tahap manufaktur baterai di Indonesia.
“Apalagi kita belum masuk ke proses manufacturing baterai. Jadi kita masih jauh,” kata Luther.
Dengan demikian, lokalisasi baterai menjadi salah satu opsi strategis BYD untuk memperdalam kandungan lokal dan meningkatkan TKDN. Namun, hingga saat ini perusahaan belum menetapkan waktu pasti dimulainya produksi baterai secara domestik.