Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BYD Buka Peluang Lokalisasi Baterai untuk Dongkrak TKDN
Berbagai teknologi BYD turut dipamerkan (IDN Times/Fadhliansyah)

Jakarta, IDN Times - Rencana memperbesar kandungan lokal kendaraan listrik menjadi salah satu agenda PT BYD Motor Indonesia seiring dimulainya produksi kendaraan di fasilitas Subang. Salah satu komponen yang dinilai strategis untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) adalah baterai.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan BYD telah mempertimbangkan kemungkinan memproduksi baterai secara lokal. Meski begitu, perusahaan belum menetapkan kapan manufaktur baterai akan dimulai di Indonesia.

1. Baterai menjadi salah satu kunci peningkatan TKDN

Kapasitas pabrik BYD sebulan hampir 10 ribu unit (Dok. BYD)

Menurut Luther, lokalisasi baterai memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan TKDN kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia. Karena itu, komponen tersebut masuk dalam pertimbangan BYD dalam mengembangkan rantai produksi domestiknya.

“Dalam kalkulasi komponen TKDN, salah satu yang sangat penting untuk meningkatkan level TKDN itu adalah dari sisi lokalisasi baterai,” kata Luther di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Pengembangan baterai lokal akan melengkapi proses lokalisasi kendaraan yang telah berjalan. BYD sebelumnya juga mengembangkan ekosistem pendukung manufaktur, termasuk supplier komponen dan suku cadang lokal.

Namun, rencana tersebut belum sampai pada tahap penetapan jadwal produksi. BYD masih menjalankan proses pengembangan fasilitas dan ekosistem manufaktur secara bertahap.

2. Kemampuan manufaktur baterai BYD menjadi modal untuk lokalisasi

Pabrik BYD di Subang punya kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun (Dok. BYD)

BYD memiliki pengalaman dalam pengembangan dan produksi baterai secara global. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat perusahaan melihat peluang untuk mengembangkan aktivitas manufaktur baterai di Indonesia.

Luther menyebut BYD memiliki kemampuan untuk masuk ke aktivitas tersebut dengan memanfaatkan fasilitas dan ekosistem yang sedang dibangun.

“Kami tentunya juga mempertimbangkan hal itu, karena kami adalah pemain baterai terbesar di global dan dengan fasilitas sebesar ini, kita sangat mampu untuk masuk ke aktivitas,” ujarnya.

Meski begitu, pernyataan tersebut belum berarti BYD telah memastikan produksi baterai dimulai dalam waktu dekat. Perusahaan masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum masuk ke manufaktur baterai di Indonesia.

“Tinggal memang butuh proses ya, kita fokus dengan SML-nya dulu,” kata Luther.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan produksi baterai pada 2027 untuk mendukung target TKDN, Luther belum memberikan kepastian dan mengatakan informasi tersebut akan disampaikan ketika rencana sudah benar-benar final.

3. LFP masih menjadi teknologi utama BYD

Pabrik BYD diresmikan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (IDN Times/Fadhliansyah)

Sementara rencana lokalisasi baterai masih dikaji, BYD belum mengubah teknologi baterai yang digunakan pada kendaraan listriknya. Perusahaan saat ini tetap mengandalkan lithium iron phosphate atau LFP.

Teknologi tersebut dipilih karena telah dikuasai dan dinilai sudah terbukti dalam penggunaan kendaraan listrik BYD.

“Sementara ini BYD masih berfokus pada teknologi yang kita sudah kuasai dan proven yaitu menggunakan LFP,” tutur Luther.

Hal itu juga berarti penggunaan nikel belum menjadi fokus BYD untuk saat ini. Luther tidak menutup kemungkinan terhadap teknologi tersebut, tetapi menegaskan perusahaan masih berkonsentrasi pada teknologi yang sudah dikuasai.

“Kita bukan bilang nggak mungkin atau tidak, tapi sementara ini kita masih berfokus,” ujarnya.

Menurut Luther, pembahasan mengenai teknologi tersebut juga masih berada cukup jauh karena BYD sendiri belum masuk ke tahap manufaktur baterai di Indonesia.

“Apalagi kita belum masuk ke proses manufacturing baterai. Jadi kita masih jauh,” kata Luther.

Dengan demikian, lokalisasi baterai menjadi salah satu opsi strategis BYD untuk memperdalam kandungan lokal dan meningkatkan TKDN. Namun, hingga saat ini perusahaan belum menetapkan waktu pasti dimulainya produksi baterai secara domestik.

Topics

Editorial Team

Related Article