BYD Menang Gugatan Pencemaran Nama Baik, Blogger Otomotif Didenda Miliaran

- BYD memenangkan gugatan banding atas kasus pencemaran nama baik terhadap blogger otomotif, dengan keputusan pengadilan yang mewajibkan permintaan maaf publik dan denda sebesar 2 juta yuan.
- Pengadilan menegaskan hukuman bagi penyebar hoaks di industri otomotif, sementara BYD menegaskan komitmennya untuk melawan konten daring yang bersifat fitnah melalui jalur hukum.
- Meski menghadapi tantangan hukum, BYD tetap mencatat penjualan global 314.100 unit EV pada April 2026, naik bulanan 6,2% namun turun tahunan 15,7%.
Raksasa kendaraan listrik asal China, BYD, berhasil memenangkan babak akhir persidangan tingkat banding terkait kasus pencemaran nama baik di dunia maya. Pengadilan tinggi setempat secara resmi menolak argumen seorang pembuat konten otomotif dan menjatuhkan hukuman yang cukup berat.
Kasus hukum ini menjadi perhatian besar di industri otomotif global karena melibatkan nominal denda yang fantastis bagi seorang pelaku media sosial. Keputusan ini sekaligus menjadi bukti ketegasan pabrikan dalam melindungi citra komersial produk mereka dari penyebaran informasi palsu.
1. Kewajiban meminta maaf secara terbuka dan denda sebesar 2 juta yuan

Melansir laporan hukum yang dirilis oleh situs berita otomotif carnewschina.com, pengadilan tingkat kedua atau tingkat banding memerintahkan pemilik akun "Long Ge Talks EVs" untuk segera meminta maaf secara terbuka. Tidak hanya itu, sang pembuat konten juga diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 2 juta yuan atau setara dengan 293.000 dolar AS (sekitar 4,6 miliar rupiah) kepada pihak BYD. Menindaklanjuti putusan tersebut, sang blogger akhirnya mengunggah video permintaan maaf pada pekan ini di media sosial miliknya.
Dalam pernyataan resminya di dalam video, sang blogger mengakui bahwa konten yang diunggah sebelumnya mengenai perbaikan sistem baterai, motor penggerak, dan kontrol kelistrikan BYD memuat pernyataan yang tidak pantas. Pihak pengadilan menemukan fakta bahwa video-video perbaikan kendaraan tersebut memuat klaim sepihak yang sama sekali tidak memiliki bukti teknis yang terverifikasi. Akibatnya, konten yang disebarkan secara masif tersebut dinilai telah merusak reputasi komersial serta citra produk BYD di mata masyarakat luas.
2. Ketegasan hukum bagi penyebar hoaks di industri otomotif

Gugatan hukum yang dimenangkan oleh BYD ini sebenarnya sudah bergulir cukup lama dan pertama kali diungkap ke publik pada bulan Desember 2025 melalui putusan sidang tingkat pertama. Pengadilan menyatakan bahwa akun "Long Ge Talks EVs" beserta akun jaringan servisnya, "Managedian New Energy Auto Repair", terbukti merekayasa dan menyebarkan berita bohong di platform digital populer seperti Douyin dan WeChat Channels. Kasus ini menambah panjang daftar persidangan serupa yang melibatkan para produsen mobil besar di China seperti Great Wall Motor dan XPeng dalam melawan kreator konten nakal.
Blogger yang bersangkutan ternyata tidak hanya bermasalah dengan BYD, karena dirinya juga menghadapi tuntutan hukum terpisah dari merek Seres dan Aito yang berujung pada kewajiban membayar denda tambahan sebesar 160.000 yuan. Menanggapi maraknya kasus hoaks ini, Jenderal Manajer Humas dan Merek BYD, Li Yunfei, memberikan pernyataan tegas melalui akun media sosialnya. "Perusahaan menerima kritik obyektif dan pelaporan berbasis fakta, tetapi kami akan terus menggunakan jalur hukum terhadap konten daring yang direkayasa atau bersifat memfitnah," ujar Li Yunfei.
3. Realitas performa penjualan global di tengah tantangan pasar

Di tengah perjuangan hukumnya dalam membersihkan nama baik perusahaan di pengadilan, BYD tetap menunjukkan performa bisnis yang dinamis di pasar otomotif global. Berdasarkan data statistik terbaru dari China EV DataTracker, volume penjualan kendaraan listrik (EV) BYD secara global berhasil menyentuh angka 314.100 unit sepanjang bulan April 2026. Angka penjualan pada bulan tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,2 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada bulan Maret yang mengantongi total penjualan sebanyak 295.639 unit.
Kendati demikian, jika grafik penjualan tersebut dibandingkan secara tahunan (year-on-year), performa penjualan pada bulan April 2026 justru mengalami penurunan sebesar 15.7 persen. Penurunan performa pasar ini menjadi tantangan tersendiri bagi BYD untuk terus menjaga konsistensi penjualan mereka, mengingat pada bulan Desember 2025 yang lalu penjualan global mereka sempat meroket tajam hingga mencapai angka 414.784 unit dalam satu bulan.



















