Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa di Indonesia Menggunakan Lajur Kiri? Ini Alasannya

Kenapa di Indonesia Menggunakan Lajur Kiri? Ini Alasannya
ilustrasi jalanan (unsplash.com/Abdul Ridwan)
Intinya Sih
  • Sistem lajur kiri di Indonesia berasal dari masa penjajahan Belanda yang sejak 1596 telah menerapkan aturan berkendara di sisi kiri dan terus dipertahankan hingga kini.

  • Penggunaan lajur kiri membuat posisi setir mobil berada di kanan agar pengemudi lebih mudah memantau jalan, sekaligus menyesuaikan desain kendaraan.

  • Sekitar 35 persen negara di dunia juga menggunakan sistem lajur kiri, tersebar di berbagai benua termasuk Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bagi kamu yang sering bepergian pasti sadar kalau Indonesia menganut sistem Left-Hand Traffic (LHT). Hal itu membuat pengendara berjalan di lajur kiri. Sistem tersebut sudah digunakan sangat lama sehingga semua orang seakan-akan terbiasa. Namun, tahukah kamu mengapa Indonesia menganut sistem tersebut?

Salah satu alasan kenapa di Indonesia menggunakan lajur kiri ada hubungannya dengan pemerintah kolonial, lho. Bahkan, peraturannya sudah ada sejak 1500-an. Penasaran bagaimana sejarah dan asal usulnya? Yuk, cari tahu lewat artikel ini!

Table of Content

1. Kenapa di Indonesia menggunakan lajur kiri?

1. Kenapa di Indonesia menggunakan lajur kiri?

Negara yang menggunakan lajur kiri umumnya adalah bekas jajahan Inggris pada masa kolonial. Menariknya, evolusi sistem lajur kiri di Indonesia sedikit unik karena Inggris tak menjajah dalam waktu lama. Penjajah paling berkuasa justru Belanda yang konon disebut menduduki Indonesia selama sekitar 350 tahun.

Saat pertama masuk ke Indonesia pada 1596, Belanda masih menggunakan lajur kiri. Setelah menduduki dan menguasai Indonesia, akhirnya Belanda mengaplikasikan sistem lajur kiri di Tanah Air. Berkat pengaruh Belanda yang kuat dan penjajahan sangat lama, akhirnya masyarakat Indonesia mulai terbiasa menggunakan lajur kiri. Hal tersebut membuat penggunaan lajur kiri ditetapkan secara resmi, bahkan setelah Indonesia merdeka.

Menariknya, Belanda sudah mengganti sistem mengemudinya menjadi lajur kanan. Perubahan tersebut mulai terjadi pada 1789 bersamaan dengan Revolusi Prancis. Saat itu, kebanyakan negara di Eropa (termasuk Belanda) mulai mengaplikasikan sistem lajur kanan secara perlahan. Adapun beberapa negara, seperti Inggris, masih mempertahankan lajur kiri hingga sekarang.

2. Pengaruh penggunaan lajur kiri

kenapa di Indonesia pakai jalur kiri
ilustrasi jalanan (unsplash.com/Inna Safa)

Menggunakan lajur kiri, maka ada sedikit penyesuaian bagi pengemudi dan mobil yang beredar di Indonesia. Salah satunya posisi kemudi yang berada di bagian kanan mobil.

Posisi di kanan memudahkan pengemudi untuk melihat jalan dengan lebih luas. Aturan tersebut secara langsung juga memaksa pabrikan untuk merancang mobil dengan setir di bagian kanan.

Jika pergi ke negara yang menggunakan lajur kanan (seperti Amerika Serikat), kamu perlu beradaptasi. Pasalnya, kebiasaan menyetir di lajur kiri sudah mengakar pada dirimu. Ketika pertama kali menyetir di lajur kanan, mungkin kamu akan merasa aneh dan tak biasa.

3. Negara selain Indonesia yang menggunakan lajur kiri

Dilansir worldstandards, sekitar 35 persen negara di dunia menggunakan lajur kiri dan salah satunya Indonesia. Ada puluhan negara yang menganut sistem tersebut dan mereka tersebar di berbagai benua seperti Amerika, Eropa, Afrika, hingga Asia.

Penasaran negara apa saja? Berikut daftar lengkapnya.

Negara yang Menggunakan Lajur Kiri

Negara yang Menggunakan Lajur Kiri

Benua/Daerah

Negara

Asia

Bangladesh, Bhutan, Brunei, Timor Leste, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Makau, Malaysia, Maldives, Nepal, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand.

 

Eropa

Kepulauan Channel, Siprus, Ireland Isle of Man, Malta, dan Inggris.

Amerika Selatan

Guyana dan Suriname.

Oseania

Australia, Fiji, Kiribati, Nauru, Selandia Baru, Niue. Kepulauan Pitcairn, Papua Nugini, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, dan Tuvalu.

Kepulauan Karibia dan Samudra Atlantik

Anguilla, Antigua and Barbuda, Kepulauan Bahamas, Barbados Bermuda, Kepulauan British Virgin, Kepualauan Cayman, Dominila Kepulauan Falkland, Grenada, Jamaika Montserrat Saint Helena, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, Trinidad and Tobago, Kepualauan, Turks and Caicos, dan Kepulauan Virgin.

Afrika

Botswana, Kenya, Lesotho, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia Seychelles, Afrika Selatan, Swaziland Tanzania, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe.

Itulah alasan dan asal-usul kenapa di Indonesia menggunakan lajur kiri. Sebagai warga negara yang taat peraturan, kamu juga harus mengikuti peraturan tersebut. Jangan sekali-kali menyetir di lajur kanan karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

FAQ seputar kenapa di Indonesia menggunakan lajur kiri

Kenapa di Indonesia menggunakan lajur kiri?

Indonesia menggunakan lajur kiri karena pengaruh dari penjajahan Belanda. Ketika menjajah, Belanda menggunakan lajur kiri dan kemudian mengaplikasikannya di Indonesia.

Apakah penggunaan lajur kiri di Indonesia diterapkan ke semua daerah?

Iya, penggunaan lajur kiri diterapkan ke semua daerah dari Sabang sampai Merauke, entah itu di kota, kabupaten, bahkan desa sekalipun.

Apa yang terjadi jika pengendara mengemudi di lajur kanan?

Jika mengemudi di lajur kanan pengemudi berpotensi menimbulkan kemacetan, menghambat kendaraan lain, hingga memicu kecelakaan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More