BYD Patenkan Baterai Solid-State Baru, Siap Dobrak Pasar Global

- BYD mendaftarkan paten baterai solid-state dengan membran elektrolit padat komposit untuk meningkatkan konduktivitas ionik dan kekuatan mekanis, menandai langkah besar dalam riset teknologi baterai berbasis sulfida.
- Meski sudah mencapai tahap terobosan kritis, BYD masih menghadapi tantangan teknis dan biaya dalam komersialisasi massal, termasuk stabilitas antarmuka padat-padat serta penekanan dendrit litium.
- Persaingan produsen baterai Tiongkok makin ketat sementara BYD tetap dominan dengan baterai LFP, namun menargetkan uji coba produksi solid-state dan pengembangan natrium-ion generasi ketiga pada 2027.
Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi mendaftarkan paten terbaru untuk membran elektrolit padat komposit yang akan digunakan pada baterai solid-state. Langkah ini memperkuat gelombang pengembangan teknologi baterai berbasis sulfida yang tengah digalakkan oleh industri kendaraan listrik di negara tersebut.
Berdasarkan dokumen dari Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok, seperti dikutip dari carnewschina.com paten berkode CN121983643A ini mencakup metode pembuatan membran, struktur baterai, hingga paket baterai untuk perangkat elektrik. Inovasi ini memadukan partikel elektrolit anorganik dengan jaringan serat polimer demi mendongkrak konduktivitas ionik serta kekuatan mekanis baterai.
1. Hambatan teknis yang dihadapi dalam komersialisasi

Meskipun paten telah didaftarkan, BYD belum mengungkap data spesifik mengenai kepadatan energi, performa pengisian daya, maupun estimasi biaya produksinya. Kepala Ilmuwan BYD, Lian Yubo, sempat menyatakan bahwa pengembangan baterai all-solid-state milik perusahaan sebenarnya sudah memasuki "tahap terobosan kritis".
Namun, proses komersialisasi secara massal masih terganjal oleh kompleksitas teknik, pengendalian biaya, dan tantangan hasil produksi. Lian Yubo juga menegaskan, "Industri harus fokus pada pengembangan sistem rantai penuh, bukan hanya mengoptimalkan sel baterai individual." Hambatan inti seperti stabilitas antarmuka padat-padat dan penekanan dendrit litium masih menjadi fokus utama yang harus diselesaikan.
2. Persaingan ketat antarprodusen baterai di Tiongkok

Langkah BYD ini memanaskan persaingan di antara para produsen baterai Tiongkok yang sedang berlomba memproduksi prototipe berkapasitas besar. Menurut laporan dari carnewschina.com, beberapa kompetitor BYD juga telah memamerkan taji mereka; misalnya CALB yang memperkenalkan prototipe baterai solid-state 60 Ah dengan kepadatan energi di atas 450 Wh/kg.
Di sisi lain, Chery mengembangkan baterai serupa dengan kepadatan 400 Wh/kg untuk uji integrasi kendaraan pada 2027, sementara CATL dan GAC juga gencar menyiapkan lini produksi percontohan mereka.
3. Dominasi baterai LFP di tengah riset teknologi baru

Di tengah ambisi besar pengembangan baterai masa depan ini, data pasar menunjukkan bahwa BYD saat ini masih sangat bergantung pada penggunaan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP). Berdasarkan data China EV DataTracker sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026, seluruh volume instalasi baterai kendaraan listrik BYD masih didominasi total oleh jenis LFP.
Pada April 2026, volume instalasi baterai BYD tercatat mencapai 10,49 GWh dengan pangsa pasar sebesar 16,8 persen. Melalui riset solid-state ini, BYD berharap dapat melakukan uji coba produksi perdana pada tahun 2027 sekaligus mengembangkan baterai natrium-ion generasi ketiga.


















