Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ciri-ciri Aki Mobil yang Sudah Tidak Layak Diisi Ulang

Ciri-ciri Aki Mobil yang Sudah Tidak Layak Diisi Ulang
ilustrasi aki mobil (vecteezy.com/wattanaphob kappago)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Aki dengan bodi membengkak menandakan kerusakan internal permanen akibat gas dan panas berlebih; pengisian ulang berisiko menyebabkan kebocoran asam atau ledakan.
  • Tegangan yang cepat turun dalam hitungan jam setelah disetrum menunjukkan sel penyimpan telah aus dan kapasitas kimiawinya hilang permanen.
  • Pada aki basah, elektrolit keruh, kecokelatan, atau menghitam menandakan pelat timbal rontok; reaksi kimia tak lagi berjalan sehingga aki perlu diganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondisi aki mobil yang mulai melemah sering kali memicu keraguan bagi para pemilik kendaraan. Banyak orang yang tergesa-gesa membawa aki tekor ke tempat penyetruman dengan harapan fungsinya dapat kembali normal seperti sedia kala.

Namun, tidak semua aki yang mengalami penurunan daya masih layak untuk disetrum atau diisi ulang kembali. Mengisi daya pada aki yang sudah rusak secara fisik maupun kimia hanya akan membuang waktu dan berisiko merusak komponen kelistrikan.

1. Perubahan bentuk fisik bodi aki yang membengkak

ilustrasi aki mobil (freepik.com/tongstocker1987)
ilustrasi aki mobil (freepik.com/tongstocker1987)

Bodi aki yang terlihat cembung atau membengkak pada bagian sisinya menjadi tanda utama bahwa komponen internal telah mengalami kerusakan parah. Pembengkakan ini terjadi akibat penumpukan gas berlebih dan suhu panas ekstrem saat proses kimia di dalam sel berlangsung tidak seimbang.

Kondisi sel-sel timbal di dalamnya umumnya sudah saling bersentuhan atau terdistorsi secara permanen. Memaksa untuk menyetrum ulang aki dengan ciri fisik seperti ini sangat berbahaya karena berpotensi memicu kebocoran zat asam hingga ledakan.

2. Tegangan listrik tidak mampu bertahan setelah disetrum

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)

Aki yang masih sehat seharusnya mampu menyimpan arus listrik dan mempertahankan tegalan stabil di angka dua belas voltase atau lebih. Jika tegangan langsung merosot drastis hanya dalam hitungan jam setelah proses pengisian selesai, hal itu menandakan sel simpan telah aus.

Ketidakmampuan menyimpan muatan energi ini disebabkan oleh endapan kristal timbal sulfat yang telah melapisi seluruh permukaan pelat. Mengulang proses pengisian daya tidak akan menyelesaikan masalah karena kapasitas simpan kimiawinya sudah hilang secara permanen.

3. Cairan elektrolit berubah warna menjadi keruh atau menghitam

ilustrasi aki mobil (freepik.com/senivpetro)
ilustrasi aki mobil (freepik.com/senivpetro)

Pemeriksaan warna cairan elektrolit pada aki basah dapat menjadi indikator langsung untuk menilai kesehatan komponen internalnya. Cairan air aki yang normal dan sehat seharusnya selalu terlihat bening tanpa adanya endapan atau perubahan warna.

Jika cairan berubah menjadi keruh, kecokelatan, atau bahkan menghitam, hal tersebut menandakan bahwa pelat timbal di dalam sel telah rontok. Serbuk pelat yang hancur dan bercampur dengan air aki membuat proses reaksi kimia tidak dapat berlangsung lagi, sehingga aki wajib diganti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More