Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menahan Beban Baterai, Ini Tips Merawat Kaki-kaki Mobil Listrik

Menahan Beban Baterai, Ini Tips Merawat Kaki-kaki Mobil Listrik
Ilustrasi pengecekan komponen pada kaki-kaki mobil (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mobil listrik membebani suspensi lebih berat karena bobot baterai dan torsi instan, sehingga komponen seperti bushing, ball joint, serta lengan ayun berpotensi lebih cepat aus.
  • Pengemudi disarankan berakselerasi halus dan bertahap, serta memperlambat kendaraan saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur untuk mengurangi tekanan ekstrem pada kaki-kaki.
  • Tekanan angin ban perlu dijaga sesuai spesifikasi pabrikan dan rotasi ban dilakukan berkala agar beban merata, keausan roda seimbang, serta kinerja suspensi tetap optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kendaraan listrik makin banyak digunakan masyarakat karena menawarkan kenyamanan ekstra dan operasional yang efisien. Namun, komponen suspensi atau kaki-kaki pada mobil berbasis baterai ini bekerja jauh lebih berat dibandingkan dengan mobil bensin konvensional.

Bobot kendaraan yang lebih berat serta lonjakan torsi instan menjadi penyebab utama komponen peredam guncangan lebih cepat aus. Penerapan gaya berkendara yang tepat dapat menjadi solusi ampuh untuk menjaga keawetan sistem suspensi agar tetap kokoh.

1. Mengatur akselerasi secara bertahap saat mulai melaju

Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir
Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik)

Mobil listrik memiliki karakter unik berupa penyaluran tenaga yang langsung melimpah sejak pedal gas pertama kali ditekan. Hentakan instan ini memberikan tekanan mekanis yang cukup besar pada bagian bushing, ball joint, dan lengan ayun roda.

Pengemudi disarankan untuk menekan pedal gas secara halus dan bertahap agar lonjakan torsi tidak langsung menghantam komponen peredam. Langkah sederhana ini efektif mengurangi beban kejut pada sistem suspensi sekaligus menghemat energi baterai.

2. Mengurangi kecepatan saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur

ilustrasi polisi tidur (pexels.com/Denis Trushtin)
ilustrasi polisi tidur (pexels.com/Denis Trushtin)

Beban baterai yang berat di bagian dasar sasis membuat guncangan akibat permukaan jalan tidak rata terasa lebih keras. Menghantam lubang atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi akan mempercepat keausan material karet dan besi peredam.

Memperlambat laju kendaraan sebelum melintasi area bergelombang menjadi kebiasaan penting yang wajib diterapkan. Hal ini memberikan ruang bagi komponen kaki-kaki untuk meredam benturan secara alami tanpa mengalami tekanan ekstrem secara mendadak.

3. Memeriksa tekanan angin ban dan melakukan rotasi secara berkala

ilustrasi isi tekanan angin ban mobil
ilustrasi isi tekanan angin ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kondisi tekanan angin pada ban sangat berpengaruh terhadap distribusi beban kendaraan saat melaju di jalan raya. Ban yang kekurangan angin membuat kerja sistem suspensi menjadi semakin berat dalam menopang bobot kendaraan yang tinggi.

Selain menjaga tekanan angin sesuai spesifikasi pabrikan, pemindahan posisi atau rotasi ban secara berkala sangat dianjurkan. Prosedur ini membantu meratakan tingkat keausan pada keempat roda sehingga keseimbangan dan kinerja kaki-kaki tetap terjaga optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More