Proses produksi mobil BYD di Pabrik Subang (Dok. BYD)
Selain kesiapan lini produksi, BYD juga mempertimbangkan volume penjualan ketika menentukan model yang akan diproduksi di Indonesia.
Luther mengatakan produk dengan kontribusi volume signifikan menjadi prioritas karena produksi domestik membutuhkan skala yang memadai untuk menjaga efisiensi.
“Strategi produk itu juga perlu memperhatikan optimalisasi produksi manufaktur. Mungkin secara sederhana harusnya yang benar-benar memberikan volume yang cukup signifikan seoptimal mungkin agar diproduksi di fasilitas domestik,” jelasnya.
Saat ini BYD secara bertahap memproduksi sejumlah model di Indonesia, termasuk Atto 1 dan M6. Produksi dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan pasar dan konfigurasi fasilitas.
Kapasitas pabrik BYD di Subang sendiri mencapai hingga 150.000 unit per tahun. Dalam tahap ramp-up, kemampuan produksi bulanan disebut telah mendekati 10.000 unit.
Karena itu, peluang produksi Denza akan sangat bergantung pada hasil evaluasi BYD terhadap volume pasar, konfigurasi lini, serta efisiensi fasilitas yang tersedia.