Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekspor Toyota Indonesia Tembus 3,3 Juta Unit ke 100 Negara
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih Primaniyarta Awards 2026 (Dok. TMMIN)
  • Toyota Indonesia meraih Primaniyarta Awards 2026 setelah mengekspor lebih dari 3,3 juta kendaraan utuh ke lebih dari 100 negara sejak 1987, dengan dukungan perjanjian perdagangan bebas.

  • Hingga kuartal III 2026, ekspor CBU Toyota mencapai 223.696 unit atau 60,3 persen ekspor nasional; ekspor hybrid mencapai 25.752 unit, naik 64 persen.

  • Ekosistem ekspor TMMIN melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan 760 pemasok, serta mencakup komponen, mesin, perangkat produksi, dan rencana pengiriman komponen purnajual ke Amerika Serikat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1987

Toyota Indonesia memulai ekspor kendaraan.

Hingga September 2026

Toyota Indonesia mencatat ekspor kumulatif 3.375.490 unit kendaraan utuh ke berbagai kawasan dunia.

Sepanjang kuartal ketiga 2026

Ekspor kendaraan utuh Toyota mencapai 223.696 unit, berkontribusi 60,3 persen terhadap ekspor CBU nasional.

Hingga kuartal ketiga 2026

Ekspor Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit, tumbuh 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rabu (14/10/2026)

TMMIN meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA. Penghargaan ini mengakui pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas untuk memperluas ekspor.

14–18 Oktober 2026

TMMIN menampilkan produk kendaraan elektrifikasi dan produk lokal binaan dalam Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD.

paruh kedua 2026

TMMIN berencana merealisasikan ekspor HEV battery pack assembly serta mengirim komponen otomotif purnajual langsung ke Amerika Serikat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA, setelah ekspor kendaraan utuhnya mencapai 3.375.490 unit ke lebih dari 100 negara hingga September 2026.
  • Who?
    PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Menteri Perdagangan Budi Santoso, Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana, serta 760 pemasok dan sekitar 360.000 tenaga kerja terlibat.
  • Where?
    Kendaraan Toyota buatan Indonesia dikirim ke negara-negara di Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania. TMMIN juga mengikuti Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
  • When?
    Penghargaan diserahkan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Data ekspor kumulatif tercatat hingga September 2026, sedangkan Trade Expo Indonesia berlangsung 14–18 Oktober 2026.
  • Why?
    Penghargaan diberikan atas pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas oleh TMMIN untuk memperluas ekspor kendaraan buatan Indonesia, termasuk melalui IJEPA, ATIGA, dan IUAE-CEPA.
  • How?
    TMMIN memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas, mengekspor kendaraan utuh, komponen, mesin, dan perangkat produksi. Ekspor hybrid mencapai 25.752 unit hingga kuartal ketiga 2026, tumbuh 64 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Toyota Indonesia mendapat hadiah karena banyak mengirim mobil buatan Indonesia. Sejak 1987, Toyota sudah mengirim lebih dari 3,3 juta mobil ke 100 negara. Mobil hybrid juga makin banyak dikirim. Ada sekitar 360 ribu pekerja dan 760 pemasok yang membantu. Sekarang Toyota mau kirim baterai hybrid dan bagian mobil ke negara lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pencapaian Toyota Indonesia menunjukkan bahwa pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas dapat menghubungkan kapasitas manufaktur domestik dengan pasar yang luas. Pertumbuhan ekspor hybrid, rencana pengiriman battery pack, serta keterlibatan 360.000 tenaga kerja dan 760 pemasok menggambarkan ekosistem ekspor yang makin beragam, dengan produk dan komponen Indonesia mengambil peran di rantai pasok global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA).

Penghargaan yang diserahkan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi pengakuan atas kontribusi Toyota dalam memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas untuk memperluas ekspor kendaraan buatan Indonesia.

Sejak memulai ekspor kendaraan pada 1987, Toyota Indonesia telah mengirimkan lebih dari 3,3 juta unit kendaraan utuh ke lebih dari 100 negara. Selain mobil, ekspor Toyota juga mencakup komponen kendaraan, mesin, serta perangkat produksi yang mendukung rantai pasok otomotif global.

1. Ekspor Toyota berkontribusi 60,3 persen terhadap nasional

Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto (Dok. TMMIN)

Hingga September 2026, Toyota Indonesia mencatat ekspor kumulatif sebanyak 3.375.490 unit kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU). Kendaraan tersebut dikirim ke berbagai negara di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.

Sepanjang kuartal III-2026, ekspor kendaraan utuh Toyota mencapai 223.696 unit. Angka ini berkontribusi sebesar 60,3 persen terhadap total ekspor CBU nasional yang mencapai 371.260 unit, sekaligus tumbuh 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam memperluas pasar, TMMIN memanfaatkan sejumlah perjanjian perdagangan bebas, termasuk Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

“Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, Rabu (14/10/2026).

2. Ekspor mobil hybrid tumbuh 64 persen

Hingga September 2026, Toyota Indonesia mencatat ekspor kumulatif sebanyak 3.375.490 unit kendaraan utuh (Dok. TMMIN)

Selain kendaraan bermesin konvensional, Toyota Indonesia juga memperkuat ekspor kendaraan elektrifikasi. Hingga kuartal III-2026, ekspor Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit, tumbuh 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. TMMIN juga berencana merealisasikan ekspor hybrid electric vehicle (HEV) battery pack assembly pada paruh kedua 2026.

Langkah ini memperluas kontribusi manufaktur Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi, tidak hanya melalui produksi kendaraan utuh, tetapi juga komponen utamanya.

“Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan elektrifikasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam produksi dan ekspor kendaraan dengan teknologi tersebut,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, Rabu (14/10/2026).

3. Libatkan 360 ribu tenaga kerja dan 760 pemasok

Penghargaan yang diserahkan Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi pengakuan atas kontribusi Toyota (Dok. TMMIN)

Di balik kegiatan ekspor tersebut, TMMIN didukung ekosistem manufaktur yang melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, TMMIN turut menampilkan sejumlah produk, di antaranya Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) Cut Body dan Innova Zenix HEV Cash Carrier Vehicle (CCV), serta Kopi Wonosalam yang menjadi produk lokal binaan sejak 2024 melalui penerapan Toyota Production System (TPS).

TMMIN juga berencana mengirimkan komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual secara langsung ke Amerika Serikat pada paruh kedua 2026. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan produk manufaktur bernilai tambah dan perluasan kontribusi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.

Curated For You

Editorial Team

Related Article