Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gebrak Industri Otomotif: BYD Resmi Rilis Cip Swakemudi 4 Nanometer
BYD Sealion 7 (byd.com)
  • BYD meluncurkan cip swakemudi 4 nanometer bernama Xuanji A3 yang diklaim sebagai cip otonom pertama buatan China dengan efisiensi energi 20 persen lebih hemat dari pesaingnya.
  • Cip Xuanji A3 mampu mengintegrasikan tiga domain utama kendaraan—kokpit cerdas, sistem bantuan pengemudi, dan propulsi listrik—dalam satu platform komputasi untuk meningkatkan kecepatan serta efisiensi data.
  • BYD berkomitmen mendemokratisasi teknologi swakemudi premium melalui pembaruan OTA agar mobil terjangkau seperti Seagull dan Dolphin dapat menikmati fitur LiDAR 'God’s Eye' dengan biaya produksi minimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa kendaraan listrik asal China, BYD, kembali membuat gebrakan besar di panggung teknologi otomotif global. Melalui sebuah acara peluncuran megah di kantor pusatnya, perusahaan ini resmi memperkenalkan komponen semikonduktor mandiri terbaru yang siap merevolusi masa depan mobil swakemudi.

Langkah agresif ini tidak hanya memperkuat posisi mereka di pasar mobil listrik dunia, melainkan juga menjadi bukti nyata kemandirian teknologi China dalam menghadapi persaingan global yang kian ketat. Kehadiran inovasi ini diprediksi akan mengubah peta persaingan teknologi asisten pengemudi pintar secara drastis.

1. Keunggulan efisiensi energi cip Xuanji A3 mengalahkan kompetitor

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Berdasarkan ulasan mendalam dari situs berita otomotif carnewschina.com, cip mutakhir bernama Xuanji A3 ini dirancang dengan arsitektur fabrikasi 4 nanometer (nm) yang sangat rapat. Ukuran transistor yang semakin kecil ini memungkinkan performa komputasi yang jauh lebih bertenaga tanpa mengorbankan efisiensi daya kendaraan listrik. Chief Executive Officer BYD, Wang Chuanfu, menyatakan secara langsung, “Sebagai cip otonom 4 nm pertama di China yang dikembangkan sendiri, ini mewakili level tertinggi cip otonom China.”

Wang juga menambahkan bahwa Xuanji A3 memiliki efisiensi energi terbaik di industrinya dengan konsumsi daya 20 persen lebih hemat dibandingkan dengan produk semikonduktor sejenis di pasaran. Kehadiran teknologi ini sekaligus berhasil melampaui pencapaian raksasa teknologi lain seperti Huawei yang saat ini masih memproduksi cip berukuran 7 nanometer.

2. Integrasi tiga domain utama kendaraan dalam satu sistem komputasi

interior BYD Sealion 7 (byd.com)

Inovasi utama dari Xuanji A3 terletak pada kemampuannya untuk menyatukan ekosistem digital di dalam kendaraan listrik secara terpadu. Rangkaian perangkat lunak terintegrasi dalam platform komputasi baru buatan BYD ini mampu mempercepat kinerja tiga domain utama yang sebelumnya beroperasi secara terpisah.

Ketiga sektor vital tersebut meliputi area kokpit cerdas yang mengatur kontrol dasbor, fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS), serta sistem propulsi penggerak listrik inti. Dengan menyatukan ketiga fungsi ini dalam satu otak elektronik, pemrosesan data kendaraan menjadi jauh lebih cepat, responsif, dan mampu mengoptimalkan kinerja baterai secara keseluruhan demi kenyamanan serta keselamatan penumpang sepanjang perjalanan.

3. Demokratisasi teknologi swakemudi premium untuk mobil murah

BYD Seal (byd.com)

Selain kecanggihan teknis, misi terbesar BYD melalui peluncuran ini adalah membawa fitur premium ke segmen kendaraan massal yang lebih terjangkau. Melalui pembaruan sistem end-to-end tanpa peta yang dijadwalkan meluncur via Over-the-Air (OTA) mulai akhir tahun, model mobil ramah kantong seperti BYD Seagull dan Dolphin nantinya dapat menikmati fitur keselamatan berbasis sensor LiDAR yang dikenal sebagai sistem "God's Eye".

Teknologi sensor cahaya laser pembentuk gambar 3D ini biasanya hanya menjadi konsumsi mobil kelas mewah yang berharga mahal. Komitmen pemangkasan harga fitur keselamatan pintar ini ditegaskan kembali oleh Wang Chuanfu yang mengungkapkan, “Paket fitur tambahan kami adalah yang paling murah di industri ini, karena kami menawarkannya hanya seharga biaya produksinya saja.”

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article