Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Geely Tantang BYD dalam Perang Charger Supercepat di China
BYD Atto 2 (byd.com/eu)
  • Geely menerapkan Smart Charging C12 di lima kota China, dengan daya puncak 2.250 kW per konektor untuk mempercepat pengisian kendaraan listrik.
  • Geely mengklaim Zeekr 001 dan Lynk & Co 10 dapat terisi dari 10% ke 70% dalam 4,5 menit, meski kendaraan saat ini menerima maksimum sekitar 1.100 kW.
  • BYD menargetkan 20.000 stasiun flash charging di China pada 2026, sementara Geely mengembangkan arsitektur 1.000 volt dan sistem AI untuk pengisian lebih cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Geely membuat charger mobil listrik sangat cepat di lima kota di China. Charger ini bisa mengisi baterai mobil Zeekr dan Lynk dari 10 sampai 70 persen dalam sekitar 4 menit. BYD juga sedang membuat banyak tempat charger cepat. Sekarang mereka sama-sama ingin orang tidak lama menunggu baterai mobil penuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persaingan mobil listrik China kini tidak hanya berlangsung lewat harga, desain, dan jarak tempuh. Infrastruktur pengisian baterai juga menjadi arena baru yang diperebutkan para produsen. Geely mulai menantang BYD melalui teknologi charger berdaya sangat tinggi yang mampu memangkas waktu pengisian mobil listrik.

Geely telah menerapkan Smart Charging C12 di lima kota di China. Teknologi ini menawarkan daya puncak hingga 2.250 kW per konektor. Langkah tersebut muncul ketika BYD juga agresif memperluas jaringan flash charging di Negeri Tirai Bambu.

1. Geely hadir dengan charger 2.250 kW

potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)

Mengutip CarNewsChina.com, Geely sudah menerapkan Smart Charging C12 di Hangzhou, Shanghai, Ningbo, Jiaxing, dan Xi’an. Stasiun ini menggunakan teknologi pengisian 12C dengan tegangan puncak 1.500 volt dan arus maksimum 1.500 ampere.

Angka 2.250 kW menjadi salah satu daya tarik utama charger tersebut. Geely mengklaim teknologi ini dapat mengisi baterai Zeekr 001 dan Lynk & Co 10 dari 10 persen hingga 70 persen dalam 4 menit 30 detik. Sementara pengisian hingga 97 persen membutuhkan waktu sekitar 8 menit 40 detik.

2. BYD lebih dulu agresif bangun jaringan

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Di sisi lain, BYD juga tengah memperluas teknologi flash charging secara besar-besaran. CarNewsChina.com sebelumnya melaporkan BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun flash charging di China sepanjang 2026, setelah sebelumnya mengumumkan rencana pembangunan 10.000 stasiun.

Persaingan ini menunjukkan bahwa produsen mobil listrik mulai melihat kecepatan pengisian sebagai bagian penting dari pengalaman pengguna. Semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai, semakin kecil pula perbedaan pengalaman antara mengisi mobil listrik dan mengisi bahan bakar mobil konvensional.

3. Geely siapkan teknologi yang lebih tinggi

BYD Sealion 7 (byd.com)

Geely tidak berhenti pada Smart Charging C12. Perusahaan juga sedang mengembangkan arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt yang ditujukan untuk menghasilkan waktu pengisian lebih singkat. Geely menargetkan pengisian baterai dari 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 5,5 menit.

Untuk teknologi yang tersedia saat ini, Zeekr 001 dan Lynk & Co 10 menerima daya pengisian maksimum sekitar 1.100 kW. Sementara kemampuan maksimum Smart Charging C12 mencapai 2.250 kW. Artinya, kemampuan charger tersebut masih lebih tinggi dibanding daya yang saat ini dapat diterima kedua kendaraan tersebut.

Geely juga memasukkan kecerdasan buatan ke dalam sistem pengisian. Algoritmanya diklaim mampu memprediksi perubahan temperatur internal baterai hingga 30 detik sebelumnya sehingga daya dapat disesuaikan secara dinamis. Temperatur maksimum baterai disebut dapat dijaga di bawah 65 derajat Celsius.

Persaingan Geely dan BYD akhirnya memperlihatkan perubahan arah industri mobil listrik China. Perang EV bukan lagi sekadar soal siapa yang punya mobil dengan baterai terbesar, tetapi juga siapa yang mampu membuat proses pengisian semakin cepat dan jaringan chargernya semakin luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article