Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Honda Tarik Hampir 100 Ribu Kendaraan Akibat Cacat Airbag
airbag Honda Mobilio (honda-indonesia.com)
  • Honda menarik 98.892 unit kendaraan di AS karena cacat pada sensor airbag penumpang depan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
  • Akar masalah berasal dari kapasitor pada sirkuit sensor berat yang mudah retak dan korslet akibat kelembapan, memicu kesalahan pembacaan bobot penumpang.
  • Program recall diperluas setelah temuan kesalahan pemasok, dengan penggantian sensor gratis di diler resmi mulai 6 Juli 2026 untuk seluruh model terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda, baru saja mengumumkan langkah penarikan kembali (recall) berskala besar terhadap puluhan ribu unit kendaraannya di pasar Amerika Serikat. Langkah penarikan massal ini terpaksa dilakukan setelah ditemukan adanya indikasi cacat produksi pada komponen keselamatan interior. Penarikan darurat ini mencakup belasan model kendaraan populer di bawah bendera Honda dan divisi merek mewah mereka, Acura.

Secara total, tercatat ada sebanyak 98.892 unit kendaraan yang teridentifikasi mengalami potensi kerusakan berbahaya pada bagian sensor kantong udara (airbag) penumpang depan. Kerusakan teknis pada sistem penahan laju tubuh ini dinilai sangat krusial karena menyangkut keselamatan jiwa pengguna jalan saat berkendara. Pihak pabrikan bergerak cepat melakukan investigasi mendalam demi meminimalkan risiko kecelakaan fatal yang dapat merugikan konsumen setianya.

1. Akar masalah sirkuit sensor berat yang rentan korsleting akibat kelembapan

Ilustrasi airbag (Pexels/Dietmar Janssen)

Berdasarkan laporan resmi yang diajukan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada awal Juni 2026, akar permasalahan ini bersumber dari komponen elektronik skala mikro. Kerusakan terdeteksi pada bagian kapasitor yang tertanam di papan sirkuit sensor berat penumpang kursi depan. Sensor khusus ini sejatinya berfungsi untuk membaca bobot tubuh orang yang duduk di sebelah pengemudi guna mengatur daya mengembangnya kantong udara.

Namun, akibat adanya cacat material, komponen kapasitor tersebut berpotensi mengalami keretakan struktural dan memicu korsleting internal apabila terpapar oleh udara yang lembap. Masalah ini dipicu oleh adanya perubahan material dasar yang digunakan pada papan sirkuit sensor oleh pihak pemasok selama masa produksi. Material pengganti tersebut secara mekanis menimbulkan tekanan fisik tambahan pada papan sirkuit, sehingga memperbesar risiko retaknya kapasitor dalam penggunaan sehari-hari.

2. Bahaya tekanan penuh airbag bagi penumpang anak dan bayi di kursi depan

Ilustrasi airbag (Pexels/ Markus Spiske)

Dampak dari korsleting sistem elektronik ini sangat berbahaya karena dapat membuat otak komputer mobil salah dalam menginterpretasikan data berat penumpang. Jika kerusakan ini terjadi, airbag bagian depan dan airbag lutut penumpang akan tetap mengembang dengan kekuatan penuh saat terjadi benturan mendadak. Sistem pelindung tersebut tidak akan mengurangi daya ledaknya meskipun kursi depan sedang ditempati oleh bayi di dalam kursi khusus anak ataupun balita.

Kondisi tersebut tentu sangat berisiko memicu cedera fatal ataupun luka berat pada anak-anak dan penumpang bertubuh kecil akibat hantaman tekanan udara yang terlalu agresif. Model kendaraan terdampak dari program perbaikan ini mencakup tahun produksi yang cukup panjang, mulai dari tahun model 2016 hingga 2026. Lini kendaraan yang harus masuk ke bengkel resmi meliputi Acura TLX, RDX, dan MDX, serta jajaran mobil Honda seperti Ridgeline, Pilot, Passport, Odyssey, Insight, HR-V, CR-V, Fit, Civic, dan Accord.

3. Skema perluasan program penarikan kembali dan prosedur penggantian komponen

ilustrasi airbag (unsplash.com/Rahul Pugazhendi)

Program perbaikan massal terbaru ini diketahui merupakan perluasan dari agenda penarikan serupa yang sempat diumumkan oleh pihak pabrikan pada tahun 2024 lalu. Lembaga NHTSA menyebutkan bahwa perluasan area pemeriksaan ini terpaksa dilakukan setelah ditemukan adanya kesalahan fatal dari pihak pemasok dalam menghitung akhir masa produksi komponen. Adanya penggunaan data yang tidak akurat serta lemahnya proses verifikasi awal membuat banyak kendaraan bermasalah sempat lolos dari pemantauan.

Sebagai bentuk tanggung jawab penuh, seluruh jaringan diler resmi Honda dan Acura akan melakukan penggantian sensor berat penumpang secara gratis tanpa dipungut biaya. Komponen cacat akan diganti dengan sensor baru yang menggunakan material dasar asli yang telah teruji aman dan bebas dari risiko retak. Perusahaan otomotif ini dijadwalkan akan mulai mengirimkan surat pemberitahuan resmi dan undangan perbaikan kepada seluruh pemilik kendaraan yang terdampak mulai tanggal 6 Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article