Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hyundai dan Kia Perkenalkan Teknologi Keselamatan Inovatif Terbaru

Hyundai dan Kia Perkenalkan Teknologi Keselamatan Inovatif Terbaru
Hundai Stargazer Cartenz (hyundai.com)
Intinya Sih

  • Vision Pulse menggunakan teknologi UWB untuk deteksi blind spot

  • Akurat, cepat, dan efisien dalam mendeteksi objek dengan margin kesalahan hanya 10 cm

  • Potensi penerapan luas hingga respons bencana di sektor mobilitas industri dan situasi tanggap bencana

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Keselamatan berkendara terus menjadi fokus utama industri otomotif global. Seiring meningkatnya kompleksitas lalu lintas, terutama di kawasan perkotaan, kebutuhan akan teknologi yang mampu melihat lebih dari sekadar jangkauan mata manusia menjadi semakin krusial.

Menjawab tantangan tersebut, Hyundai Motor Company dan Kia Corporation memperkenalkan Vision Pulse, teknologi keselamatan pengemudi inovatif yang dirancang untuk meningkatkan akurasi deteksi blind spot secara signifikan.

Teknologi ini memanfaatkan sinyal ultra-wideband (UWB) dan saat ini masih berada pada tahap pra-pengembangan.

1. Vision Pulse mengandalkan kemampuan UWB

Screen Shot 2026-01-15 at 6.16.56 PM.png
Hyundai Staria Electric resmi meluncur (Hyundai Indonesia)

Berbeda dengan sistem deteksi blind spot konvensional, Vision Pulse memanfaatkan modul ultra-wideband (UWB) yang dipasang pada kendaraan.

Teknologi ini bekerja dengan memancarkan sinyal dan mengukur waktu tempuh antar perangkat UWB, baik yang berada di kendaraan lain, sepeda, hingga perangkat pintar yang dibawa pejalan kaki.

Hasilnya, sistem mampu memetakan posisi objek di sekitar kendaraan secara real-time dengan tingkat presisi tinggi. Bahkan ketika pandangan pengemudi terhalang, Vision Pulse tetap dapat mendeteksi potensi risiko tabrakan dan memberikan peringatan tepat waktu guna meningkatkan keselamatan berkendara.

2. Akurat, cepat, dan lebih efisien dibanding sensor konvensional

Foto 1 - Hyundai All-new NEXO.jpeg
Hyundai Nexo (Hyundai Motors)

Salah satu keunggulan utama Vision Pulse terletak pada akurasinya. Hyundai dan Kia mengklaim teknologi ini mampu mendeteksi objek dengan margin kesalahan hanya sekitar 10 cm dalam radius hingga 100 meter.

Selain itu, tingkat akurasi deteksi disebut tetap berada di atas 99 persen, bahkan dalam kondisi cuaca buruk atau malam hari.

Kecepatan komunikasinya pun tergolong sangat cepat, berada di kisaran 1–5 milidetik. Dengan memanfaatkan modul UWB yang sudah banyak terintegrasi di kendaraan modern, Vision Pulse juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada sensor mahal seperti LiDAR dan radar, sehingga lebih efisien dari sisi biaya pengembangan.

3. Potensi penerapan meluas hingga respons bencana

STARIA_Electric_Interior_02.jpeg
Kabin Hyundai Staria Electric (Hyundai)

Tak hanya terbatas pada kendaraan penumpang, Hyundai dan Kia melihat Vision Pulse memiliki potensi penerapan yang jauh lebih luas. Di sektor mobilitas industri, teknologi ini dapat membantu mencegah kecelakaan kerja, misalnya tabrakan antara forklift dan pekerja di area gudang atau pelabuhan.

Selain itu, Vision Pulse juga dinilai bermanfaat dalam situasi tanggap bencana, seperti membantu mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun reruntuhan. Saat ini, teknologi tersebut telah diuji coba di Kia PBV Conversion Center di Korea Selatan dan direncanakan akan diuji lebih lanjut di area Pelabuhan Busan. Meski demikian, penerapannya pada kendaraan produksi massal masih dalam tahap pertimbangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More