Jetour T1 i-DM Usung Teknologi Hybrid Adaptif, Ini Keunggulannya

- Jetour T1 i-DM hadir dengan teknologi Intelligent Dual Mode yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai LFP untuk efisiensi tinggi serta performa adaptif di berbagai kondisi berkendara.
- Sistem i-DM memiliki lima mode kerja otomatis—dari Pure EV hingga Direct Engine Drive—yang menyesuaikan kebutuhan tenaga dan efisiensi sesuai situasi jalan tanpa mengubah kebiasaan pengemudi.
- Teknologi ini dirancang sebagai solusi transisi elektrifikasi, menawarkan pengalaman berkendara hemat energi sekaligus praktis bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa khawatir jarak tempuh.
Jakarta, IDN Times - Meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi membuat pabrikan berlomba menghadirkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan konsumen.
Namun, di tengah tren tersebut, masih banyak pengguna yang menginginkan kendaraan hemat energi tanpa harus khawatir soal jarak tempuh maupun ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Kondisi itu yang coba dijawab Jetour melalui teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang dibawa Jetour T1 i-DM.
Berbeda dengan sistem hybrid konvensional, teknologi ini dirancang agar mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja secara adaptif sesuai kondisi berkendara, sehingga mampu menghadirkan efisiensi sekaligus performa dalam satu paket.
1. Mesin, motor listrik, dan baterai bekerja sebagai satu sistem

Jantung utama teknologi i-DM terdiri dari tiga komponen yang saling terintegrasi, yakni mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh.
Jetour menegaskan ketiganya tidak sekadar dipasang dalam satu kendaraan, melainkan dirancang sebagai sistem yang bekerja secara terpadu untuk menentukan sumber tenaga paling efisien dalam berbagai situasi berkendara.
Mesin bensinnya mampu menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm. Sementara motor listrik menyumbang tenaga 204 PS dengan torsi 310 Nm. Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan tetap responsif saat dibutuhkan, sekaligus efisien ketika digunakan dalam kondisi lalu lintas perkotaan.
Bahkan, Jetour mengklaim mesin hybrid generasi terbaru ini memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di kelasnya.
Untuk mendukung sistem tersebut, baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh telah mendukung pengisian cepat DC dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 27 menit.
Baterai ini juga mengantongi sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan terhadap debu dan air, sekaligus dirancang untuk penggunaan jangka panjang.
2. Punya lima skenario kerja sesuai kondisi jalan

Salah satu keunggulan utama teknologi i-DM terletak pada kemampuannya beradaptasi secara otomatis. Saat digunakan di area perkotaan dengan kecepatan rendah atau kondisi macet, sistem dapat mengandalkan mode Pure EV Drive sehingga kendaraan bergerak sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Dalam kondisi ini, Jetour T1 i-DM diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC. Ketika kondisi jalan berubah, sistem akan berpindah ke Intelligent Hybrid Mode yang secara otomatis mengatur kerja mesin dan motor listrik.
Saat kapasitas baterai berada di bawah 20 persen, Series Drive akan aktif dengan mesin berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai sekaligus menyuplai energi ke motor listrik.
Sebaliknya, ketika pengemudi membutuhkan akselerasi lebih besar, Parallel Drive membuat mesin dan motor listrik bekerja bersamaan untuk menghasilkan tenaga optimal.
Pada kecepatan tinggi di atas 100 km per jam, sistem akan mengutamakan mesin bensin melalui Direct Engine Drive. Selain itu, energi yang biasanya terbuang saat pengereman juga dapat dikembalikan ke baterai melalui regenerative braking.
Hasilnya, efisiensi energi tetap terjaga tanpa mengubah kebiasaan berkendara pengguna secara drastis.
3. Dirancang sebagai solusi menuju transisi elektrifikasi

Menurut Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, teknologi i-DM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang tertarik pada elektrifikasi tetapi masih membutuhkan kendaraan yang praktis dan fleksibel untuk berbagai kondisi perjalanan.
“Kami melihat banyak konsumen yang tertarik pada teknologi elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang praktis, nyaman, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Untuk itu, Jetour T1 hadir dengan sistem yang tidak hanya memilih antara efisiensi atau performa, tapi mampu menghadirkan keduanya dalam satu pengalaman berkendara yang seamless dan efisien,” ujar Ranggy, Rabu (3/6/2026).
Melalui pendekatan tersebut, Jetour menempatkan i-DM sebagai teknologi transisi yang menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dan mobil bermesin konvensional.
Pengguna tetap dapat menikmati sensasi berkendara listrik untuk penggunaan harian, namun tanpa kekhawatiran mengenai jarak tempuh saat melakukan perjalanan jauh.


















