ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)
Pelek dan ban yang lebih besar dapat meningkatkan bobot sekaligus rolling resistance. Mesin akhirnya membutuhkan tenaga lebih banyak untuk menggerakkan kendaraan, terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang sering berhenti dan kembali berakselerasi.
Meski demikian, peningkatan konsumsi bensin tidak selalu sama pada setiap mobil. Faktor seperti bobot pelek, jenis ban, tekanan angin, ukuran keseluruhan roda, kondisi kendaraan, dan gaya berkendara turut menentukan. Pelek ringan dengan ban yang memiliki hambatan gulir rendah bisa memberikan dampak yang lebih kecil dibandingkan kombinasi pelek berat dan ban lebar.
Selain tiga hal tersebut, mengganti pelek terlalu lebar juga dapat mengubah karakter handling dan kenyamanan mobil. Ban berprofil lebih tipis biasanya memiliki dinding samping yang lebih pendek sehingga kemampuan meredam benturan dari jalan dapat berkurang. Mobil bisa terasa lebih keras ketika melewati jalan rusak atau lubang.
Karena itu, mengganti pelek lebih lebar sebaiknya tidak sekadar mengejar tampilan. Perhatikan juga bobot pelek, ukuran ban, diameter keseluruhan roda, serta rekomendasi ukuran dari pabrikan. Jika ingin melakukan upgrade, memilih pelek yang lebih ringan dapat membantu mengurangi tambahan beban pada roda.
Pada akhirnya, pelek lebar memang bisa membuat mobil terlihat lebih menarik dan memberikan karakter berkendara berbeda. Namun, ada harga yang harus dibayar, mulai dari ban lebih mahal, akselerasi yang berpotensi lebih berat, hingga konsumsi bensin yang bisa meningkat.