Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Kaget: Ini Efek Buruk Ganti Pelek Mobil Lebih Lebar
ilustrasi melihat velg mobil (freepik.com/senivpetro)
  • Pelek lebih lebar membuat mobil tampak sporty, tetapi ban berdimensi lebih besar cenderung lebih mahal, dengan pilihan merek lebih terbatas bila ukurannya tidak umum.
  • Bobot pelek dan ban yang bertambah membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga akselerasi dapat terasa lebih berat, terutama pada mobil bertenaga terbatas atau saat menanjak.
  • Kombinasi pelek besar dan ban lebar berpotensi meningkatkan konsumsi bensin, mengurangi kenyamanan di jalan rusak, serta mengubah handling; ukuran dan rekomendasi pabrikan perlu diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelek mobil yang lebih lebar bisa membuat mobil terlihat keren. Tapi ban baru bisa lebih mahal. Roda juga bisa lebih berat, jadi mobil terasa lebih lambat saat mulai jalan dan bensin bisa lebih banyak dipakai. Ban tipis juga membuat mobil terasa lebih keras saat lewat jalan berlubang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengganti pelek mobil dengan ukuran yang lebih lebar memang bisa membuat tampilan kendaraan terlihat lebih sporty. Diameter dan lebar pelek yang bertambah juga sering dipadukan dengan ban berprofil lebih tipis agar mobil terlihat lebih berisi dan agresif.

Namun, modifikasi ini tidak hanya mengubah penampilan. Ada beberapa konsekuensi yang perlu diperhitungkan sebelum mengganti pelek standar. Mulai dari harga ban yang lebih mahal, akselerasi yang terasa lebih berat, sampai konsumsi bensin yang berpotensi meningkat.

1. Harga ban jadi lebih mahal

ilustrasi velg mobil (pexels.com/Mike Bird)

Salah satu konsekuensi paling mudah dirasakan adalah biaya ban. Ketika ukuran pelek diperbesar dan lebarnya bertambah, ban yang digunakan biasanya memiliki dimensi lebih besar. Harga ban dengan ukuran tersebut cenderung lebih mahal dibandingkan ban standar yang digunakan sejak awal.

Biaya penggantian juga tidak berhenti pada satu ban. Ketika waktunya mengganti ban, pemilik mobil harus menyiapkan dana untuk satu set agar karakter dan tingkat keausannya tetap seragam. Jika menggunakan ukuran yang tidak terlalu umum, pilihan merek dan model ban juga bisa lebih terbatas sehingga harga menjadi semakin tinggi.

2. Akselerasi terasa lebih lemot

ilustrasi mengganti velg mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pelek yang lebih lebar sering kali memiliki bobot lebih besar, terutama jika memilih model aftermarket yang konstruksinya berat. Bobot tambahan pada roda membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk memutar roda ketika mobil mulai bergerak. Akibatnya, respons akselerasi bisa terasa sedikit lebih berat.

Efek ini semakin terasa jika diameter keseluruhan roda ikut berubah terlalu jauh dari ukuran standar. Ban dengan profil lebih lebar dan pelek yang lebih berat membuat kerja mesin dan sistem penggerak bertambah. Pada mobil dengan tenaga mesin terbatas, perubahan tersebut bisa lebih mudah dirasakan ketika berakselerasi dari posisi diam atau ketika melewati tanjakan.

3. Lebih boros bensin

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)

Pelek dan ban yang lebih besar dapat meningkatkan bobot sekaligus rolling resistance. Mesin akhirnya membutuhkan tenaga lebih banyak untuk menggerakkan kendaraan, terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang sering berhenti dan kembali berakselerasi.

Meski demikian, peningkatan konsumsi bensin tidak selalu sama pada setiap mobil. Faktor seperti bobot pelek, jenis ban, tekanan angin, ukuran keseluruhan roda, kondisi kendaraan, dan gaya berkendara turut menentukan. Pelek ringan dengan ban yang memiliki hambatan gulir rendah bisa memberikan dampak yang lebih kecil dibandingkan kombinasi pelek berat dan ban lebar.

Selain tiga hal tersebut, mengganti pelek terlalu lebar juga dapat mengubah karakter handling dan kenyamanan mobil. Ban berprofil lebih tipis biasanya memiliki dinding samping yang lebih pendek sehingga kemampuan meredam benturan dari jalan dapat berkurang. Mobil bisa terasa lebih keras ketika melewati jalan rusak atau lubang.

Karena itu, mengganti pelek lebih lebar sebaiknya tidak sekadar mengejar tampilan. Perhatikan juga bobot pelek, ukuran ban, diameter keseluruhan roda, serta rekomendasi ukuran dari pabrikan. Jika ingin melakukan upgrade, memilih pelek yang lebih ringan dapat membantu mengurangi tambahan beban pada roda.

Pada akhirnya, pelek lebar memang bisa membuat mobil terlihat lebih menarik dan memberikan karakter berkendara berbeda. Namun, ada harga yang harus dibayar, mulai dari ban lebih mahal, akselerasi yang berpotensi lebih berat, hingga konsumsi bensin yang bisa meningkat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article