Kenapa Piringan Cakram Motor Gak Boleh Tergores? Ini Efeknya

- Permukaan piringan cakram harus rata agar kampas rem mencengkeram merata; goresan dalam atau ketidakrataan dapat memicu getaran, suara aneh, dan respons rem tidak konsisten.
- Goresan ringan akibat gesekan kampas belum tentu membutuhkan penggantian, tetapi goresan dalam bisa dipicu kampas menipis atau kotoran dan pasir yang terjebak.
- Periksa sistem rem bila muncul getaran, bunyi berdecit, denyut saat pengereman, alur dalam, atau cakram menipis; penggantian harus mengikuti batas servis pabrikan.
Piringan cakram menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pengereman motor. Bentuknya memang terlihat sederhana, tetapi permukaan piringan memiliki peran besar dalam menghasilkan daya pengereman yang konsisten.
Karena itu, goresan pada piringan cakram sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah kosmetik. Goresan ringan mungkin belum tentu berbahaya, tetapi permukaan cakram yang rusak, bergelombang, atau tergores dalam bisa memengaruhi kinerja rem dan kenyamanan berkendara.
1. Permukaan cakram harus tetap rata

Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com) Kampas rem bekerja dengan menjepit permukaan piringan cakram untuk menghasilkan gesekan. Supaya pengereman optimal, kedua permukaan tersebut perlu bertemu secara merata. Jika piringan memiliki goresan dalam atau permukaan yang tidak rata, kontak antara kampas dan cakram bisa menjadi tidak sempurna.
Akibatnya, daya pengereman dapat terasa berbeda dibandingkan kondisi normal. Pada tingkat tertentu, pengendara bisa merasakan rem bergetar, muncul suara aneh, atau respons tuas rem menjadi kurang konsisten. Kondisi seperti ini terutama perlu diperhatikan jika goresan muncul bersama perubahan bentuk pada piringan.
2. Goresan bisa berasal dari kampas rem

Ilustrasi kampas rem motor (wahanahonda.com) Tidak semua goresan berarti piringan cakram harus langsung diganti. Permukaan cakram biasanya memang bisa memiliki bekas gesekan ringan akibat kontak dengan kampas rem. Namun, goresan yang semakin dalam perlu dicari penyebabnya.
Salah satu penyebabnya adalah kampas rem yang sudah terlalu tipis. Ketika material kampas hampir habis, bagian tertentu dari komponen kampas dapat bergesekan dengan piringan dan membuat permukaannya tergores. Kotoran atau pasir yang terjebak di antara kampas dan cakram juga bisa menyebabkan permukaan cakram menjadi kasar.
3. Jangan abaikan gejala saat pengereman

ilustrasi rem motor (freepik.com/arthur) Piringan cakram yang mengalami masalah biasanya tidak hanya terlihat dari permukaannya. Perhatikan juga gejala ketika rem digunakan. Jika muncul getaran pada setang atau tuas rem, suara berdecit yang tidak biasa, atau motor terasa berdenyut ketika melakukan pengereman, sebaiknya sistem rem diperiksa.
Pemeriksaan juga penting jika terdapat alur yang sangat dalam pada cakram atau ketebalan piringan sudah mendekati batas minimum. Piringan yang sudah terlalu tipis dapat mengalami penurunan kemampuan membuang panas dan lebih rentan mengalami perubahan bentuk ketika menerima temperatur tinggi. Penggantian harus mengikuti spesifikasi dan batas servis yang ditentukan pabrikan.
Goresan ringan pada piringan cakram belum tentu membuat rem langsung kehilangan kemampuan pengereman. Namun, jika goresan dalam disertai suara, getaran, atau perubahan respons rem, masalah tersebut tidak sebaiknya dibiarkan.

















