ilustrasi menggunakan transmisi L (pexels.com/anoop eden)
Setelah tuas transmisi dipindahkan ke posisi d, mobil sebaiknya tidak langsung dipacu dengan akselerasi agresif. Mesin, transmisi, dan berbagai komponen lain masih menyesuaikan dengan kondisi kerja setelah kendaraan baru saja dinyalakan.
Mulailah perjalanan dengan halus dan gunakan akselerasi secara bertahap. Cara berkendara seperti ini terutama bermanfaat ketika mesin masih dingin karena komponen belum mencapai suhu kerja optimal.
Jika mobil terasa tersentak keras atau muncul jeda yang tidak biasa saat tuas dipindahkan dari posisi p ke d, jangan abaikan gejala tersebut. Kondisi seperti itu dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada sistem transmisi, mesin, atau komponen lain yang berkaitan dengan perpindahan tenaga.
Namun, perlu diingat bahwa menunggu lama dalam posisi p dengan mesin menyala bukanlah kewajiban untuk mobil modern. Yang lebih penting adalah memastikan mesin sudah menyala normal, indikator penting tidak menunjukkan masalah, dan pengemudi siap sebelum kendaraan mulai bergerak.
Kebiasaan sederhana ini juga dapat membuat proses berkendara terasa lebih aman dan teratur. Daripada langsung terburu-buru memasukkan posisi d, luangkan beberapa detik untuk memastikan semuanya siap.
Pada akhirnya, jangan langsung pindah ke d setelah mobil menyala bukan berarti mesin harus dipanaskan lama. Cukup tunggu sejenak, perhatikan kondisi panel instrumen, pastikan posisi berkendara sudah benar, lalu mulai perjalanan dengan halus.
Dengan cara tersebut, perjalanan dapat dimulai dengan lebih tenang tanpa terburu-buru, sekaligus memberi kesempatan untuk mendeteksi tanda yang tidak biasa sebelum mobil benar-benar melaju.