Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Jalan Beton Bisa Terasa Lebih Licin saat Hujan daripada Aspal

5 Alasan Jalan Beton Bisa Terasa Lebih Licin saat Hujan daripada Aspal
ilustrasi jalan raya (unsplash.com/Robert V. Ruggiero)
  • Permukaan beton yang relatif halus dapat mengurangi gesekan ban saat tertutup air, sementara tekstur aspal yang lebih kasar umumnya membantu mempertahankan kontak ban dengan jalan.
  • Keausan agregat, kemiringan jalan, dan drainase yang kurang optimal dapat membuat air membentuk lapisan atau genangan, sehingga risiko kehilangan traksi dan aquaplaning meningkat.
  • Material jalan bukan satu-satunya faktor: kondisi perawatan, ban, cuaca, dan kecepatan kendaraan memengaruhi keselamatan; pengemudi perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak, serta menghindari manuver mendadak saat hujan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jalan beton sering dianggap memiliki permukaan yang lebih kokoh dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Namun, ketika hujan turun, permukaan beton pada kondisi tertentu justru dapat terasa lebih licin dibandingkan jalan aspal. Perbedaan karakter material, tekstur permukaan, hingga cara air berinteraksi dengan jalan dapat memengaruhi seberapa besar daya cengkeram ban terhadap permukaan.

Kondisi tersebut tentu perlu mendapat perhatian, terutama ketika kendaraan melaju di tengah hujan deras. Permukaan yang terasa licin dapat membuat traksi ban berkurang sehingga kendaraan membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang dan berpotensi sulit dikendalikan saat melakukan manuver mendadak. Supaya lebih paham dan tetap waspada saat berkendara di jalan basah, yuk kenali alasan jalan beton bisa terasa lebih licin daripada aspal.

  1. 1. Tekstur permukaan beton cenderung lebih halus

    ilustrasi jalan raya
    ilustrasi jalan raya (unsplash.com/Ryan De Hamer)

    Tekstur permukaan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya cengkeram ban ketika kendaraan melaju dalam kondisi basah. Jalan beton yang memiliki permukaan relatif halus dapat memberikan gesekan yang lebih rendah ketika lapisan air berada di antara ban dan permukaan jalan. Kondisi tersebut membuat ban lebih sulit mempertahankan cengkeraman optimal, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

    Sebaliknya, jalan aspal umumnya memiliki tekstur yang lebih kasar karena karakter agregat yang digunakan pada material tersebut. Rongga dan tekstur kasar pada permukaan aspal dapat membantu mempertahankan kontak antara ban dengan jalan ketika terdapat air. Namun, bukan berarti seluruh jalan beton pasti licin atau semua aspal selalu memiliki daya cengkeram lebih baik karena kondisi permukaan dan kualitas perawatan juga sangat menentukan.

  2. 2. Air lebih mudah membentuk lapisan di permukaan

    ilustrasi hujan
    ilustrasi hujan (pexels.com/Pixabay)

    Ketika hujan turun, air dapat membentuk lapisan tipis di antara ban dan permukaan jalan. Pada beton dengan tekstur yang kurang kasar, lapisan tersebut dapat bertahan di area kontak ban sehingga gesekan menjadi lebih rendah. Jika kondisi ini terjadi bersamaan dengan kecepatan tinggi, risiko kehilangan traksi juga dapat meningkat.

    Aspal dengan permukaan bertekstur biasanya memiliki kemampuan lebih baik dalam membantu mengalirkan sebagian air dari area kontak ban. Meski begitu, hujan deras tetap dapat membuat jalan aspal maupun beton menjadi berbahaya jika volume air melebihi kemampuan permukaan dalam mengalirkannya. Karena itu, pengemudi tetap perlu menyesuaikan kecepatan meskipun merasa permukaan jalan terlihat aman.

  3. 3. Agregat pada beton dapat kehilangan kekasaran

    ilustrasi jalan raya
    ilustrasi jalan raya (unsplash.com/Martin Boujon)

    Beton memiliki campuran agregat yang berperan dalam membentuk karakter permukaan jalan. Seiring waktu, gesekan berulang dari ban kendaraan dan paparan cuaca dapat membuat bagian agregat yang berada di permukaan mengalami keausan. Jika permukaan menjadi semakin halus, kemampuan jalan untuk memberikan gesekan kepada ban juga dapat berkurang.

    Kondisi tersebut menjadi lebih terasa ketika permukaan jalan sudah tertutup air hujan. Agregat yang kehilangan tekstur kasar membuat air lebih mudah membentuk lapisan di antara ban dan jalan. Jadi, usia jalan serta tingkat keausan permukaan menjadi faktor yang gak kalah penting dalam menentukan apakah jalan beton terasa licin saat hujan.

  4. 4. Genangan dapat meningkatkan risiko kehilangan traksi

    ilustrasi mobil di jalan basah
    ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Erik Mclean)

    Jalan beton yang memiliki kemiringan dan sistem drainase kurang optimal dapat mengalami genangan ketika curah hujan tinggi. Air yang terkumpul di permukaan membuat ban harus melewati lapisan air yang lebih tebal. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan kontak yang cukup dengan permukaan jalan akibat lapisan air.

    Risiko tersebut semakin besar jika kendaraan melaju terlalu cepat atau kondisi telapak ban sudah aus. Ban membutuhkan alur yang masih baik untuk membantu membuang air dari area kontak dengan jalan. Karena itu, kondisi ban dan kecepatan kendaraan tetap menjadi faktor penting meskipun penyebab awalnya berasal dari permukaan jalan yang basah.

  5. 5. Perbedaan perawatan memengaruhi daya cengkeram

    ilustrasi jalan raya
    ilustrasi jalan raya (pexels.com/Kuan-yu Huang)

    Kondisi permukaan jalan beton gak hanya ditentukan oleh material saat pertama kali dibangun, tetapi juga oleh perawatan yang dilakukan setelahnya. Permukaan yang mengalami keausan, retakan, atau perubahan tekstur dapat memiliki karakter gesekan yang berbeda dibandingkan jalan yang masih terawat. Ketika hujan turun, perbedaan tersebut dapat terasa lebih jelas melalui respons kendaraan saat melakukan pengereman atau perubahan arah.

    Hal serupa sebenarnya juga dapat terjadi pada jalan aspal yang sudah lama digunakan dan mengalami kerusakan permukaan. Aspal yang aus, dipenuhi tumpahan minyak, atau memiliki genangan tetap bisa terasa sangat licin ketika terkena hujan. Jadi, material jalan bukan satu-satunya penentu keselamatan karena kondisi permukaan, cuaca, ban, dan cara berkendara saling berkaitan.

    Jalan beton memang gak selalu lebih licin daripada aspal ketika hujan, tetapi karakter permukaan tertentu dapat membuat daya cengkeram ban terasa lebih rendah. Tekstur jalan, lapisan air, tingkat keausan, genangan, serta perawatan menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi tersebut. Karena itu, saat hujan turun, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan hindari manuver mendadak agar perjalanan tetap lebih terkendali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More