Nio Akhirnya Mencetak Laba Perdana Setelah 11 Tahun Berdiri

- Nio mencetak laba operasional pertama pada kuartal keempat 2025, menandai titik balik penting bagi stabilitas keuangan perusahaan.
- Model ES8 menjadi sumber pendapatan utama dengan penjualan yang melonjak drastis, menyumbang hampir seluruh total penjualan bulanan Nio.
- Tantangan kompetisi datang dari rival seperti Zeekr 9X dan Leapmotor D19, memaksa Nio untuk fokus pada strategi diversifikasi produk dan efisiensi biaya yang berkelanjutan.
Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok, Nio, baru saja mengumumkan pencapaian finansial yang sangat bersejarah sepanjang perjalanannya di industri otomotif. Setelah sebelas tahun beroperasi dengan berbagai tantangan, perusahaan ini akhirnya memproyeksikan laba operasional kuartalan pertama yang positif pada kuartal keempat tahun 2025.
Momen ini menandai titik balik penting bagi stabilitas keuangan perusahaan yang selama ini dikenal sebagai penantang serius di pasar kendaraan listrik global. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti daya tahan merek, tetapi juga mencerminkan efektivitas strategi jangka panjang yang telah diterapkan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
1. Rekor laba operasional pada akhir tahun 2025

Berdasarkan laporan awal dari dewan direksi, seperti dikutip dari carnewschina.com, Nio memproyeksikan laba operasional yang disesuaikan (Non-GAAP) berada di kisaran 700 juta yuan hingga 1,2 miliar yuan, atau setara dengan 100 juta hingga 170 juta dolar AS untuk periode kuartal keempat 2025. Pencapaian ini merupakan kali pertama perusahaan mencatatkan angka positif dalam laporan keuangan kuartalan sejak didirikan sebelas tahun silam.
Jika dilihat menggunakan standar akuntansi yang berlaku umum (GAAP), laba operasional tetap menunjukkan tren positif di angka 200 juta hingga 700 juta yuan. Keberhasilan mencetak laba ini dipicu oleh pertumbuhan penjualan yang konsisten serta margin kotor kendaraan yang semakin optimal. Selain itu, upaya perusahaan dalam menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi di berbagai lini terbukti membuahkan hasil yang manis pada laporan akhir tahun tersebut.
2. Peran vital model es8 sebagai mesin uang utama

Dalam keberhasilan finansial ini, model Nio ES8 muncul sebagai pahlawan yang menjadi sumber pendapatan utama bagi perusahaan. Setelah lonjakan penjualan awal dari model Onvo L90 mereda, ES8 mengambil alih posisi sebagai tulang punggung yang memastikan aliran kas tetap kuat. Perannya begitu dominan sehingga hampir seluruh angka penjualan merek Nio pada awal tahun 2026 disumbangkan oleh model ini.
Sebagai gambaran betapa krusialnya model ini, pengiriman ES8 yang baru menyentuh angka 40.000 unit pada akhir Desember 2025 melonjak drastis menjadi 60.000 unit pada awal Februari 2026. Artinya, dalam kurun waktu satu bulan saja, terdapat sekitar 20.000 unit ES8 yang terkirim ke konsumen. Angka ini mencakup hampir seluruh total penjualan bulanan Nio yang tercatat sebanyak 20.894 unit, membuktikan bahwa ES8 adalah kunci stabilitas profitabilitas saat ini.
3. Tantangan kompetisi di tengah optimisme masa depan

Meski saat ini sedang menikmati masa kejayaan, Nio tidak bisa bersantai karena segmen pasar yang mereka kuasai mulai dipadati oleh pesaing tangguh. Munculnya rival seperti Zeekr 9X memberikan tekanan besar bagi dominasi ES8 di pasar kendaraan listrik mewah. Selain itu, tantangan baru juga datang dari peluncuran model-model mendatang seperti Leapmotor D19 yang siap merebut pangsa pasar Nio.
Ke depan, fokus utama perusahaan adalah bagaimana mempertahankan momentum profitabilitas ini di tengah gempuran kompetitor baru. Strategi diversifikasi produk dan efisiensi biaya yang berkelanjutan akan menjadi penentu apakah Nio mampu terus mencetak laba atau kembali harus berjuang di tengah persaingan harga yang brutal di Tiongkok. Dunia kini menanti langkah strategis apa yang akan diambil Nio untuk menjaga posisinya sebagai pemimpin inovasi otomotif.


















