Indonesia Summit 2026: VinFast Bagi Rahasia Bangun Trust lewat Media Sosial

- VinFast menekankan pentingnya membangun kepercayaan melalui media sosial dengan menghadirkan konten yang relevan dan autentik agar brand lebih dipercaya oleh generasi milenial dan Gen Z.
- Strategi VinFast tidak hanya mengejar viralitas, tetapi juga fokus pada edukasi dan pemanfaatan algoritma media sosial untuk menciptakan engagement yang bermakna serta meningkatkan awareness publik.
- VinFast memanfaatkan AI dan insight konsumen untuk memperkuat trust, termasuk menghadirkan layanan battery subscription serta garansi baterai demi menjawab kekhawatiran pengguna kendaraan listrik.
VinFast hadir dalam salah satu sesi Indonesia Summit 2026. Dalam talkshow yang mengangkat topik “The New Influence: What Shapes Millennial and Gen Z Lifestyles in Digital Era” di Jakarta, pada Rabu (17/6/2026) perwakilan VinFast berbagi pada para milenial dan gen Z tentang pentingnya algoritma dan media sosial dalam membangun sebuah brand di era serba digital sekarang.
Chief Marketing Officer VinFast Indonesia, Astrid Ariani Wijana, juga berbagi rahasia bagaimana VinFast sebagai brand otomotif menjangkau target audience mereka di era sekarang. Apa sih rahasianya? Yuk simak lengkapnya!
1. VinFast membangun trust lewat media sosial

Media sosial kini menjadi hal penting, gak cuma bagi seseorang tapi juga bagi brand besar. Banyak orang yang menganggap nilai seseorang atau sebuah brand tergantung bagaimana stigma di media sosial. Hal ini gak cuma diakui oleh perorangan yang sibuk membangun image, tapi juga sebuah brand dalam membangun trust para pengguna dan calon pengguna.
Hal ini diakui oleh Chief Marketing Officer VinFast Indonesia, Astrid Ariani Wijana di Indonesia Summit 2026, terlebih VinFast sebagai brand kendaraan listrik termasuk kategori high relevancy. "VinFast merupakan brand yang bisa dibilang masuk kategori high relevancy product. Jadi membangun kepercayaan itu memang lebih kompleks," jelasnya dalam sesi tersebut.
Maka dari itu, VinFast sebagai brand nggak terfokus pada membuat konten aja, tapi juga menyuguhkan hal berbeda supaya trust itu terbangun pada pengguna dan calon penggunanya.
2. Sebagai brand, tak ingin sekadar viral

Melody Laksmi sendiri berbagi cerita tentang membangun image baginya sejak awal berkarir sebagai kapten JKT48 begitu penting hingga terbentuk image nya sekarang sebagai Melody, lantas bagaimana dengan VinFast sebagai brand otomotif yang baru masuk pasar Indonesia?
Jawabnya dengan memanfaatkan media sosial dan algoritmanya. Namun bukan sekadar mengejar viral, namun juga edukatif bagi semuanya. "Kalau dari sisi saya sebagai marketer, ketika harus melakukan edukasi, kita harus melakukan konten yang engaging tapi tetap mendidik, tentunya hal tersebut jadi salah satu hal yang diutamakan: viral boleh tapi lebih baik viral yang baik dan tepat.”
Ia pun menambahkan jika VinFast sebagai brand otomotif gak hanya mengejar viral untuk membangun trust dan interest para pengguna, namun ada hal lain yang saling terkait dan nggak kalah penting.
"Dari sisi brand, tentunya memahami bagaimana seseorang mengonsumsi media itu akan membantu kita merencanakan sesuatu yang lebih penting, terutama untuk mengejar bagaimana cara supaya brand kami itu bisa dibaca oleh algoritma,” jelas Astrid.
Menurut Astrid, konten yang viral dan sifatnya snackable akan membantu menarik perhatian masyarakat secara short term. Harapannya, perhatian yang didapat kemudian mampu menarik minat masyarakat.
3. Memanfaatkan AI dan algoritma media sosial

Nah, sebagai brand, ternyata memanfaatkan algoritma media sosial dan AI juga sangat penting. Hal ini demi mendapatkan poin utama tadi, attention dan interest. Caranya gimana sih? Emang bisa ya? Tentu bisa.
Kalau dulu orang lebih banyak search by Google dan sejenisnya, sekarang berbeda. "Sekarang kita beralih ke AI. Bagaimana caranya sebuah brand bisa juga terbaca sama AI sehingga bisa jadi salah satu brand yang direkomendasikan,,” jelasnya. Untuk itu, Astrid mengatakan penting banget bagi VinFast membangun trust konsumen sebagai pondasi kedepan, sebagai brand otomotif. Caranya gimana?
"Semua ini dibangun dari trust. Trust itu dibangun dari review, pengalaman, dan edukasi. Yang paling penting, VinFast juga memberikan kesempatan bagi konsumen untuk tahu lebih banyak mengenai produk-produknya melalui experience langsung, dengan sering hadir dalam event atau pameran otomotif di tanah air salah satunya.
"Jadi di VinFast kami aktif untuk ikut dalam kegiatan auto show berskala nasional. Semua event pameran otomotif pastinya VinFast selalu hadir. Baik itu IIMS, GIIAS, baik yang diadakan di Jakarta maupun di luar kota.”
Jadi, bisa dibilang ‘rahasia’ VinFast dalam merambah pasar Indonesia adalah dengan membangun awareness berupa attention dan interest para konsumen dan calon konsumen sebagai brand melalui algoritma media sosial, sebelum akhirnya membawa para konsumen tertarik mencoba langsung, baik melalui event otomotif dan sejenisnya. Hingga akhirnya konsumen mulai berpikir “wah menarik nih beli mobil listriknya VinFast”. Kamu termasuk yang terpapar algoritma VinFast?
4. Setelah muncul trust, memunculkan ide baru lewat masukan konsumen

Nah, meski ada peningkatan trust dan ketertarikan konsumen, tentu ada challenge lain yang dihadapi VinFast sebagai brand kendaraan listrik. Salah satunya adalah mitigasi soal baterainya. Pasti yang awam juga suka penasaran, gimana cara merawat baterai mobil listrik ya? Nanti kalau ada ini itu gimana ya? Astrid pun turut menjelaskan bagaimana VinFast memberikan solusi terkait masukan dari penggunanya.
“Sebelum produk meluncur biasanya kami dari sisi brand pasti akan melakukan research untuk mengetahui apa saja yang jadi concern konsumen,” ceritanya. Ia juga mengaku jika timnya mendapatkan banyak insight terkait kecemasan konsumen yang membuat VinFast meluncurkan hal-hal baru bagi penggunanya, salah satunya adalah jaminan baterai seumur hidup.
“Berdasarkan insight, kekhawatiran terhadap harga ataupun kondisi baterai jangka panjang yang membuat mereka ragu mengadopsi mobil listrik. Oleh karena itu, VinFast menghadirkan program berlangganan baterai,” ujarnya.
Selain itu, VinFast memberikan garansi baterai selama masa berlangganan. Perusahaan juga menjaga kesehatan baterai agar tetap berada di atas 70 persen. Jika performa baterai turun di bawah batas tersebut, konsumen dapat melakukan penggantian baterai melalui VinFast.
"Jadi, performa baterai kalau sampai turun di bawah 70 persen, konsumen tuh tinggal datang ke VinFast lalu bisa diganti baterainya," kata Astrid.
Ternyata journey sebuah brand untuk tersebar luas lewat awareness itu panjang dan cukup rumit ya? Kalau medsos kamu sendiri, terpapar algoritma brand apa nih guys? (WEB/TAMA)


















