Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jetour T1 i-DM Jawab Keraguan Konsumen Beralih ke EV

Jetour T1 i-DM Jawab Keraguan Konsumen Beralih ke EV
Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia. (IDN Times/Fadhliansyah)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun di saat yang sama, sebagian konsumen masih memiliki kekhawatiran terkait jarak tempuh, infrastruktur pengisian daya, hingga fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan jarak jauh.

Melihat kondisi tersebut, PT Jetour Sales Indonesia menghadirkan Jetour T1 i-DM sebagai salah satu solusi transisi menuju era elektrifikasi.

SUV ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu sistem hybrid adaptif yang dirancang untuk memberikan efisiensi tanpa mengorbankan kemudahan penggunaan.

1. Dirancang untuk konsumen yang belum siap beralih ke EV penuh

Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia.
Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia. (IDN Times/Fadhliansyah)

Jetour melihat masih banyak konsumen yang tertarik dengan teknologi elektrifikasi, tetapi belum sepenuhnya siap meninggalkan kendaraan bermesin konvensional.

Karena itu, teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) dikembangkan sebagai jembatan yang memungkinkan pengguna menikmati manfaat elektrifikasi secara bertahap.

“Kami melihat banyak konsumen yang tertarik pada teknologi elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang praktis, nyaman, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan perjalanan,” ujar Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, Rabu (3/6/2026).

Melalui pendekatan tersebut, pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara secara drastis karena sistem akan bekerja secara otomatis menyesuaikan kondisi perjalanan.

2. Bisa digunakan layaknya mobil listrik untuk penggunaan harian

Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia.
Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia. (IDN Times/Fadhliansyah)

Salah satu keunggulan utama Jetour T1 i-DM adalah kemampuannya melaju hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC. Jarak tersebut dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas harian mayoritas pengguna di area perkotaan.

Saat digunakan dalam kondisi macet atau kecepatan rendah, sistem dapat mengandalkan motor listrik sepenuhnya.

Namun ketika baterai mulai berkurang atau kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh, mesin bensin akan bekerja secara otomatis untuk menjaga efisiensi dan performa.

Kombinasi tersebut membuat pengguna bisa merasakan pengalaman berkendara yang lebih dekat dengan kendaraan listrik tanpa harus khawatir soal keterbatasan jarak tempuh.

3. Hybrid jadi tahap transisi yang lebih realistis

Mesin Jetour T1 (Carnewschina)
Mesin Jetour T1 (Carnewschina)

President Director PT Jetour Sales Indonesia, Caroline Ling, mengatakan Jetour T1 dikembangkan untuk menjawab perubahan kebutuhan konsumen yang semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi namun tetap membutuhkan fleksibilitas.

Menurutnya, teknologi i-DM menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Dengan kombinasi mesin bensin, motor listrik, dan baterai berkapasitas 18,4 kWh, Jetour T1 i-DM menawarkan jalan tengah antara kendaraan konvensional dan mobil listrik murni.

Kehadiran model ini sekaligus menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak harus dilakukan secara ekstrem, melainkan dapat dijalani secara bertahap sesuai kebutuhan konsumen.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More

Jetour T1 i-DM Jawab Keraguan Konsumen Beralih ke EV

04 Jun 2026, 15:49 WIBAutomotive