Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Toyota Respons Ajakan Pindah Basis Produksi ke Indonesia

Toyota Respons Ajakan Pindah Basis Produksi ke Indonesia
Produksi Kijang Innova Zenix di pabrik TMMIN (dok. TMMIN)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Toyota menyatakan Indonesia mampu memproduksi kendaraan komersial secara teknis, karena platform body-on-frame serupa, meski selama ini Indonesia berfokus pada kendaraan penumpang dan Thailand pada kendaraan komersial.
  • Tantangan relokasi berada pada ekosistem pemasok yang masih terkonsentrasi di Thailand, sehingga pemindahan lini produksi belum tentu efisien meski arus komponen ASEAN tetap terbuka.
  • Toyota akan mematuhi kebijakan produksi domestik jika diwajibkan pemerintah, sementara pemerintah menyiapkan insentif dan Toyota menekankan pembangunan ekosistem industri otomotif Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ajakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar Toyota memindahkan basis produksi kendaraan komersial dari Thailand ke Indonesia mendapat respons dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Toyota menyatakan Indonesia memiliki kemampuan memproduksi kendaraan tersebut, tetapi relokasi tidak bisa dipisahkan dari kesiapan industri pendukung.

Namun mereka menilai daya saing manufaktur bukan hanya ditentukan oleh keberadaan pabrik. Keputusan memindahkan basis produksi juga mempertimbangkan ekosistem supplier, rantai pasok, hingga efisiensi industri yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

1. Kemampuan produksi di Indonesia dinilai sudah memadai

Salah satu proses produksi Kijang Innova Zenix (dok. TMMIN)
Salah satu proses produksi Kijang Innova Zenix (dok. TMMIN)

Toyota menjelaskan tidak ada kendala berarti apabila kendaraan komersial diproduksi di Indonesia. Mereka bahkan mengaku telah melakukan kajian terkait kemungkinan tersebut karena secara teknis platform yang digunakan memiliki karakteristik yang sama.

“Dari sisi kemampuan manufaktur, sebenarnya tidak ada kendala. Kami pernah melakukan studi. Secara teknis, kendaraan tersebut menggunakan platform body-on-frame yang sama. Perbedaannya hanya pada dimensi dan panjang sasis," kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, selama ini terdapat pembagian peran produksi di kawasan. Indonesia berkembang sebagai basis produksi kendaraan penumpang, khususnya MPV, sedangkan Thailand menjadi pusat produksi kendaraan komersial.

2. Jaringan supplier masih terkonsentrasi di Thailand

Kinerja ekspor elektrifikasi Toyota meningkat (TMMIN)
Kinerja ekspor elektrifikasi Toyota meningkat (TMMIN)

Toyota menilai tantangan utama bukan berada pada fasilitas produksi, melainkan ekosistem industri yang sudah terbentuk.

Menurut perusahaan, jaringan pemasok komponen kendaraan komersial masih banyak berada di Thailand sehingga menciptakan efisiensi dalam proses manufaktur.

Kondisi tersebut membuat pemindahan produksi belum tentu langsung menghasilkan efisiensi biaya, terlebih dengan berlakunya ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) yang membuat arus komponen antarnegara tetap berjalan.

Karena itu, Toyota berpandangan pembangunan industri pendukung di Indonesia menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar memindahkan lini produksi.

3. Insentif disambut positif, tetapi ekosistem jadi prioritas

Mobil elektrifikasi Toyota semakin diminati global (TMMIN)
Mobil elektrifikasi Toyota semakin diminati global (TMMIN)

Toyota menyatakan akan mengikuti setiap kebijakan pemerintah apabila nantinya terdapat aturan yang mewajibkan produksi kendaraan tertentu dilakukan di Indonesia.

“Namun, apabila pemerintah menerbitkan kebijakan yang mengharuskan produksi dilakukan di Indonesia, tentu kami akan mematuhinya," tambah Nandi.

Meski begitu, menurutnya fokus utama tetap harus diarahkan pada pembangunan ekosistem industri otomotif nasional.

“Menurut kami, yang paling penting adalah bagaimana membangun ekosistem industri di Indonesia. Kalau ekosistem industrinya bisa dibawa ke Indonesia, tentu itu akan lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap memberikan berbagai insentif apabila Toyota memindahkan basis manufaktur kendaraan komersialnya dari Thailand ke Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat produksi otomotif di kawasan seiring besarnya pasar domestik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More