ilustrasi mengecek oli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
Takaran oli yang tidak sesuai juga menjadi kesalahan yang sering terjadi. Sebagian orang menganggap semakin banyak oli yang diisi maka perlindungan mesin akan semakin baik. Faktanya, oli yang berlebihan justru dapat berbusa akibat putaran poros engkol. Busa tersebut mengurangi efektivitas pelumasan sehingga komponen mesin tidak memperoleh lapisan oli yang stabil.
Sebaliknya, oli yang jumlahnya terlalu sedikit membuat beberapa bagian mesin tidak mendapatkan pelumasan yang memadai. Gesekan antar komponen meningkat, suhu mesin lebih cepat naik, dan risiko kerusakan menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, volume oli sebaiknya selalu disesuaikan dengan kapasitas yang telah ditentukan pabrikan serta diperiksa menggunakan dipstick setelah proses pengisian selesai.
Mengganti oli memang terlihat sebagai pekerjaan sederhana, tetapi pelaksanaannya harus dilakukan dengan benar. Pemilihan spesifikasi oli yang tepat, penggantian sesuai jadwal, pergantian filter oli, serta pengisian dalam jumlah yang sesuai merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mesin dalam jangka panjang.
Menghindari berbagai kesalahan tersebut dapat membantu mempertahankan performa mesin sekaligus memperpanjang usia pakainya. Mesin yang mendapatkan pelumasan optimal akan bekerja lebih halus, lebih efisien, dan memiliki risiko kerusakan yang lebih rendah. Dengan perawatan yang konsisten, biaya perbaikan besar akibat mesin jebol pun dapat diminimalkan.