Pabrik BYD di Subang punya kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun (Dok. BYD)
Dalam tahap awal operasional pabrik, BYD mengatur produksi berdasarkan kebutuhan pasar. Salah satu model yang mendapat perhatian adalah BYD M6 karena permintaannya dinilai cukup tinggi.
“Memang saat ini demand-nya cukup besar di M6 ya. Kita fullfill dulu yang M6, sama ada kita sudah siapkan juga produk-produk yang lainnya,” kata Luther.
Selain M6, BYD juga telah memproduksi sejumlah model lain secara domestik. Sebelumnya Luther menyebut Atto 3 sebagai salah satu model yang masuk dalam produksi lokal.
BYD juga menyiapkan kemungkinan menambah model yang diproduksi di Indonesia. Namun, keputusan tersebut tetap mempertimbangkan optimalisasi lini produksi dan volume kendaraan.
“Strategi produk itu juga perlu memperhatikan optimalisasi produksi manufaktur. Mungkin secara sederhana harusnya yang benar-benar memberikan volume yang cukup signifikan seoptimal mungkin agar diproduksi di fasilitas domestik,” tutur Luther.
Dengan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun, BYD masih memiliki ruang untuk meningkatkan produksi dari posisi saat ini. Namun, peningkatan tersebut akan dilakukan bertahap mengikuti kebutuhan pasar, kesiapan lini produksi, serta komposisi model yang diproduksi di fasilitas Subang.