Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebiasaan Saat Lewat Polisi Tidur Ini Bikin Shockbreaker Cepat Rusak

2 min read
Kebiasaan Saat Lewat Polisi Tidur Ini Bikin Shockbreaker Cepat Rusak
ilustrasi polisi tidur (pexels.com/Denis Trushtin)
  • Melaju kencang saat mendekati polisi tidur membuat shockbreaker, bushing, ball joint, dan pegas menerima benturan lebih besar. Kecepatan sebaiknya dikurangi sebelum roda depan mencapai tonjolan.
  • Pengereman keras tepat di atas polisi tidur memindahkan bobot ke depan dan menambah beban suspensi. Rem dianjurkan digunakan sebelum melewati tonjolan, lalu tekanannya dikurangi.
  • Menginjak gas saat roda masih melewati polisi tidur mempercepat perpindahan bobot. Mobil sebaiknya dibiarkan berjalan perlahan hingga seluruh roda melewati tonjolan dan bodi stabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Polisi tidur dibuat untuk memaksa pengendara mengurangi kecepatan. Namun, cara melewatinya ternyata ikut menentukan seberapa berat beban yang diterima sistem suspensi mobil.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sederhana justru membuat shockbreaker bekerja lebih keras. Jika dilakukan terus-menerus, komponen suspensi bisa lebih cepat mengalami penurunan performa dan akhirnya membutuhkan penggantian.

  1. 1. Tetap melaju kencang saat mendekati polisi tidur

    ilustrasi polisi tidur (pexels.com/Justus Menke)
    ilustrasi polisi tidur (pexels.com/Justus Menke)

    Kebiasaan paling umum adalah tidak mengurangi kecepatan sejak sebelum melewati polisi tidur. Ketika roda menghantam permukaan yang lebih tinggi dalam kondisi cepat, suspensi harus bekerja lebih keras untuk menyerap energi benturan. Beban tersebut tidak hanya diterima shockbreaker, tetapi juga komponen lain seperti bushing, ball joint, dan pegas.

    Idealnya, kecepatan dikurangi sebelum roda depan mencapai polisi tidur. Setelah kendaraan melambat, lewati permukaan tersebut dengan kecepatan rendah dan konstan. Cara ini membuat gerakan suspensi lebih terkendali sehingga benturan yang diterima komponen tidak terlalu besar.

  2. 2. Mengerem mendadak tepat di atas polisi tidur

    Polisi Tidur (Pexels.Id/Henry and Co)
    Polisi Tidur (Pexels.Id/Henry and Co)

    Mengerem memang diperlukan untuk mengurangi kecepatan, tetapi melakukannya tepat ketika roda sudah berada di atas polisi tidur bukan kebiasaan yang ideal. Saat pengereman keras, bobot kendaraan berpindah ke bagian depan sehingga suspensi depan mendapat beban tambahan.

    Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali, komponen suspensi harus menghadapi kombinasi antara perpindahan bobot dan benturan. Karena itu, pengereman sebaiknya dilakukan sebelum melewati polisi tidur. Setelah kecepatan cukup rendah, pedal rem bisa dilepas atau dikurangi tekanannya ketika roda melewati tonjolan.

  3. 3. Menginjak gas saat roda masih melewati tonjolan

    ilustrasi polisi tidur (freepik.com/EyeEm)
    ilustrasi polisi tidur (freepik.com/EyeEm)

    Sebagian pengemudi kembali menginjak pedal gas ketika roda depan baru melewati polisi tidur. Kebiasaan ini bisa membuat perpindahan bobot kendaraan berlangsung lebih cepat, terutama pada mobil dengan tenaga dan torsi besar. Suspensi kemudian harus mengikuti perubahan beban sekaligus meredam gerakan bodi.

    Lebih aman membiarkan mobil bergerak perlahan sampai seluruh roda melewati polisi tidur. Setelah bodi kembali stabil dan roda sudah berada di permukaan datar, akselerasi bisa dilakukan secara bertahap. Cara sederhana ini tidak hanya membantu mengurangi kerja shockbreaker, tetapi juga membuat komponen kaki-kaki lainnya menerima beban yang lebih terkontrol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More