Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Filter Oli Juga Harus Diganti Saat Ganti Oli?
ilustrasi isi oli mobil (pexels.com/Daniel Andraski)
  • Filter oli menyaring kerak, sisa pembakaran, dan serpihan logam agar tidak terus bersirkulasi, sehingga pelumasan mesin tetap optimal.
  • Filter yang jenuh dapat mencemari oli baru dan menghambat alirannya, meningkatkan gesekan serta risiko keausan komponen mesin.
  • Mengganti filter bersama oli membuat servis lebih maksimal, menjaga performa dan umur mesin, dengan biaya relatif kecil dibanding potensi perbaikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat ganti oli mobil, filter oli juga harus diganti. Filter ini menangkap kotoran kecil dari mesin. Kalau filter sudah kotor, oli baru bisa ikut kotor dan jalannya tidak lancar. Mesin bisa lebih cepat rusak. Sekarang, teknisi menyarankan oli dan filter diganti bersama supaya mesin tetap bersih dan sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat melakukan servis berkala, banyak pemilik mobil hanya berfokus pada penggantian oli mesin. Padahal, teknisi biasanya juga menyarankan untuk mengganti filter oli secara bersamaan. Tidak sedikit yang menganggap komponen ini masih bisa digunakan karena bentuknya terlihat masih baik dari luar.

Padahal, filter oli memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelumasan mesin. Jika dibiarkan terlalu lama, filter yang sudah kotor justru dapat mengurangi manfaat dari oli baru yang baru saja diisi. Berikut beberapa alasan mengapa filter oli sebaiknya diganti saat melakukan penggantian oli mesin.

1. Menyaring kotoran dari sirkulasi oli

ilustrasi ganti oli (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selama mesin bekerja, oli akan membawa partikel halus seperti kerak, sisa pembakaran, dan serpihan logam hasil gesekan antarkomponen. Filter oli bertugas menyaring berbagai kotoran tersebut agar tidak terus bersirkulasi di dalam mesin. Dengan begitu, oli tetap mampu melumasi komponen secara optimal.

Seiring waktu, kotoran akan menumpuk di dalam filter. Jika tidak diganti, kemampuan penyaringannya akan terus menurun. Akibatnya, kualitas pelumasan mesin juga dapat ikut berkurang.

2. Oli baru bisa cepat terkontaminasi

ilustrasi isi oli (pexels.com/Sergey Meshkov)

Mengganti oli tanpa mengganti filter ibarat menuangkan air bersih ke wadah yang masih penuh kotoran. Filter yang sudah jenuh masih menyimpan sisa oli lama beserta berbagai partikel yang telah disaring sebelumnya. Saat mesin kembali bekerja, sebagian kotoran tersebut dapat bercampur dengan oli baru.

Kondisi ini membuat kualitas oli baru tidak lagi optimal sejak awal pemakaian. Padahal, tujuan mengganti oli adalah memberikan pelumasan yang bersih dan maksimal. Karena itu, penggantian filter menjadi langkah yang tidak kalah penting.

3. Aliran oli bisa menjadi kurang lancar

ilustrasi isi oli (pexels.com/Daniel Andraski)

Filter oli yang terlalu kotor dapat menghambat aliran oli menuju berbagai komponen mesin. Jika suplai oli tidak berjalan dengan baik, proses pelumasan menjadi kurang optimal sehingga gesekan antarkomponen meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan mesin.

Beberapa filter memang memiliki katup pengaman agar oli tetap mengalir ketika filter tersumbat. Namun, oli yang mengalir bisa saja tidak lagi tersaring dengan baik. Hal ini tentu tidak ideal untuk kesehatan mesin.

4. Membantu menjaga umur mesin

ilustrasi ganti oli (pexels.com/Fatih Erden)

Pelumasan yang bersih dan lancar merupakan salah satu kunci menjaga umur mesin. Dengan filter oli yang baru, partikel kotoran dapat disaring secara lebih efektif sehingga risiko keausan komponen menjadi lebih kecil. Mesin pun dapat bekerja lebih optimal dalam jangka panjang.

Biaya penggantian filter oli juga relatif kecil dibanding potensi biaya perbaikan mesin akibat pelumasan yang kurang baik. Oleh sebab itu, mengganti filter secara rutin merupakan bentuk perawatan yang menguntungkan. Langkah ini juga sesuai dengan rekomendasi banyak pabrikan kendaraan.

5. Membuat hasil servis lebih maksimal

ilustrasi isi oli (pexels.com/cihatatceken)

Tujuan utama servis berkala adalah mengembalikan kondisi kendaraan agar tetap bekerja secara optimal. Mengganti oli tanpa filter membuat proses tersebut menjadi kurang sempurna karena masih ada komponen yang sudah jenuh digunakan. Penggantian keduanya secara bersamaan membantu memastikan sistem pelumasan bekerja lebih baik.

Selain itu, mekanik juga tidak perlu membongkar kembali filter dalam waktu dekat. Perawatan menjadi lebih praktis sekaligus efisien. Dengan begitu, performa mesin dapat tetap terjaga hingga jadwal servis berikutnya.

Filter oli memiliki fungsi penting dalam menyaring kotoran yang terbawa oleh oli mesin. Menggantinya bersamaan dengan oli membantu menjaga kebersihan sistem pelumasan, memperlancar aliran oli, serta mengurangi risiko keausan komponen mesin. Karena itu, penggantian filter bukan sekadar tambahan, melainkan bagian penting dari perawatan rutin kendaraan.

Pada akhirnya, biaya mengganti filter oli jauh lebih kecil dibanding manfaat yang diberikan untuk kesehatan mesin. Dengan mengikuti jadwal penggantian yang dianjurkan, performa mesin dapat tetap optimal dan usia pakainya pun berpotensi menjadi lebih panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article