Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jadi Mobil Paling Nyaman, Kenapa Sedan Kini Kalah Laris?

Jadi Mobil Paling Nyaman, Kenapa Sedan Kini Kalah Laris?
ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Antoni Shkraba)
Share Article

Mobil sedan sejak lama dikenal sebagai simbol kenyamanan dan kemewahan dalam dunia otomotif. Posisi duduk yang ergonomis serta bantingan suspensi yang lembut membuat jenis mobil ini menjadi standar tertinggi dalam hal kenyamanan berkendara.

Namun, dominasi sedan di pasar otomotif perlahan tergeser oleh kepopuleran mobil keluarga dan sport utility vehicle. Pergeseran tren ini dipicu oleh berbagai alasan praktis yang membuat konsumen mulai beralih ke jenis kendaraan lain.

1. Tingkat kepraktisan dan kapasitas kabin yang terbatas

ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

Salah satu alasan utama kemunduran popularitas sedan terletak pada keterbatasan ruang bagasi dan kapasitas penumpang. Bentuk bodi sedan yang memisahkan kabin dengan bagasi membuat daya angkut barang menjadi kurang fleksibel. Pintu bagasi yang sempit juga menyulitkan pengguna saat hendak memasukkan barang berukuran besar.

Di sisi lain, konsumen saat ini lebih menyukai mobil yang mampu mengangkut banyak anggota keluarga sekaligus barang bawaan. Jenis kendaraan serbaguna menawarkan ruang kabin yang lebih lapang dengan fleksibilitas pengaturan kursi yang tinggi. Kebutuhan mobilitas harian yang mengutamakan kepraktisan ini membuat posisi sedan makin tersisih.

2. Jarak terendah ke tanah yang kurang ideal untuk berbagai kondisi jalan

Pemilik mobil mengecek keadaan kaki kaki mobil
Pemilik mobil mengecek keadaan kaki kaki mobil (Unsplash.com/Li Yang)

Sedan memiliki jarak terendah ke tanah atau ground clearance yang cenderung rendah demi mengejar kestabilan dan aerodinamika. Postur tubuh yang rendah ini menjadi kelemahan utama saat kendaraan harus melintasi jalan berlubang, genangan air hujan, atau poldur yang tinggi. Risiko bagian bawah bodi terbentur menjadi kekhawatiran utama para pemiliknya.

Kondisi infrastruktur jalan yang tidak menentu membuat konsumen lebih memilih mobil berpintu tinggi yang sanggup menerjang berbagai medan. Kendaraan dengan posisi duduk yang lebih tinggi juga memberikan pandangan mengemudi yang lebih luas dan cerah ke arah depan. Faktor keamanan saat melintasi rupa jalanan yang bervariasi ini menjadi pertimbangan penting pembeli mobil.

3. Harga jual yang tinggi serta persepsi biaya perawatan

ilustrasi mobil sedan
ilustrasi mobil sedan (pexels.com/Erik Mclean)

Skema pajak kendaraan di beberapa negara sempat menempatkan sedan sebagai barang mewah sehingga harga barunya menjadi cukup mahal. Meskipun aturan perpajakan telah disesuaikan, persepsi bahwa sedan merupakan kendaraan mahal masih melekat kuat di masyarakat. Hal ini membuat calon pembeli berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk membeli sedan.

Selain itu, harga suku cadang dan biaya perawatan sedan kerap dianggap lebih tinggi dibanding jenis mobil harian lainnya. Nilai jual kembali mobil sedan bekas yang cenderung turun drastis juga makin menyurutkan minat konsumen harian. Kombinasi faktor ekonomi dan pergeseran selera pasar akhirnya membuat penjualan sedan kian meredup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More