Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tanda-tanda Karet Ban Motormu Sudah Getas, Jangan Diabaikan!

Tanda-tanda Karet Ban Motormu Sudah Getas, Jangan Diabaikan!
ilustrasi ban motor (pexels.com/Rahul Soni)
Share Article

Penggunaan ban motor yang telah melewati batas usia pemakaian dapat menjadi ancaman tersembunyi bagi keselamatan berkendara. Meskipun alur kembangan ban masih terlihat tebal, senyawa karet di dalamnya akan mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu.

Fenomena yang sering dikenal dengan istilah hardening atau karet mati ini membuat karakteristik elastisitas ban menghilang secara perlahan. Mengenali gejala penurunan fungsi karet ini sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Perubahan tekstur karet yang menjadi sangat keras dan licin

ilustrasi ban motor
ilustrasi ban motor (pexels.com/Aykut Aktaş)

Gejala awal yang paling mudah dikenali dari fenomena hardening adalah perubahan tekstur permukaan karet ban. Karet yang sudah tua akan kehilangan fleksibilitasnya dan terasa sangat keras ketika ditekan menggunakan ibu jari atau kuku. Permukaan tapak ban juga akan terlihat mengkilap dan terasa licin seperti plastik keras saat diusap.

Kondisi karet yang mengeras ini membuat ban kehilangan kemampuannya untuk menyesuaikan bentuk dengan kontur jalan. Daya cengkeram karet terhadap permukaan aspal akan menurun secara drastis, terutama saat melintasi jalanan yang basah atau berpasir. Kendaraan pun menjadi sangat rentan slip atau tergelincir saat melakukan pengereman mendadak.

2. Timbulnya retakan halus di sepanjang dinding dan sela kembangan ban

ilustrasi ban motor botak
ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo)

Proses penuaan bahan kimia pada karet ban juga ditandai dengan munculnya retakan-retakan kecil atau crack. Retakan halus ini biasanya mulai terlihat di daerah dinding samping ban maupun di sela-sela alur kembangan tapak. Penyebab utamanya adalah paparan sinar matahari, perubahan suhu ekstrem, serta hilangnya minyak pelembab alami karet.

Struktur ban yang telah mengalami retakan ini menjadi sangat rapuh dan kehilangan kekuatan daya tahannya. Tekanan udara tinggi serta beban muatan kendaraan dapat membuat retakan halus tersebut makin melebar dan merusak susunan benang nilon di dalamnya. Risiko terjadinya ban meledak secara mendadak saat melaju kencang menjadi makin tinggi.

3. Timbulnya getaran tidak wajar dan suara bising saat melaju

ban motor (pexels.com/Karan Mridha)
ban motor (pexels.com/Karan Mridha)

Ban motor yang telah mengalami karet mati tidak lagi mampu meredam guncangan dari permukaan jalan dengan baik. Dampaknya, guncangan dan getaran kasar dari aspal akan langsung diteruskan ke bagian stang kemudi serta bodi kendaraan. Pengendara akan merasakan sensasi berkendara yang sangat keras dan tidak nyaman meskipun tekanan angin sudah sesuai.

Selain getaran, ban dengan karet yang mengeras juga akan menimbulkan suara gemuruh atau bising yang cukup mengganggu saat berputar. Suara ini muncul akibat gesekan kasar antara karet keras yang tidak lagi fleksibel dengan permukaan jalan. Penggantian ban baru menjadi satu-satunya solusi mutlak untuk mengembalikan kenyamanan dan keamanan berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More