Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Langsung Mengguyur Cakram Rem yang Masih Panas, Ini Efek Buruknya

ilustrasi motor (pexels.com.pexels)
ilustrasi motor (pexels.com.pexels)
Intinya sih...
  • Perubahan suhu ekstrem bikin cakram melengkungCakram rem yang panas memuai secara alami. Saat langsung disiram air dingin, logam mendingin mendadak dan menyusut tidak merata. Akibatnya cakram bisa melengkung halus (warped disc).
  • Risiko retak rambut yang lama-lama membesarMetal panas yang kena pendinginan tiba-tiba bisa mengalami thermal shock. Ini memicu retakan kecil yang awalnya tidak terlihat mata. Seiring pemakaian dan panas berulang, retakan ini bisa melebar.
  • Umur pakai cakram jadi jauh lebih pendekCakram yang sering mengalami shock suhu akan kehilangan kekuatan struktural lebih
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pengendara refleks menyiram cakram rem dengan air setelah perjalanan jauh atau turun gunung karena melihat asap tipis dan panas ekstrem. Tujuannya biar cepat dingin dan dianggap mencegah kerusakan.

Padahal kebiasaan ini justru bisa merusak sistem pengereman secara permanen. Perubahan suhu mendadak adalah musuh besar logam panas, termasuk cakram rem mobil maupun motor. Ini alasan teknis kenapa kamu sebaiknya stop kebiasaan ini sekarang juga.

1. Perubahan suhu ekstrem bikin cakram melengkung

ilustrasi cakram rem motor
ilustrasi cakram rem motor (pexels.com/Diogo Cacito)

Cakram rem yang panas memuai secara alami. Saat langsung disiram air dingin, logam mendingin mendadak dan menyusut tidak merata.

Akibatnya cakram bisa melengkung halus (warped disc). Efeknya terasa sebagai getaran di pedal rem atau setang saat ngerem, dan performa pengereman jadi tidak halus lagi.

2. Risiko retak rambut yang lama-lama membesar

ilustrasi cek minyak rem (pexels.com/pexels)
ilustrasi cek minyak rem (pexels.com/pexels)

Logam panas yang kena pendinginan tiba-tiba bisa mengalami thermal shock. Ini memicu retakan kecil yang awalnya tidak terlihat mata.

Seiring pemakaian dan panas berulang, retakan ini bisa melebar. Dalam kondisi ekstrem, cakram bisa rusak serius dan berbahaya saat pengereman keras.

3. Umur pakai cakram jadi jauh lebih pendek

ilustrasi motor
ilustrasi motor (pexels.com/Jakub Sisulak)

Cakram yang sering mengalami shock suhu akan kehilangan kekuatan struktural lebih cepat. Permukaannya bisa tidak rata dan aus tidak normal.

Akhirnya kamu harus bubut cakram lebih sering atau bahkan ganti lebih cepat dari seharusnya. Padahal harga cakram tidak murah, apalagi mobil modern.

4. Kampas rem juga bisa ikut rusak

ilustrasi motor
ilustrasi motor (pexels.com/Khang Ngô Huỳnh | Nocte)

Pendinginan mendadak bukan cuma menyerang cakram, tapi juga kampas rem yang panas. Material kampas bisa mengeras atau glazing.

Akibatnya daya cengkeram menurun dan rem terasa kurang pakem meski diinjak kuat. Ini sangat berbahaya terutama di kondisi darurat.

5. Cara aman mendinginkan rem yang benar

ilustrasi periksa sparepart motor
ilustrasi periksa sparepart motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Biarkan rem dingin secara alami dengan berhenti sejenak dan tidak menahan pedal rem. Aliran udara akan menurunkan suhu secara perlahan dan aman.

Kalau habis turunan panjang, usahakan jalan pelan tanpa banyak ngerem keras agar panas turun bertahap. Ini cara yang dipakai di dunia balap dan teknik otomotif.

Mengguyur cakram panas dengan air dingin memang terasa cepat dan praktis, tapi risikonya besar untuk jangka panjang. Cakram bisa melengkung, retak, dan cepat rusak tanpa disadari.

Dalam urusan rem, sabar sedikit jauh lebih aman daripada buru-buru dingin. Biarkan suhu turun alami, karena sistem pengereman yang sehat adalah kunci keselamatan di jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Aki Lithium vs Aki Kering vs Aki Basah: Mana Paling Awet Buat Motor?

09 Feb 2026, 16:05 WIBAutomotive