Mau Pasang Aki Lithium di Motor, Ketahui Dulu Kekurangannya

- Harga aki lithium jauh lebih mahal daripada aki kering biasa, dan membutuhkan sistem kelistrikan motor yang stabil.
- Aki lithium sensitif terhadap perubahan suhu cuaca, bisa lemas saat dingin dan rusak jika terlalu panas.
- Aki lithium tidak memberikan aba-aba saat habis daya, bisa mati mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Aki lithium memang punya banyak keunggulan. Tak heran kalau banyak biker tergoda untuk mencobanya di motor mereka. Namun, sebelum memasangnya di motor kesayanganmu, ada baiknya mengetahui kekurangan jenis aki ini agar tidak menyesal di kemudian hari.
Jangan sampai niat hati ingin keren dan praktis, malah berujung pada pengeluaran ekstra yang tidak terduga. Sebelum memutuskan untuk meminang aki ini, ada beberapa poin penting mengenai kekurangannya yang perlu dipahami agar tidak kaget saat sudah terpasang di motor. Berikut adalah beberapa hal yang sering kali tidak tertulis di brosur penjualan.
1. Harga yang menguras kantong dan butuh kecocokan sistem

Masalah pertama yang paling terasa tentu saja ada pada harganya. Untuk mendapatkan satu unit aki lithium, dana yang harus disiapkan bisa berkali-kali lipat dibandingkan membeli aki kering biasa. Bagi yang memiliki anggaran terbatas untuk perawatan rutin, selisih harga ini tentu terasa sangat mencolok. Belum lagi jika ternyata sistem kelistrikan motor, terutama bagian pengisian (kiprok), tidak dalam kondisi prima, maka risiko aki rusak jadi makin besar.
Aki lithium sangat sensitif terhadap kestabilan arus. Jika motor yang digunakan adalah tipe lama dengan sistem pengisian yang sering naik-turun atau tidak stabil, aki lithium bisa cepat soak atau bahkan rusak permanen. Sering kali, pemilik motor harus memastikan kembali kesehatan seluruh jalur kabel dan komponen pengisian agar aki mahal ini tidak "mati muda" akibat kelebihan beban listrik yang tidak teratur.
2. Sifatnya yang sensitif terhadap perubahan suhu cuaca

Banyak yang belum tahu kalau aki lithium ini punya karakter yang agak "pilih-pilih" soal cuaca. Di daerah yang suhunya sangat dingin, tenaga aki ini sering kali terasa lemas saat pertama kali mesin dinyalakan. Jangan heran jika di pagi yang dingin, mesin motor tidak langsung menyala pada percobaan pertama; itu tandanya kimia di dalam aki butuh waktu untuk "bangun" dan panas sebelum bisa memberikan daya maksimal.
Sebaliknya, suhu panas yang berlebihan juga menjadi musuh utama. Jika posisi aki di motor diletakkan terlalu dekat dengan blok mesin yang panas tanpa pelindung yang baik, sel-sel di dalamnya bisa stres dan cepat rusak. Risiko terburuknya adalah kegagalan sistem yang bisa menyebabkan panas berlebih pada unit baterai. Hal ini menuntut pemilik untuk lebih teliti memperhatikan posisi pemasangan dan suhu di sekitar area aki.
3. Sering kali mati mendadak tanpa memberikan aba-aba
Kekurangan yang paling sering membuat pengendara bingung adalah cara aki lithium habis daya. Jika aki biasa akan memberikan tanda-tanda seperti suara klakson yang cempreng atau starter yang terasa berat saat mulai lemah, aki lithium tidak memberikan sinyal apa pun. Aki ini akan bekerja sangat kuat sampai detik terakhir sebelum tenaganya benar-benar habis secara tiba-tiba.
Kejadian "mogok mendadak" ini tentu bisa sangat merepotkan jika sedang dalam perjalanan jauh atau berada di lokasi yang sepi. Sekali daya lithium turun di bawah batas aman karena kelalaian (seperti lupa mematikan lampu), biasanya aki akan terkunci dan tidak bisa diisi ulang kembali dengan alat charger biasa. Ujung-ujungnya, tidak ada pilihan lain selain membeli unit baru karena sel di dalamnya sudah tidak bisa dipulihkan lagi.

















