Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Mengisi Nitrogen untuk Ban Mobil Harian Terasa Mubazir?
ilustrasi cek tekanan ban mobil (freepik.com/teksomolika)
  • Udara biasa sudah mengandung sekitar 78% nitrogen, sehingga perbedaan kadar dengan nitrogen murni tidak memberi dampak besar bagi performa mobil harian.
  • Kelebihan nitrogen yang stabil terhadap suhu ekstrem lebih relevan untuk pesawat atau mobil balap, bukan kendaraan komuter dengan suhu ban normal.
  • Menjaga tekanan angin secara rutin jauh lebih penting daripada memilih jenis gas, karena tekanan ideal menentukan keamanan dan efisiensi ban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menyoroti bahwa udara biasa sebenarnya sudah mengandung kadar nitrogen yang tinggi, sehingga pemilik mobil harian dapat menikmati performa ban yang stabil tanpa biaya tambahan. Dengan menekankan pentingnya kedisiplinan memeriksa tekanan angin secara rutin, artikel ini memberi pandangan positif bahwa perawatan sederhana dan konsisten mampu menjaga keselamatan serta efisiensi kendaraan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengisi ban mobil dengan gas nitrogen kini telah menjadi tren yang sangat populer di kalangan pemilik kendaraan roda empat. Banyak tempat pengisian bahan bakar hingga bengkel khusus menawarkan layanan ini dengan klaim mampu meningkatkan kenyamanan dan performa berkendara secara drastis.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengisian nitrogen pun relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan angin biasa atau udara kompresor. Namun, jika ditinjau dari perspektif penggunaan mobil untuk kebutuhan harian, manfaat dari gas hidrogen buatan ini sebenarnya tidak terlalu signifikan.

1. Kandungan udara biasa yang sudah didominasi oleh unsur gas nitrogen

Ilustrasi ban mobil (Freepik/peoplecreations)

Banyak pemilik kendaraan yang belum menyadari bahwa udara biasa yang dihasilkan oleh kompresor bengkel semenjana sebenarnya sudah kaya akan nitrogen. Secara ilmiah, atmosfer bumi atau udara bebas yang dihirup setiap hari terdiri atas sekitar tujuh puluh delapan persen gas nitrogen. Sisanya adalah dua puluh satu persen oksigen dan satu persen gas-gas lainnya seperti argon dan karbon dioksida.

Ketika melakukan pengisian dengan nitrogen murni di gerai khusus, kadar nitrogen di dalam ban umumnya hanya meningkat menjadi sekitar sembilan puluh lima hingga sembilan puluh sembilan persen. Perbedaan persentase yang berkisar antara lima belas hingga dua puluh persen ini tidak memberikan dampak mekanis yang revolusioner untuk mobil harian. Performa kendaraan saat melintasi kemacetan kota atau jalan tol dengan kecepatan normal akan terasa sama saja dengan ban yang menggunakan angin biasa.

2. Karakter berkendara komuter yang tidak membutuhkan stabilitas suhu ekstrem

ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kelebihan utama dari nitrogen murni adalah sifatnya yang lebih stabil terhadap perubahan suhu tinggi sehingga tidak mudah memuai saat dipacu secara ekstrem. Karakteristik khusus ini sangat krusial dan wajib digunakan pada roda pesawat terbang atau mobil balap formula yang mengalami gesekan ekstrem berkecepatan tinggi. Ban pesawat dan mobil balap membutuhkan kepastian tekanan agar tidak meledak saat menerima beban termal yang masif dalam waktu singkat.

Sementara itu, mobil harian yang digunakan untuk rute komuter dari rumah menuju kantor tidak akan pernah mencapai titik stres termal seekstrem itu. Jarak tempuh yang relatif pendek dan kecepatan yang konstan di dalam kota membuat suhu internal di dalam ban tetap berada pada batas normal. Oleh karena itu, kemampuan nitrogen dalam menahan pemuaian suhu menjadi mubazir dan tidak memberikan efek kenyamanan yang spidometer rasakan secara nyata.

3. Faktor kedisiplinan menjaga tekanan udara jauh lebih penting dari jenis gas

ilustrasi cek ban mobil (freepik.com/freepik)

Hal yang paling menentukan keawetan umur ban dan efisiensi konsumsi bahan bakar mobil harian bukanlah jenis gas yang dimasukkan ke dalam roda. Faktor paling esensial yang sering kali dilupakan oleh para pengemudi adalah kedisiplinan dalam memeriksa dan menjaga angka tekanan angin secara rutin. Ban yang diisi nitrogen murni pun akan tetap mengalami pengurangan tekanan udara secara alami akibat pori-pori karet ban yang mikro.

Membiarkan ban mobil kekurangan tekanan udara, baik diisi nitrogen maupun angin biasa, akan tetap merusak struktur dinding karet ban secara instan. Menambahkan angin biasa secara rutin setiap dua minggu sekali jauh lebih bermanfaat daripada mengisi nitrogen sekali lalu membiarkannya kempis selama berbulan-bulan. Memastikan tekanan angin selalu berada pada angka rekomendasi pabrikan adalah kunci utama keselamatan berkendara harian, tanpa perlu terjebak dalam mitos kehebatan gas tertentu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team

Related Article