Begini Spesifikasi Mazda 6e yang Kemungkinan Masuk Pasar Indonesia

- Mazda 6e merupakan versi global dari Mazda EZ-6 hasil kolaborasi Mazda dan Changan, dirancang untuk pasar setir kanan termasuk Indonesia.
- Mobil ini dibekali baterai LFP 78 kWh dengan jarak tempuh hingga 560 km serta dukungan pengisian cepat yang lebih efisien.
- Ditenagai motor listrik hingga 255 dk, Mazda 6e berdimensi besar dengan sasis kolaborasi Mazda-Changan yang tetap mempertahankan karakter Jinba-Ittai khas Mazda.
Jakarta, IDN Times - Mazda 6e menjadi salah satu mobil listrik global terbaru Mazda yang disiapkan untuk berbagai pasar, termasuk negara-negara dengan konfigurasi setir kanan. Mobil ini merupakan versi ekspor dari Mazda EZ-6 yang lebih dulu dipasarkan di China melalui kolaborasi Mazda dan Changan.
Melansir Carnewschina, selain mengusung desain liftback yang modern Mazda 6e juga dibekali sejumlah pembaruan pada sektor baterai, performa, hingga efisiensi pengisian daya. Berikut spesifikasi utama yang ditawarkan sedan listrik tersebut.
1. Hadir dengan baterai baru dan jarak tempuh lebih jauh

Mazda kini menghadirkan varian baru dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 78 kWh yang dipasok CATL-Changan. Paket baterai ini digunakan pada Mazda 6e terbaru untuk pasar global dengan konfigurasi setir kanan.
Mazda Australia mengklaim baterai baru tersebut mampu meningkatkan jarak tempuh sekaligus performa pengisian cepat. Dalam sekali pengisian penuh, Mazda 6e diklaim mampu menempuh hingga 560 kilometer.
Sebelumnya, Mazda 6e menggunakan baterai 68,8 kWh dan sempat menawarkan opsi baterai NMC berkapasitas 80 kWh. Namun, varian tersebut dinilai kurang diminati karena tenaga motornya lebih kecil dan kemampuan pengisian cepat DC dibatasi sekitar 90 kW.
2. Motor listrik bertenaga hingga 255 dk

Di pasar China, Mazda EZ-6 tersedia dengan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 56,1 kWh dan 68,8 kWh. Keduanya dipadukan dengan motor listrik tunggal yang menggerakkan roda belakang.
Motor tersebut menghasilkan tenaga maksimum 190 kW atau sekitar 255 dk. Mazda juga menawarkan varian extended-range electric vehicle (EREV) yang menggabungkan baterai LFP 28 kWh dengan mesin bensin 1.500 cc berkekuatan 94 dk sebagai range extender.
Pada versi EREV, motor listrik menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 215 dk. Varian ini memiliki jarak tempuh listrik murni hingga 200 kilometer berdasarkan standar CLTC dan mendukung pengisian cepat DC 50 kW.
3. Dimensi bongsor dengan sasis hasil kolaborasi Mazda-Changan

Mazda 6e memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.485 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.900 mm. Dimensi tersebut membuatnya berada di kelas sedan menengah dengan kabin yang lapang.
Bobot kendaraan berkisar antara 1.778 hingga 2.037 kilogram, bergantung pada sistem penggerak dan variannya. Untuk menunjang kenyamanan sekaligus pengendalian, Mazda menyematkan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.
Mobil ini dibangun di atas platform EPA1 milik Changan yang juga digunakan Deepal SL03 dan Deepal L07. Meski berbagi basis, Mazda menyebut telah melakukan berbagai penyempurnaan agar karakter berkendara mobil tetap sesuai filosofi Jinba-Ittai, yang menjadi ciri khas setiap model Mazda.















