Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Bensin Berkualitas Rendah Mempercepat Kerusakan Busi Motor?

Benarkah Bensin Berkualitas Rendah Mempercepat Kerusakan Busi Motor?
ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Maria Orlova)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Menggunakan bensin beroktan rendah memicu detonasi dini yang meningkatkan suhu ruang bakar ekstrem, membuat busi bekerja di bawah tekanan panas tinggi dan mempercepat pengikisan elektroda.
  • Bahan bakar oktan rendah menyebabkan pembakaran tidak sempurna, menimbulkan penumpukan kerak karbon pada ujung busi yang menghambat percikan api dan membuat mesin tersendat.
  • Kombinasi suhu ekstrem dan kerak karbon memperpendek usia pakai busi serta meningkatkan risiko kerusakan komponen lain seperti katalitik konverter jika penggunaan bensin salah terus dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pemilihan jenis bahan bakar minyak yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan masih sering dilakukan oleh sebagian pemilik sepeda motor. Alasan penghematan biaya pengeluaran harian sering kali menjadi pembenaran utama untuk nekat mengisi tangki kendaraan dengan bensin yang memiliki angka oktan lebih rendah.

Namun, keputusan ini menyimpan efek domino yang merugikan bagi kesehatan dan usia pakai komponen internal jantung mekanis kendaraan. Salah satu komponen vital yang akan menerima dampak buruk secara langsung dari kebiasaan keliru ini adalah pemantik api alias busi motor.

1. Fenomena detonasi dini dan peningkatan suhu ekstrem ruang bakar

ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

Menggunakan bensin dengan angka oktan di bawah spesifikasi standar kompresi mesin akan memicu terjadinya fenomena fisika yang disebut dengan istilah detonasi atau ngelitik. Bensin beroktan rendah memiliki sifat yang lebih mudah terbakar sendiri akibat tekanan piston sebelum busi sempat memercikkan api secara normal. Akibatnya, terjadi dua benturan gelombang ledakan di dalam silinder yang menciptakan getaran dan suara ketukan besi yang sangat kasar.

Ledakan prematur yang tidak terkontrol ini secara otomatis akan mendongkrak kenaikan suhu internal di dalam ruang bakar secara drastis melampaui batas aman. Busi motor yang berada tepat di tengah pusaran ledakan tersebut dipaksa untuk menahan stres termal atau suhu panas yang sangat ekstrem. Paparan suhu tinggi yang tidak wajar ini dalam jangka panjang akan mempercepat pengikisan material logam pada bagian elektroda inti busi.

2. Penumpukan kerak karbon akibat kegagalan pembakaran sempurna

Screen Shot 2026-05-04 at 4.15.47 PM.png
ilustrasi busi (unsplash/Tonmoy Iftekhar)

Dampak buruk berikutnya dari penggunaan bensin di bawah spesifikasi adalah munculnya masalah pembakaran yang tidak pernah bisa berjalan dengan sempurna. Sifat bahan bakar oktan rendah yang meledak sebelum waktunya menyisakan banyak residu berupa jelaga hitam atau senyawa hidrokarbon yang gagal terurai. Residu pembakaran ini lama-kelamaan akan beterbangan dan menempel secara masif pada seluruh permukaan komponen di dalam silinder.

Ujung busi, termasuk bagian keramik isolator dan celah elektrodanya, menjadi tempat favorit bagi penumpukan kerak karbon aktif tersebut. Fenomena menumpuknya arang hitam pada pemantik ini dikenal dalam dunia mekanis dengan istilah carbon fouling. Tumpukan kerak yang tebal akan bertindak sebagai isolator yang mengalihkan aliran arus listrik, sehingga busi gagal memercikkan api dan membuat motor terasa tersendat-sendat.

3. Penurunan drastis usia pakai busi dan risiko kerusakan sasis

Screen Shot 2026-05-04 at 4.17.21 PM.png
ilustrasi mesin motor (pexels/Phong Nguyen)

Kombinasi antara kikisan suhu ekstrem dan hambatan kerak karbon secara otomatis akan memangkas durasi masa pakai busi secara drastis dari jadwal regulernya. Busi standar yang idealnya mampu bertahan hingga jarak sepuluh ribu kilometer bisa mengalami penurunan performa total hanya dalam waktu singkat. Pemilik kendaraan pada akhirnya harus lebih sering mengeluarkan uang ke bengkel untuk membeli busi baru akibat penurunan traksi kendaraan.

Jika kondisi busi yang sudah melemah akibat salah bensin ini terus dipaksakan, risiko yang mengintai sasis kendaraan akan menjadi jauh lebih besar. Percikan api yang mati suri akan membuat bensin mentah lolos ke saluran buang dan merusak komponen katalitik konverter pada knalpot. Oleh karena itu, disiplin mengisi bahan bakar yang sesuai dengan angka rasio kompresi menjadi kunci mutlak untuk menjaga keawetan busi dan kesehatan mesin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More