Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Mobil Listrik Lebih Boros Saat Dibawa ke Jalan Tol?

Kenapa Mobil Listrik Lebih Boros Saat Dibawa ke Jalan Tol?
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
Intinya Sih
  • Mobil listrik lebih efisien saat berhenti dan berjalan di kota
  • Pada jalan tol, mobil listrik membutuhkan lebih banyak energi karena fitur regenerative braking jarang aktif
  • Beban berat mobil listrik dan hambatan angin pada kecepatan tinggi membuat konsumsi energi meningkat
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Para pengguna mobil berbahan bakar bensin atau solar biasanya akan mengeluh kalau terjebak macet. Bukan saja karena waktu dan tenaga akan terbuang di jalan, tapi juga karena konsumsi bensin atau solar jadi lebih boros.

Yup, mobil bensin dan solar memang akan menenggak bahan bakar lebih banyak saat terjebak macet. Tapi situasi ini gak akan dialami pengendara mobil listrik. Sebab, saat terjebak macet, energi yang dibutuhkan mobil listrik justru tidak terlalu banyak.

Hanya saja, saat dibawa melaju ke jalan tol, energi yang dibutuhkan mobil listrik justru lebih banyak dibandingkan ketika macet. Kok, bisa begitu ya?

1. Kecepatan tinggi = konsumsi energi tinggi

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Mobil listrik sangat efisien saat digunakan dalam kecepatan rendah hingga sedang. Dalam kondisi stop-and-go seperti di kota, fitur regenerative braking membantu mengisi ulang baterai sedikit demi sedikit saat deselerasi atau pengereman.

Sebaliknya, saat melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi, fitur ini jarang aktif karena mobil jarang mengerem. Selain itu, kecepatan tinggi juga membuat hambatan angin (aerodinamika) meningkat secara signifikan, dan ini memaksa motor bekerja lebih keras, menguras energi baterai lebih cepat.

2. Tidak bisa mengandalkan regeneratif braking

Tidak bisa mengandalkan regeneratif braking
Baterai mobil listrik Suzuki e Vitara (marutisuzuki.com)

Salah satu keuntungan utama mobil listrik di jalan perkotaan adalah kemampuannya untuk memanen energi saat deselerasi atau pengereman. Namun di jalan tol, pengemudi cenderung menjaga kecepatan tetap tinggi dan stabil, sehingga kesempatan untuk menggunakan rem regeneratif sangat minim. Akibatnya, tidak ada energi yang dikembalikan ke baterai, dan konsumsi energi menjadi sepenuhnya satu arah, yakni dari baterai ke motor tanpa ada pemulihan.

3. Faktor angin dan beban tambahan

Faktor angin dan beban tambahan
Ilustrasi bahu jalan tol (seva.id)

Mobil listrik cenderung lebih berat dibandingkan mobil konvensional karena baterai yang besar. Saat dibawa ke jalan tol, beban berat ini ditambah dengan hambatan angin yang meningkat pada kecepatan tinggi, akan membuat motor membutuhkan lebih banyak daya.

Jika kendaraan membawa penumpang penuh atau barang, konsumsi energi akan semakin meningkat. Bahkan, penggunaan AC di dalam kabin pada suhu tinggi atau rendah juga turut menyumbang beban kerja pada sistem baterai.

Jadi, benar bahwa mobil listrik cenderung lebih boros ketika digunakan di jalan tol dibandingkan di dalam kota. Namun, kata boros di sini harus dipahami secara relatif. Namun seboros-borosnya mobil listrik, biasanya biaya pengisian dayanya lebih murah dibandingkan mengisi bensin atau solar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahreza Murnanda
Dwi Agustiar
Fahreza Murnanda
EditorFahreza Murnanda
Follow Us

Related Articles

See More