ilustrasi macet (pexels.com/Kelly)
Penyebab lain yang sering membuat pengemudi terlambat melihat motor adalah gangguan konsentrasi. Ponsel, percakapan, sistem hiburan, rasa lelah, hingga pikiran yang sedang tidak fokus dapat mengurangi kemampuan untuk memperhatikan perubahan kondisi jalan.
Gangguan tersebut tidak selalu membuat pengemudi sepenuhnya mengalihkan pandangan dari jalan. Seseorang bisa saja tetap menatap ke depan, tetapi pikirannya sedang memproses hal lain sehingga respons terhadap objek di depan menjadi lebih lambat.
Kelelahan juga perlu mendapat perhatian. Saat tubuh mulai lelah, kemampuan memindai lingkungan dan mengenali potensi bahaya dapat menurun. Pengemudi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menyadari bahwa kendaraan di depan sedang melambat atau berpindah posisi.
Untuk mengurangi risiko, jaga fokus selama berkendara dan hindari aktivitas yang tidak berkaitan dengan mengemudi. Berikan perhatian lebih kepada sepeda motor, terutama di jalan ramai, persimpangan, atau saat kondisi lalu lintas berubah dengan cepat.
Pada akhirnya, motor yang berada jelas di depan belum tentu langsung benar-benar disadari oleh pengemudi. Mata dapat menangkap keberadaannya, tetapi perhatian yang terbagi, keterbatasan pemrosesan otak, dan kondisi lingkungan bisa membuat respons datang terlambat.
Karena itu, pengemudi perlu membiasakan diri melakukan pemindaian pandangan secara aktif dan menjaga konsentrasi. Sementara itu, pengendara motor juga sebaiknya tidak berasumsi bahwa dirinya pasti sudah terlihat hanya karena berada tepat di depan kendaraan lain.