Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Parkir dengan Mesin Hidup Bikin Bensin Cepat Habis?
ilustrasi mobil parkir di basement (pexels.com/Erik Mclean)
  • Mesin mobil tetap membakar bensin saat idle untuk menjaga putaran dan menjalankan komponen, meski kendaraan parkir tanpa berpindah tempat.
  • Penggunaan AC menambah beban kerja mesin karena kompresor membutuhkan tenaga, sehingga konsumsi bensin saat mobil berhenti berpotensi meningkat.
  • Membiarkan mesin hidup lama saat parkir membuat bahan bakar terpakai tanpa menghasilkan jarak tempuh; mematikan mesin dapat dipertimbangkan sesuai keselamatan dan kebutuhan kabin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mobil parkir tapi mesinnya hidup, bensin tetap dipakai. Mesin masih bekerja walau mobil tidak jalan. Kalau AC menyala, mesin bekerja lebih keras dan bensin bisa lebih banyak habis. Jika menunggu lama, lebih baik mesin dimatikan kalau aman. Tapi anak kecil atau orang lain mungkin tetap perlu kabin yang sejuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memarkir mobil dengan mesin tetap hidup sering dianggap tidak masalah, terutama ketika hanya menunggu seseorang atau ingin tetap menyalakan AC. Padahal, meski mobil tidak bergerak, mesin tetap bekerja dan membutuhkan bahan bakar.

Konsumsi bensin saat mobil berhenti memang biasanya lebih rendah dibandingkan ketika berkendara. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan cukup lama dan berulang, bahan bakar yang terpakai bisa menjadi cukup banyak tanpa menghasilkan jarak tempuh sedikit pun.

1. Mesin tetap membutuhkan bensin meski mobil diam

ilustrasi mobil parkir di basement (pexels.com/Vitali Adutskevich)

Saat mesin menyala, proses pembakaran di dalam ruang bakar tetap berlangsung. Bahan bakar dan udara terus masuk ke mesin untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan agar mesin tetap hidup. Kondisi ini tetap terjadi meskipun mobil berada dalam posisi parkir dan pedal gas tidak diinjak.

Putaran mesin saat kondisi diam memang relatif rendah karena berada pada kondisi idle. Meski demikian, mesin tetap mengonsumsi bahan bakar untuk mempertahankan putaran tersebut sekaligus menjalankan berbagai komponen kendaraan. Artinya, jarum indikator bensin tetap bisa turun meskipun mobil sama sekali tidak berpindah tempat.

Besarnya konsumsi saat idle berbeda-beda pada setiap mobil. Kapasitas mesin, teknologi injeksi, kondisi kendaraan, suhu mesin, hingga penggunaan aksesori dapat memengaruhinya. Karena itu, tidak ada satu angka konsumsi bensin yang berlaku untuk semua mobil.

2. AC membuat konsumsi bahan bakar bertambah

ilustrasi AC mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Salah satu alasan pengemudi membiarkan mesin hidup ketika parkir adalah supaya AC tetap menyala. Ketika AC bekerja, kompresor AC membutuhkan tenaga dari mesin. Beban tambahan tersebut membuat mesin perlu mempertahankan kerja yang lebih besar dibandingkan ketika hanya mempertahankan kondisi idle.

Semakin lama AC digunakan ketika mobil berhenti, semakin banyak pula bahan bakar yang berpotensi terpakai. Kondisinya bisa semakin terasa ketika suhu di luar sangat panas karena sistem pendingin perlu bekerja lebih keras untuk menjaga kabin tetap nyaman.

Meski begitu, konsumsi bahan bakar tidak otomatis menjadi sangat besar hanya karena AC menyala. Besarnya tetap bergantung pada sistem AC, kondisi kendaraan, suhu lingkungan, serta durasi mesin dibiarkan hidup. Yang jelas, energi tetap digunakan meskipun mobil tidak menghasilkan jarak tempuh.

3. Kebiasaan ini bisa bikin bensin terbuang percuma

illustrasi knalpot mobil (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Ketika mesin hidup selama 30 menit atau satu jam dalam kondisi parkir, bahan bakar digunakan tanpa menghasilkan perpindahan kendaraan. Berbeda dengan saat berkendara, energi dari bahan bakar setidaknya digunakan untuk menggerakkan mobil menuju suatu tempat.

Jika hanya menunggu sebentar, perbedaannya mungkin tidak terasa. Namun, kebiasaan menyalakan mesin dalam waktu lama setiap hari dapat membuat konsumsi bahan bakar bertambah. Pengemudi akhirnya harus lebih sering mengisi bensin meski jarak tempuh harian tidak mengalami perubahan berarti.

Karena itu, jika kondisi memungkinkan, mesin sebaiknya dimatikan ketika harus menunggu dalam waktu cukup lama. Selain membantu mengurangi pemborosan bahan bakar, kebiasaan tersebut juga membuat energi dari bahan bakar digunakan lebih efektif. Namun, faktor keselamatan dan kebutuhan menjaga suhu kabin tetap perlu menjadi pertimbangan, terutama saat membawa anak kecil atau penumpang yang membutuhkan kondisi tertentu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article