Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Leapmotor Mulai Perakitan Lokal B10 dan C10 di Indonesia
Peresmian produksi lokal Leapmotor B10 dan C10 (Dok. Leapmotor)
  • Leapmotor memulai perakitan lokal mobil listrik B10 dan C10 di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, dengan standar manufaktur dan pengendalian kualitas global.
  • Plant 3 berkapasitas awal sekitar 10.000 unit per tahun, yang dapat ditingkatkan menjadi 34.000 unit per tahun melalui pengembangan fasilitas produksi.
  • Indomobil memperkuat ekosistem Leapmotor lewat jaringan diler, suku cadang asli, teknisi terlatih, dan layanan purna jual untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Leapmotor resmi memulai perakitan lokal kendaraan listrik di Indonesia. Dua model yang menjadi produk perdana dalam fasilitas tersebut adalah Leapmotor B10 dan C10.

Perakitan dilakukan di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat, dengan mengadopsi standar manufaktur global Leapmotor dan Stellantis.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kehadiran di pasar kendaraan listrik Indonesia sekaligus meningkatkan fleksibilitas pasokan.

1. B10 dan C10 jadi model perdana

Leapmotor mulai perakitan mobilnya secara lokal (Dok. Leapmotor)

Leapmotor B10 dan C10 menjadi dua model pertama yang dirakit secara lokal di Indonesia. Proses produksi di Plant 3 menggunakan standar manufaktur Leapmotor dan Stellantis, termasuk penerapan teknologi produksi serta pengendalian kualitas untuk menjaga konsistensi produk.

Managing Director Stellantis ASEAN Isaac Yeo mengatakan Indonesia memiliki potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang besar di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, perakitan lokal menjadi langkah untuk mendekatkan produk Leapmotor kepada konsumen sekaligus memperkuat posisi perusahaan di kawasan.

“Dimulainya perakitan lokal menjadi langkah penting bagi Leapmotor untuk semakin mendekatkan produk kami kepada konsumen Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dan memperkuat kehadiran merek Leapmotor di kawasan ASEAN,” ujar Isaac Yeo, Jumat (7/8/2026).

2. Plant 3 punya kapasitas hingga 34 ribu unit per tahun

Leapmotor B10 (Dok. Istimewa)

Perakitan Leapmotor dilakukan di PT National Assemblers Plant 3 yang merupakan investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers (NA). Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 158.000 meter persegi dan dilengkapi teknologi produksi modern, sistem otomasi, serta sistem pengendalian kualitas.

Pada tahap awal, Plant 3 memiliki kapasitas produksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 unit per tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun seiring perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Peningkatan kapasitas nantinya turut didukung pengembangan fasilitas body shop dan paint shop. Fleksibilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan portofolio produk Leapmotor di Indonesia.

3. Indomobil Perkuat Ekosistem Kepemilikan

Leapmotor B10 tampil dengan kamuflase (Dok. Leapmotor)

Selain membangun kemampuan produksi lokal, Indomobil juga memperkuat ekosistem kepemilikan Leapmotor di Indonesia.

Langkah tersebut mencakup pengembangan jaringan diler, ketersediaan suku cadang asli, teknisi yang mendapat pelatihan sesuai standar Leapmotor, serta layanan purna jual.

“Dimulainya perakitan lokal menjadi tonggak penting dalam perjalanan Leapmotor di Indonesia. Melalui investasi Indomobil Group di PT National Assemblers, kami tidak hanya mendukung hadirnya kapasitas produksi lokal, tetapi juga membangun fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan Leapmotor di Indonesia dalam jangka panjang,” tegas CEO PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw.

Curated For You

Editorial Team

Related Article