Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Kota Indah di Jepang untuk Liburan Hemat, Gak Harus ke Tokyo!

7 Kota Indah di Jepang untuk Liburan Hemat, Gak Harus ke Tokyo!
Potret Jepang (pexels.com/Nguyen Khac Tien)
  • Tujuh kota alternatif Tokyo untuk liburan hemat adalah Fukuoka, Osaka, Nagoya, Hiroshima, Sapporo, Sendai, dan Kyoto, dengan pilihan kuliner, ruang publik, serta destinasi gratis.
  • Budget makanan sederhana di berbagai kota tersebut diperkirakan sekitar ¥500–¥1.000 per porsi; pengeluaran transportasi dapat ditekan lewat itinerary berdasarkan kawasan dan penginapan strategis.
  • Traveler disarankan membandingkan tiket, pass transportasi, dan penginapan sesuai kebutuhan; Kyoto memerlukan perhatian khusus karena pajak akomodasi bertingkat berdasarkan harga kamar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jepang sering dianggap sebagai destinasi yang membutuhkan budget besar, terutama karena biaya transportasi dan penginapannya yang mahal. Padahal, kamu tetap bisa menikmati liburan ke Negeri Sakura dengan pengeluaran yang lebih terkontrol jika memilih kota dan gaya perjalanan yang tepat, lho.

Beberapa kota di Jepang punya pilihan makanan murah, destinasi wisata gratis, dan transportasi yang memungkinkan budget liburan ditekan. Kalau kamu ingin liburan ke Jepang tanpa terlalu menguras tabungan, jangan hanya mempertimbangkan Tokyo sebagai tujuan utamanya.

Kota seperti Fukuoka, Osaka, dan Sendai juga menawarkan pengalaman khas Jepang dengan pilihan biaya yang lebih fleksibel. Yuk, simak tujuh kota yang bisa masuk daftar liburan hemat sekaligus ketahui bagian mana yang membuatnya lebih ramah di kantong!

  1. 1. Fukuoka

    Fukuoka bisa menjadi pilihan liburan hemat, karena kota ini terkenal dengan beragam kuliner lokal yang dapat ditemukan dari kedai sederhana hingga restoran. Untuk gambaran budget, makanan sederhana bisa dipatok sekitar ¥500–¥1.000 atau sekitar Rp55 ribu–Rp110 ribu, tergantung tempat makan dan nilai tukar saat perjalanan.

    Selain makanan, beberapa kawasan pusat Kota Fukuoka juga relatif nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki sehingga penggunaan transportasi bisa dikurangi. Hematnya bujet liburan ke Fukuoka semakin terasa jika itinerary dibuat berdasarkan kawasan.

    Kamu bisa memilih penginapan yang dekat dengan stasiun, kemudian mengunjungi beberapa destinasi yang lokasinya berdekatan dalam satu hari. Dengan cara ini, budget transportasi harian dapat ditekan dan sebagian uang bisa dialihkan untuk mencoba tonkotsu ramen atau kuliner khas lainnya.

  2. 2. Osaka

    Potret Osaka
    Potret Osaka (pixabay.com/KilliKilly)

    Osaka dikenal sebagai salah satu kota yang menarik untuk traveler dengan budget terbatas, karena pilihan makanannya sangat beragam. Takoyaki, okonomiyaki, dan berbagai makanan kaki lima bisa menjadi pilihan dengan kisaran ¥500–¥1.000 atau sekitar Rp55 ribu–Rp110 ribu per porsi, meski harga tentu berbeda berdasarkan lokasi dan restoran.

    Kamu juga bisa menikmati suasana Dotonbori dan sejumlah kawasan populer tanpa harus membayar tiket masuk. Biaya transportasi juga bisa dikontrol dengan membuat itinerary berdasarkan area. Misalnya kawasan Dotonbori, Shinsaibashi, dan Namba dapat dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan, sehingga tidak perlu bolak-balik rute jauh. Pilihan tiket transportasi atau sightseeing pass juga bisa dipertimbangkan jika memang sesuai dengan jumlah perjalanan yang akan dilakukan.

  3. 3. Nagoya

    Nagoya bisa menjadi alternatif liburan bagi kamu yang ingin merasakan kehidupan kota di Jepang tanpa harus menjadikan destinasi wisata superpopuler sebagai pusat perjalanan. Pilihan penginapan di kota ini cukup beragam, mulai dari hostel hingga hotel, sehingga traveler bisa menyesuaikan budget dengan kebutuhanmu. Kamu bisa menyiapkan kisaran ¥500–¥1.000 atau sekitar Rp55 ribu–Rp110 ribu per sekali makan sebagai gambaran awal. Tentunya ini menjangkau menu-menu sederhana.

    Cara lain untuk menghemat di Nagoya adalah menjadikan kota ini sebagai basis perjalanan selama beberapa hari. Dengan menginap di satu tempat dan memilih destinasi yang mudah dijangkau dari pusat kota, biaya pindah penginapan maupun transportasi dapat dikurangi. Nagoya juga memiliki wisata budaya yang bisa dimasukkan ke itinerary tanpa harus memenuhi setiap hari dengan tiket wisata yang mahal.

  4. 4. Hiroshima

    Potret Hiroshima
    Potret Hiroshima (pexels.com/Hoi Wai)

    Hiroshima cocok untuk kamu yang ingin menikmati wisata sejarah dan budaya dengan budget lebih terkendali. Kawasan seperti Hiroshima Peace Memorial Park dapat dijelajahi tanpa harus membayar tiket masuk untuk sekadar menikmati ruang publiknya. Bujet makan sekitar ¥500–¥1.000 atau Rp55 ribu–Rp110 ribu per porsi untuk menu-menu sederhana, termasuk saat mencoba kuliner lokal tertentu.

    Kamu bisa memilih penginapan yang dekat transportasi umum dan kelompokkan destinasi berdasarkan lokasi, biar lebih hemat. Kamu juga bisa memadukan tempat wisata gratis dengan beberapa wisata berbayar, sehingga pengeluaran tiket tidak terlalu banyak. Jika berencana menjelajahi kawasan di luar Hiroshima, bandingkan harga tiket satuan dengan pass regional sebelum membelinya, agar pilihan transportasinya benar-benar sesuai kebutuhan.

  5. 5. Sapporo

    Sapporo memang berada cukup jauh dari Tokyo. Namun, setelah tiba di Sapporo, biaya perjalanan dalam kota bisa dikontrol dengan itinerary yang terpusat. Beberapa taman, kawasan kota, dan ruang publik dapat dinikmati tanpa tiket masuk alias gratis, sehingga tidak setiap aktivitas membutuhkan biaya.

    Untuk bujet makanan sederhana, siapkan bujet sekitar ¥500–¥1.000 atau Rp55 ribu–Rp110 ribu per porsi. Sedangkan, restoran khusus seafood atau kuliner premium tentu membutuhkan bujet lebih besar.

    Kunci hemat di Sapporo adalah tidak terlalu sering bepergian ke lokasi yang berjauhan dalam satu hari. Dengan memilih penginapan di area strategis dan menggabungkan beberapa destinasi yang berdekatan, penggunaan transportasi dapat dikurangi. Waktu berkunjung juga perlu diperhatikan, karena harga tiket pesawat dan hotel bisa berbeda cukup jauh antara musim ramai dan periode yang lebih sepi.

  6. 6. Sendai

    Potret Sendai
    Potret Sendai (commons.wikimedia.org/掬茶)

    Sendai dapat dipertimbangkan jika kamu ingin menikmati suasana Jepang yang lebih tenang dibandingkan kota wisata paling populer. Berbagai taman, kawasan kota, dan tempat bersejarah bisa dimasukkan ke dalam itinerary liburan tanpa membuat pengeluaran tiket wisata terlalu besar. Biaya makan sekitar ¥500–¥1.000 (Rp55 ribu–Rp110 ribu).

    Dari sisi transportasi, pengeluaran dapat ditekan dengan memilih penginapan di sekitar pusat kota atau stasiun. Jika ingin mengunjungi destinasi di wilayah Tohoku, jangan langsung membeli pass sebelum menghitung jumlah perjalanan, karena tiket satuan bisa saja lebih murah untuk itinerary tertentu. Dengan perencanaan tersebut, Sendai cocok bagi traveler yang ingin mendapatkan pengalaman liburan di Jepang tanpa terlalu banyak pengeluaran tambahan.

  7. 7. Kyoto

    Kyoto memang terkenal sebagai destinasi wisata populer, tetapi kota ini masih bisa dijelajahi dengan cara hemat. Banyak kawasan seperti Gion, Higashiyama, dan Fushimi Inari dapat menjadi bagian dari itinerary tanpa harus membayar tiket untuk sekadar berjalan-jalan dan menikmati suasananya. Kamu juga bisa menghemat transportasi dengan menggabungkan beberapa destinasi yang berada dalam kawasan yang sama.

    Biaya penginapan di Kyoto perlu diperhatikan lebih serius, terutama karena kota ini menerapkan pajak akomodasi berdasarkan harga kamar per orang per malam. Untuk tarif yang berlaku, pajaknya mulai dari ¥200 per orang per malam untuk harga menginap di bawah ¥6.000, kemudian meningkat sesuai kategori harga kamar dan dapat mencapai ¥10.000 untuk tarif menginap ¥100.000 atau lebih. Oleh karena itu, traveler dengan budget terbatas sebaiknya membandingkan harga penginapan, sekaligus memperhitungkan pajak sebelum melakukan pemesanan.

    Jika kamu sudah menentukan kota tujuan, maka kamu bisa mulai membandingkan harga tiket pesawat, penginapan, dan transportasi dari sekarang. Jangan lupa menyisihkan budget untuk kulineran, karena mencicipi makanan lokal justru bisa menjadi salah satu pengalaman paling seru selama berada di Jepang. Selamat merencanakan liburanmu ke Negeri Sakura!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More